Dari Balik Pohon

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Galau, Cerpen Lucu (Humor)
Lolos moderasi pada: 28 January 2015

Bukan gak mungkin kan? Seorang Oger kaya Shrek aja bisa dapetin hati putri Viona si anak raja. | mereka bilang gue terlalu banyak nonton film kartun, kebanyakan baca buku-bukunya Raditya Dika, juga kebanyakan makan keripik kentang yang dijual dikantin. Emang gue salah ya?

Gue Jaka, tapi mereka biasa manggil gue dengan sebutan ‘ndut’. mereka temen-temen sekelas gue. Yah, walaupun sebenernya gue gak pernah suka dengan ‘nama’ pemberian mereka itu, tapi apa boleh buat, gue kalah jumlah sama mereka. Mereka bilang gue Gendut. Tapi menurut gue, itu sih cuma perasaan mereka aja, atau mungkin emang selama ini ada yang salah dengan perasaan gue yang mengatakan bahwa gue baik-baik saja (nggak gendut). Oke gue kalah, gue ngaku gendut.. -_- normal kan kalo tiap orang ngerasain kalo dirinya itu orang yang paling baik, paling menarik di mata setiap orang, atau berhalusinasi bahwa diri lo adalah orang yang paling ganteng di antara temen-temen lo. Itu wajar, gue pernah baca buku tentang psikologis dasar, menurut gue gejala itu masih dalam batas kewajaran, selagi lo belum menunjukan gejala tingkat lanjut seperti jonging bertelanjang dada tengah malem keliling kampung, atau sering berdelusi menikahi salah satu member JKT48. Nah, itu baru gak normal!

Kalo yang lagi jalan kesini itu namanya Ayu. Anak kelas sebelah. Kenal? Boro-boro -_-. Gue cuma tau dia tinggal dimana, kalo hari senin sampe kamis dia pake sepatu yang warna item ada garis putihnya dikit, jum’at sabtu dia pake pantopel item mengkilap, selalu duduk di bangku paling pojok kalo lagi makan bareng temen-temen nya di kantin, kadang rambutnya dikuncir satu di belakang, kandang diurai gitu aja, *tapi gue lebih suka kalo dikuncir pake poni. Kalo pesen bakso di kantin, sukanya yang bening, gak pake kecap sama saos, sambelnya dibanyakin, gak usah pake seledri, minumnya es jeruk. Kalo berangkat sekolah diater bokapnya, kalo pulang nyokapnya yang jemput. Bener kan gue bilang, gue gak kenal sama dia.

Hm, oke gue jujur. Ayu adalah salah satu alasan kenapa gue selalu makan keripik kentang ini dari balik pohon beringin di sebelah kantin. Karena hanya dari sudut ini gue bisa lihat Ayu tanpa ketahuan sedang memperhatikan dia. Ada tiga hal yang punya efek gravitasi di dunia gue, yang pertama bumi tempat gue berpijak sekarang. Kedua, keripik kentang yang entah kenapa selalu punya daya tarik tersendiri buat lidah gue. Yang terahir adalah Ayu, bidadari yang jatuh dan kesasar di sekolah ini.

‘orang yang sedang jatuh cinta merasakan apa yang tidak dirasakan mereka yang tidak sedang jatuh cinta’ begitu kata seorang penyair dari novel yang pernah gue baca. Hm, dan gue rasa itu memang benar adanya. Apalagi dengan cinta diam-diam seperti yang sedang gue rasakan sekarang ini. Boro-boro ngomong langsung, ngeliat wajah imutnya itu dari jauh terus dia membalas pandangan gue aja udah cukup bikin gue gemeter gak karuan, serasa kaca mata tebel yang gue pake ini seakan mau pecah udah gak kuat menahan getaran yang timbul.

“Orang yang sedang jatuh cinta diam-diam mengisi catatan mereka dengan perasaan cinta yang tak tersampaikan.” Begitu yang dibilang Raditya Dika dalam salah satu bukunya. Gak bisa dipungkiri, gue pun juga melakukan hal itu deh kaya nya. Blog gue yang sudah hampir dua tahun gue kandung pun gak luput menjadi sasaran curhat gue. Apalagi kalo bukan soal Ayu.

“Untuk kita yang hanya berani menulis kata-kata dalam buku harian, memendam perasaan lewat puisi-puisi, dan berharap esok lusa ia akan sempat membaca nya.” Nah apalagi yang ini, jelas gue banget! Penggalan kalimat dari Tere Liye dari salah satu novel best seller nya.

Gue selalu duduk disini waktu jam istirahat, padahal kantin masih sepi jam segini, tapi gak perlu waktu lama, banyak juga yang dateng ke kantin yang letaknya di sebelah tempat dimana gue duduk sekarang. Gue jalan ke arah koperasi di sebelah kantin cuma untuk beli dua bungkus keripik kentang yang biasa gue makan, setuntasnya di koperasi.. gue sengaja gak beli minum di koperasi, gue jalan ke arah kantin dan bermaksud beli secangkir pop ice disono, gue tahu pada saat yang bersamaan Ayu sedang memesan semangkuk bakso yang biasa dia pesan, tanpa saus dan kecap, juga seledri, ditambah es jeruk sebagai minumnya. Sekarang dia tepat berada di samping kiri gue, posisi terdekat gue sama ayu, bersanding tanpa kata, tanpa suara.. dan pada ahirnya.. semua berlalu begitu aja. Ayu yang sudah mendapatkan bakso yang ia pesan lekas menjauh menuju kursi pojok kantin bergabung dengan beberapa teman nya yang lain. Begitupun gue, “ndut.. ndut.. ini pop ice nya..” begitu kata mas Ojo penjual pop ice di kantin memecah lamunan gue. Inilah yang setiap hari gue lakukan, tanpa bosen, tanpa kenal lelah, juga tanpa balas. Beginilah kisah cinta gue, memendam rasa dari balik pohon beringin tua ini, tatapan masih aja menuju ke arah dia yang duduk di pojok sana. Dengan dua bungkus keripik kentang di tangan gue sebagai saksi nya.

“untuk kita, yang terlalu malu walau sekedar menyapanya, terlanjur bersemu merah, dada berdegup lebih kencang, keringat dingin di jemari, bahkan sebelum sungguhan berpapasan.” -Darwis Tere Liye.

Gak akan ada ahir untuk cinta yang tak pernah termiliki, hanya puas dengan diam dari kejauhan, memandang si dia tanpa pernah ada rasa bosan.

-Ghufroni An’ars
Suka

Cerpen Karangan: Ghufroni An’ars
Blog: www.ghufronianars.blogspot.com / www.monyetimpor.blogspot.com
Facebook: facebook.com/mohammad.g.anars
saya Ghufroni An’ars. udah deh itu aja.

Cerpen Dari Balik Pohon merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


KetentuanMu

Oleh:
Sejak awal tak pernah ada niat Putri untuk sekolah di tempatnya sekarang berdiri, jangankan untuk sekolah untuk menginjakan kaki di depan pintu gerbang saja mustahil fikirnya. Bukan karena dia

Goresan Makna

Oleh:
Senja kembali membias di altar langit. Arak-arakan angin mulai berhembus perlahan, menggoyahkan dedaunan yang seolah ikut berirama. Senja kini telah berbeda. Tak seperti dulu, saat kau dan aku masih

Cinta Dalam Melodi

Oleh:
Di sini tempat ku berdiri.. Agar aku dapat melihat senyum manis dari bibirmu, dan di sini tempat ku bersembunyi, agar kau tak pernah menyadari tentang hadirku di sini. Karena

Senja di Serambi Rumah

Oleh:
Matahari telah kembali ke peraduannya. Sinarnya telah tergantikan oleh gelap. Perannya telah selesai. Jam kerjanya pun telah usai. Kini tinggal sang penjaga malam datang mengisi kekosongan. Aku terduduk di

Beach, The Last Memory

Oleh:
Siang membawa cerita haru yang mendalam, kaki melangkah dengan pandangan hati yang kosong, menuju ke sebuah pantai yang begitu ramai dengan pengunjung. Sentuhan ombak menyadarkanku dari lamunan kesedihan, aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *