Elegi Dispenser

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Gokil, Cerpen Lucu (Humor)
Lolos moderasi pada: 25 March 2017

Sebuah dispenser berdiri di samping alat penghancur kertas dan tempat sampah tak jauh dari sebuah tiang besar yang ada di ruangan luas yang biasa manusia sebut itu dengan kantor. Sengaja diletakkan di situ agar mudah untuk ditemukan dan tentunya untuk dipakai.

Seminggu yang lalu dispenser itu rusak, tombol yang digunakan untuk mengeluarkan air panas sudah tidak bisa dipakai. Seorang teknisi mencoba memperbaiki tapi tetap saja tidak bisa membuatnya kembali seperti semula. Tidak ada yang tahu perkara penyebab dispenser menjadi rusak. Ini akan menjadi daftar panjang misteri yang tak bisa dipecahkan oleh seorang teknisi setelah sehari sebelumnya ia juga mendapati sebuah lampu yang mati tanpa sebab. Tapi ini bukanlah hal yang rumit karena lampu dan dispenser hanya sebuah benda yang ketika rusak bisa kita ganti sesuka kita. Dan akhirnya tiba pada satu kesimpulan. Si teknisi ini menyarankan kepada penghuni kantor untuk membeli dispenser baru dan mereka pun menyetujui usulan teknisi tersebut. Kecuali Udin. Ia adalah seorang Office Boy yang sudah lama bekerja dan menggantungkan makan keluarganya di kantor itu.

“JANGAN diganti pak, dispenser itu tidak rusak” suara udin sedikit keras mengundang seisi ruangan ikut menoleh.
“dispenser itu hanya sedang patah hati” Sontak penyataan udin membuat seisi ruangan tertawa.
“bodoh kau din, sejak kapan dispenser mempunyai perasaan?” ucap teknisi
“Kalian terlalu sibuk dengan urusan masing-masing hingga kalian lupa apa yang terjadi di sekitar kalian. Bahkan kalian tidak tahu kemalangan yang menimpa dispenser ini”
“apa maksud kau din?” Tanya Teddy seorang manager yang sejak tadi berdiri di samping teknisi. Seisi ruangan mulai ikut terlibat dalam masalah ini, mereka berhenti melakukan aktifitas dan berfokus pada kejadian ini.
“saya mohon pak jangan ganti dispenser ini dengan yang baru” udin coba memelas.

Terlihat bodoh tapi Teddy sang manager coba mencerna perkataan udin. “bisa kau jelaskan perkara apa yang membuat dispenser ini patah hati!” pinta Teddy.
Seisi ruangan diam, tak sabar mendegar penjelasan dari udin perkara kesakitan hati sebuah dispenser.
“baiklah akan saya jelaskan pak”
“dispenser ini sangat kuat, sudah ratusan galon kita habiskan untuk mengisi ulang dispenser ini dan Ia menerimanya meskipun sudah ratusan kali kita sudah menyakitinya. Kalian tahu galon adalah pasangan dispenser? pada awalnya ia merasa sakit hati ketika kita harus mengganti galon. Karena baginya kita sudah mengganti pasangannya secara paksa, tanpa bertanya dan tanpa perasaan, seiring waktu Ia terima ini sebagian kemalangan yang tak bisa ia hindari. Namun tiba pada satu hari ketika ia sangat merasa cocok dengan galon yang baru diganti. Ia jatuh cinta sangat dalam pada galon tersebut. Teramat sangat dalam malah. Sampai ia tidak mau berpisah dengan galon itu. Rasa cintanya yang tulus membuatnya terus berpikir, mencari cara agar kita tidak lagi memisahkan galon itu dengannya. Ia bertanya pada penghancur kertas, pada tempat sampah dan pada dinding ruangan tapi jawaban sama yang selalu ia terima. “lepaskan Ia sebagaimana biasanya, terimalah takdirmu sebagai benda. Tak terima akan semua yang ada ia memutuskan untuk merusak dirinya sendiri dengan harapan jika ia rusak, kita tidak akan mengganti galon lagi.”

Ruangan menjadi hening mendengar penjelasan udin. Dalam pikirnya masing-masing mereka mengira udin sudah gila, ada juga yang percaya dan merasa iba pada dispenser itu dan ada pula yang tidak peduli.

“apakah benar kejadiannya seperti itu” tegas Teddy Udin yang merasa kesal berteriak.
“kalian adalah orang-orang yang tuli, yang tidak bisa mendengar dan merasakan sebuah perasaan. benar-benar kalian telah dibutakan oleh dunia” Sontak teriakan udin mebuat seisi ruangan terkejut. Berani-beraninya seorang office boy berteriak lancing di depan seorang manager.
“sudah gila kau din.” Kata John si ahli database.
“kalianlah yang gila. Dan juga kau John”. muka udin memerah sembari menunjuk ke arah John. “apakah kau tidak tahu, jika penghancur kertas ini jatuh cinta pada puisi-puisimu? Puisi tentang cintamu untuk Rianti, yang kau buat dan kau hancurkan pula setiap malam selepas kerja. Kau lebih mengenaskan dari dispenser ini John. Kau tak punya keberanian untuk mengungkapkan cintamu pada Rianti. Kau kubur dalam-dalam, kau hancurkannya beserta puisimu. Meringis perih pada kesakitan hati yang kau ciptakan sendiri. Kau payah JOHN.”

John tercengang bagaimana Udin bisa tahu tentang puisi yang ia buat dan ia hancurkan setiap malam selepas kerja. Bagaimana udin bisa tahu selam setahun ini aku meringis perih menahan rasa cinta yang semakin hari semakin bertambah besar untuk Rianti. Bagaimana ia bisa tahu?

Teddy sang manager mencoba menegahi peristiwa ini, bagaimanapun ia seorang pemimpin yang harus bisa mengambil keputusan tepat, terlebih disaat genting seperti ini.

“baiklah, sudah kuputuskan. Aku akan tetap mengganti dispenser ini dengan yang baru. Tapi aku tidak akan membuang dispenser ini beserta galon di dalamnya. Kau din, rawatlah dispenser ini beserta galonnya. Jangan biarkan mereka terpisah.”

Mendengar ini wajah udin sumeringah, ia bergegas membawa dispenser pulang ke rumahnya. Diletakkannya di pojokan kamar.

Hari itu perkara tentang dispenser sudah terpecahkan. Namun perkara lain justru tumbuh yaitu tentang cinta John pada Rianti dan kecintaan Penghancur kertas pada puisi-puisi John. Perlu kalian ketahui tak ada yang salah dengan cinta John pada Rianti hanya saja kurasa tidak baik untuk terjadi karena sebenarnya Rianti adalah Istri dari Teddy sang Menejer.

Cerpen Karangan: Ade Maulana
Facebook: Ade Maulana Sidiq

Cerpen Elegi Dispenser merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Pertama

Oleh:
Hai namaku saaih, aku punya indra ke enam yaitu bisa melihat apa yang tidak bisa kalian lihat, di sekitarku banyak sekali yang mendatangiku, mulai dari yang sekedar berkenalan sampai

Paket Kurus Murah

Oleh:
Kenalin, nama gua tugu asmara, biasanya sih dipanggil gengen atau gendut. Udah lama gua pengen ngurusin badan gua, tapi alhasil berat badan gua, gak pernah mau turun. Asal kalian

Kamar Buntu

Oleh:
Terjebak dalam ruang derita akibat naluri manusiaku yang begitu penuh dengan ketidakpastian. Ini bukanlah masalah besar jika aku tidak dalam keadaan “kebelet pipis”. Aku bisa saja kencing di kamar

Miss Es Batu

Oleh:
Gue lagi bingung mau ngapain, pekerjaan rumah udah gue selesaikan dengan amat baik dan dengan gaya yang super duper indah. Bayangin aja setiap pagi sebelum gue berangkat kuliah gue

Dikibulin Orang Dayak

Oleh:
Ketika aku bekerja di kalimantan aku bertemu seorang teman yang baik asli dari suku yang ada di kalimantan, hobinya berburu binatang yang ada di hutan, tapi aku heran dengannya,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Elegi Dispenser”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *