Cerita Hari Ini

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Lucu (Humor), Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 15 February 2017

Kemaren pas hari jumat kan gue ada pelajaran bahasa indonesia, terus gurunya nyuruh buat nyeritain biografi seseorang. Dan kaya biasanya “sebagai sukarelawan, silahkan salah satu maju ke depan untuk menceritakan biografi yang sudah bapak tugaskan kemarin” itu yang guru gue omongin setiap awal pelajaran, tapi enggak setiap pertemuan cuma cerita biografi. Terus gue nunjuk jari (maksudnya ngacung bukan nunjuk ke jari) buat nawarin diri maju “(dengan semangat menggebu-gebu) saya pak!!!”, “oh iya silahkan Abdul, ini anak yang cocok untuk dijadikan contoh untuk kalian semua” itu juga yang biasa diomongin guru gue yang satu ini. Terus gue maju dengan pedenya, padahal gue belum ngerjain.

“tugas kamu mana Abdul?” bapak guru bertanya, dengan tegas gue jawab “belum pak!”, “bagaimana sih kamu, padahal kan sudah bapak kasih waktu satu minggu, apa kurang?”, “nggak kok pak, cuma saya lagi males”, “jujur sekali kamu Dul, ya sudah kalau begitu kamu harus menceritakan biografimu sendiri!”, “oke pak!” padahal tadi gue keceplosan, jantung ini serasanya mau copot (yaelah bahasanya), tapi sukur deh nggak dimarahin, wkwkwekekek.

Oke gue mulai yak ceritanye, “oke gue mulai ya”, “sssttt… gunakan bahasa indonesia yang baik dan benar” sela pak guru. Nih, baru gue cerita beneran “saya di sini akan menceritakan biografi tentang saya. Nama saya Abdul Al Fattah, saya biasa dipanggil Abdul kalo di sekolah, Fattah pas di rumah, dan Bagus kalau di tempatnya kakek, terserah kalian mau milih yang mana. Saya lahir di kasur rumah sakit Pekajangan, tepatnya di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Indonesia, Asia Tenggara, Asia, Bumi. Saya lahir tepat hari kamis wage pas tanggal kesaktian pancasila tahun 1998, kata ibu saya, saya lahir sekitar jam 00.30, kata orang jawa, orang yang lahir dini hari itu tidak takut gelap-gelapan. Tapi ramalan itu tidak berfungsi ke saya, karena saya takut gelap-gelapan. Alesannya bisa kena dosa dan jadi hamil duluan sudah tiga bulan, eh malah nyanyi, Haha… bapak saya namanya Pak Akhmad, beliau itu ibaratkan sosok ‘Superman’, karena beliau itu orangnya kuat, multitalent, dan baik di segalanya. Saya juga punya ibu, namanya Bu Lestari, kalau beliau saya ibaratkan seperti ‘Bidadari tak Bersayap’, tapi walaupun tak bersayap, my mom still is the best, and will always be the best forever, beliau itu orang yang paling top begete yang pernah saya kenal dari dulu sampai sekarang selain bapak, and I’ll still love them until whenever. Sekarang cerita soal pendidikan ya. Saya dulu pernah bersekolah di TKP (Taman Kanak-kanak Pertiwi) Josari. Lalu melanjutkan ke SD Negeri Josari, SD saya ini adalah SD terbaik se-Josari, karena cuma satu. Kemudian saya meneruskan ke SMP Negeri 1 Maju Mundur, mungkin pada saat itu adalah masa awal transisi menuju ke lebih dewasa (bahasanya itu lohh…), karena saya menemukan banyak hal yang lebih woww, di sini juga saya menemukan banyak pengalaman, contohnya saya nemuin banyak teman di sini karena saya juga nekat masuk organisasi pramuka dan OSIS, dan salah satunya temanku itu dia yang lagi mbok*p di belakang” nunjuk Tara, “ha aku?” ngomongnya pake gaya sok polos. “iya kamu…” langsung seisi kelas seketika jadi kaya pasar, pada ketawa semua sih. “sudah sudah, nanti dia malah nangis (kataku sembari ketawa), dan asalkan kalian tau dulu dia itu salah satu teman hidupku, di dalam ruangan kecil yang berbentuk kubus dengan suasana yang terkadang menyenangkan, tapi seringnya mengerikan dan membosankan yang disebut itu kelas.”

“Taukah kalian? (ngomong sambil nyengir), bahwa dulu saya itu punya geng, anggotanya 4 orang, yang 2 namaya Tara, dan Indra. Yang satunya lagi yang sering ngilang namanya Arie. Kita sering bersama men-skip jalannya waktu yang terasa melambat ketika sekolah, kita makan bersama, belajar bersama, nyontek bersama, remidi bersama, dan masih banyak lagi pokoknya. Di masa itu juga saya bertemu dengan orang yang aku tresnani sampai sekarang, tapi sayangnya saya benar-benar kenal dia ketika saya sudah kelas 9, jadinya ya waktu untuk itunya hanya sedikit, tapi tidak apa-apa yang penting sudah dapat nomor hpnya, dan sampai sekarang masih tetap bisa saling berhubungan walaupun ruang dan waktu membatasi. Udah ah bahas masa smpnya, ntar malah jadi tambah kangen (hehe..) sekarang ganti ke masa SMK yaa, saya melanjutkan ke sekolah ini sebenarnya bukan target utama, karena saya sudah sejak kelas 7 smp sudah menargetkan melanjutkan ke salah satu SMA favorit di kota saya, namun apa daya kalau takdir sudah berkata, saya malah diterima di sini. Tapi tidak apa-apa, karena di sini ternyata asik, kalo ada tugas tinggal copy-paste, ada ulangan harian tinggal tanya-tanya soal yang keluar apa aja, terus pas UAS or UTS langsung ke tempat kos teman, minjem rangkuman, terus ke tempat fotocopy, kemudian aksi pun dimulai, rangkumannya difotocopy perkecil, bolak-balik, pakenya kertas yang paling bagus biar jelas, hehe.. tapi soal pemfotocopyan itu hanyalah rekayasa semata ya, jujur saya paling takut kalau disuruh bawa contekan ke kelas, mendingan tanya ato ngeluarin jurus mata elang daripada kaya gitu.”

“Dan di sini juga saya bertemu dengan spesies-spesies orang baru, ada yang pas pelajaran malah molor” nunjuk Wahyu, “ssttt… diem-diem jangan pada rame yak” katanya bapak guru, “SIAP PAKK!!!” si Wanto ngomong sambil teriak, “gimana sih kamu to?! jadi bangun kan” keluhnya anak-anak, eh malah si Wanto cuma nyengir sambil ngomong “dasar temen jahat”. Langsung seisi kelas pada ketawa. Gue lanjutin ya, “Terus juga ada yang lagi mbok*p di belakang, ya Ra” usilku ke Tara, ada juga yang main get rich, ada yang lagi ngupil yang teknik jarinya kaya Gatsuganya Kiba di anime Naruto, sampe jarinya melintir-melintir kaya gitu” sambil gue mantengin si Rangga, tapi temen-temen nggak peka jadinya langsung gue lanjutin lagi. “itu juga ada yang lagi nge-cup PES 15 tapi tidak ngajak-ajak, ya udahlah mungkin segini dulu aja ya, because saya belum tau kelanjutan kisahku, hehe…”

“Oh iya hampir lupa, aku punya adik baru satu, tidak tau mau nambah apa tidak, namanya Rayyan, intinya dia itu punya sifat yang bedanya 360 derajat sama sifatku. Ya udahlah, sekian toh kalian juga pasti udah pada bosen liat saya terus di depan sini, dan juga saya sudah capek ngomong pake bahasa indonesia yang baik dan benar seperti ini. Sekian, Thank you!” sambil salto, eh malah kakinya nendang meja, terus kebanting, terus pingsan.

Sekian

Cerpen Karangan: Muhammad Efan Abdulfattah
Blog: efan-alfattah.blogspot.co.id
Alohaaa, saya Efan ingin menyampaikan bahwa saya akan mengucapkan selamat membaca! 🙂

Cerpen Cerita Hari Ini merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Coffee Time

Oleh:
Semua orang pasti menyukai yang nama nya “coffee”. Ya termasuk gue. Coffee bukan hal yang aneh lagi bagi gue. Malahan udah gue anggap separuh hidup gue seperti lagu noah

Lagu Rindu Untuk Dia

Oleh:
Pagi itu entah kenapa kasur di kamar gue terlihat lebih seksi dari Miy*bi sehingga membuat gue enggan untuk meninggalkannya, gue ngerasa nyaman banget berada di atas dia -kasur. Tapi

The Competition

Oleh:
Sella menutup pintu kamarnya secara perlahan. ia pun menaruh tas dan merebahkan tubuhnya di atas kasur. ia mencoba memejamkan mata untuk membayangkan kembali kejadian hari ini. dimana dirinya teringat

Jerawat Puber

Oleh:
Tepat jam 05.00 WIB, aku segera mandi, karena ini hari pertamaku sekolah di tingkat SMU. Selesai mandi, aku bergegas untuk berangkat ke sekolah. “Eeehhh…!” Kataku berbisik. Aku hampir lupa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *