Em dan Kim (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis, Cerpen Lucu (Humor)
Lolos moderasi pada: 15 March 2017

Waktu berlalu. Em kini menjabat sebagai Manajer Engineering di sebuah Perusahaan Multinasional. Kariernya melesat dalam waktu singkat karena Em adalah pemuda yang rajin dan pintar sehingga jajaran Direksi mengangkatnya sebagai Manajer Engineering.

Sedangkan Kim yang berkarier sebagai Penyanyi Rap juga mulai menuai kesuksesan. Dukungan penuh dari Em menjadikan Kim seorang selebritis yang sukses. Selain membiayai operasi plastik untuk memulihkan luka bakar di wajah Kim, sehingga Kim kembali menjadi gadis berparas cantik. Em juga menjadi Executive Produser di Album Musik Kim. Di album tersebut, Kim berkolaborasi dengan para Musisi tenar dan sudah menjadi legenda. Seperti Raja Dangdut Koplo, ROMA DORAMA, Penyanyi Dangdut MEGGY X, Penyanyi Reggae MBAH SARAP, Rapper Internasional asal Ciamis JAYA Z hingga Boy Band KPOP asal Korea Utara BIG BROT. Kontan hal itu mendongkrak penjualan album Kim dan membuatnya menjadi Penyanyi Rap Wanita Internasional yang disejajarkan dengan Rapper seperti GIGI AZZALEA, NICKY MONAS dan SNOOP CAT.

Namun kesuksesan karier keduanya membuat mereka semakin sibuk dan jarang bertemu. Hal itu menciptakan jarak bagi hubungan keduanya. Em yang sibuk mengurus Perusahaan dan Kim yang sibuk dengan kegiatannya di Dunia Entertainment. Komunikasi antara keduanya pun semakin jarang.

Pada suatu hari, Kim mengadakan Konser Musik Bersama Boy Band SUZU (SUper ZUper) di Kota London, Inggris. Selepas Konser, salah seorang personil SUZU yang bernama Kim Jong Un berusaha mendekati Kim. Berbagai usaha dia lakukan untuk mendekati Kim dan mengajaknya makan malam bersama. Kim berusaha menolaknya secara halus, karena dia sudah menjadi calon istri dari Em. Tapi, karena pendekatan yang dilakukan berkali-kali oleh Kim Jong Un, akhirnya Kim luluh juga dan mengikuti ajakan Kim Jong Un. Lagipula siapa wanita yang tidak mau diajak makan malam bersama dengan Kim Jong Un. Dia pria yang tampan, berbadan atletis dan tenar. Dia layaknya pangeran tampan pujaan semua wanita.

Akhirnya mereka berdua makan malam di Angkringan yang terletak di Kota London, Inggris. Kim Jong Un memesan makanan berupa Bir Pletok, tempe mendoan, sambel terasi, semur jengkol dan nasi uduk, sedangkan Kim memesan Sate Kadal, Jeroan, Nasi Liwet dan Wedang Jahe. Mereka pun berbincang dengan mesranya di Angkringan tersebut sembari menyantap makan malam. Momen itu seolah menjadi Makan Malam Romantis antara mereka berdua. Selesai makan, Kim Jong Un mengajak Kim untuk bermalam bersamanya di sebuah Kamar Hotel. Kim sudah tahu maksud dari Kim Jong Un, dia pun mencoba menolaknya, tapi berbagai rayuan gombal maut dari Kim Jong Un akhirnya membuat hati Kim luluh. Dia pun bersedia diajak Kim Jong Un ke sebuah kamar hotel. Setibanya di kamar hotel, Kim Jong Un bergegas ke Kamar mandi untuk mandi dan membersihkan badannya terlebih dahulu. Kim pun menunggu di balkon yang ada di luar kamar tersebut sembari memandangi indahnya malam di Kota London. Seketika dia teringat momen ketika Em nekat memanjat Balkon rumahnya dahulu dan memberikan semangat ketika Kim sedang murung karena cercaan yang dia terima dari orang lain yang menyebutkan bahwa Kim tidak akan bisa menikah dengan seorang pria pun, karena luka bakar di wajahnya ketika itu. Masih terngiang di telinganya apa yang dibisikkan Em untuk menyemangati Kim.
“Jangan khawatir Kim, Aku gak akan biarin satu Pria pun mendekati dan menikahimu! Karena hanya AKU YANG BISA MENIKAHIMU KELAK DAN MENJADI SUAMIMU!!”. Ucap Em ketika itu dengan semangat tanpa ragu sedikitpun.
Hati Kim bergetar ketika mengingat momen itu. Dia merasa bersalah kepada Em karena termakan rayuan dari Kim Jong Un untuk tidur bersama di Hotel. Akhirnya Kim beranjak pergi dari kamar tersebut dan meninggalkan Kim Jong Un sendirian.

Suatu waktu, ada berita Infotainment yang menyebutkan bahwa Kim tengah dekat dan berselingkuh dengan anggota Boy Band SUZU (SUper ZUper) yang bernama Kim Jong Un. Dalam berita itu juga dipaparkan foto dan video ketika mereka jalan bersama dan makan malam di sebuah angkringan di Kota London, Inggris. Bahkan di berita itu, Kim dan Kim Jong Un dikabarkan telah tidur bersama di sebuah kamar hotel. Melihat berita tersebut kontan membuat Em menjadi emosi. Dalam keadaan marah, Em menemui Kim untuk menanyakan perihal berita tersebut. Setibanya di tempat Kim, Em tanpa pikir panjang langsung marah-marah sembari berteriak.
“Apa benar kamu makan malam dan tidur bersama di sebuah hotel bersama Kim Jong Un?” tanya Em dengan nada emosi.
Kim yang mendengar ucapan Em terlihat kaget dan bingung. Dia tidak menyangka kejadian malam itu bisa masuk berita Infotainment. Tapi dia berusaha tenang dan menjelaskan semuanya kepada Em.
“Itu semua tidak benar, Em! Aku gak pernah tidur dengan dia! kami hanya makan malam bersama!” jawab Kim gugup.
“Hanya makan malam? lantas bagaimana kamu menjelaskan foto-foto ini? sudah jelas kalian keluar dari kamar hotel yang sama!” ucap Em sembari melempar foto foto tersebut dan melemparnya ke wajah Kim.
Melihat foto-foto tersebut, wajah Kim terlihat pucat. Lidahnya kelu dan sulit berkata-kata. Air mata pun keluar membasahi pipinya. Sambil tersimpuh lemas, Kim meminta maaf kepada Em dan berusaha menjelaskan semuanya.
“Aku minta maaf, Em! tapi aku bersumpah tidak pernah tidur bersamanya!” ucap Kim sembari menangis.
“Aku udah gak percaya lagi sama kamu Kim! kamu sudah berkhianat! Setelah semua yang aku lakukan buat kamu? Kenapa kamu tega sama aku Kim!” ucap Em.
Em lalu berbalik badan meninggalkan Kim. Kim berusaha meraih tangan Em untuk menahannya pergi dan meminta maaf kepadanya. Tapi Em melepaskan tangan Kim sembari berlalu pergi meninggalkan Kim sendirian, menangis.

Sejak saat itu, hubungan Kim dan Em berakhir. Kim dan Em tidak pernah sekalipun berkomunikasi sejak saat itu. Berulang kali Kim berusaha meminta maaf kepada Em, tapi tidak pernah berhasil. Kini Kim hanya bisa menyesali kesalahan yang telah dia perbuat.

Waktu berjalan begitu cepat. Hari-hari yang Kim lalui serasa hampa. Gegap gempita dunia selebritis hanyalah topeng untuk membungkus kehidupan mereka yang kosong. Sejak putus dari Em, Kim seringkali melamun dengan tatapan kosong. Kim selalu teringat kenangan ketika bersama Em, sahabat karibnya sejak kecil. Momen manis dan getir telah mereka lalui bersama. Tapi kini, kebersamaan mereka hancur hanya karena kesalahan konyol Kim yang terbujuk rayuan gombal pria lain.

Berulang kali Kim mencoba merajut kasih bersama pria lain. Tapi itu semua tidak pernah berhasil, tidak ada satu pria pun yang bisa memperlakukan dirinya seperti Em. Kebanyakan Pria itu hanya tertarik dengan wajah cantiknya ataupun ketenaran yang Kim miliki. Hanya Em yang tulus menyayanginya. Dalam hati, Kim hanya bisa mengutuki kesalahan konyol yang dia perbuat terhadap Em.

Hari Ulang Tahun Kim tinggal beberapa minggu lagi. Kim sudah mempersiapkan Pesta Ultah yang meriah. Semua orang sudah dia undang, termasuk Em. Tapi dia tidak yakin Em akan datang. Jauh di lubuk hatinya, Kim benar-benar merindukan suara Em. Suara yang sering dia dengar sebelumnya, tapi entah kenapa, kini Kim berharap untuk mendengar suaranya. Harapan yang sepertinya mustahil.

Ulang tahun Kim akhirnya tiba. Semua hal yang berkaitan dengan Pesta Ulang Tahunnya sudah dipersiapkan. Mulai dari dekorasi, makanan hingga acaranya. Malam hari pun tiba. Pesta berlangsung meriah. Semua orang tenar datang menghadiri pesta tersebut. Tapi Kim hanya bisa termenung menatapi langit dan bintang di balkon rumahnya. Seolah semua gegap gempita pesta tidak sedikitpun berpengaruh terhadapnya. Jiwanya terasa hampa. Dalam lubuk hati, Kim rela menukar semua kemeriahan pesta ulang tahunnya hanya demi kehadiran Em seorang.

Tak berselang lama, mata Kim menangkap sosok yang familiar berdiri di bawah balkon sembari menatap dirinya. Orang itu adalah Em, pria yang dia rindukan. Kim tidak menyangka Em akan menghadiri acara ulang tahunnya. Kemudian Em berkata kepadanya.
“Apa kabarmu Kim? Lama gak jumpa yah!” ucapnya sembari tersenyum.
“Yah, lama gak jumpa! Aku baik, kamu sendiri gimana Em?” tanya Kim.
“Aku juga baik! kamu tunggu di situ ya, Aku mau naik ke atas!” ucap Em sembari bergegas meloncat menaiki balkon.
“Jangan nekat kamu Em! Kamu bisa jatuh, hati-hati!” ucap Kim.

Em lalu naik keatas balkon dengan seketika. Sesampainya di atas balkon, Em tersenyum ke arah Kim dan berkata.
“Kamu keliatan cantik malam ini Kim! Selamat Ulang Tahun ya!”
Kim tidak kuasa menahan rasa rindunya kepada Em. Sembari menahan tangis, dia memeluk Em dengan erat.
“Dasar kamu, Em! Selalu saja berbuat nekat dan membuatku khawatir!” ucap Kim sembari menangis tersedu-sedu.
“Aku minta maaf Kim! selama ini aku selalu menghindar darimu!” ucap Em.
“Aku yang seharusnya minta maaf! Aku memang bodoh, sudah terbujuk rayuan pria lain! Maafin aku Em!”.
“Tidak, aku sudah mencari tahu kebenaran berita itu! Kini aku tau, kamu memang berkata jujur. Kamu tidak pernah tidur dengan Kim Jong Un! Maaf aku udah nuduh kamu yang macem-macem!” ucap Em sembari menundukkan kepalanya.
Kim lalu tersenyum dan memegang lembut pipi Em dengan kedua lengannya sembari berkata.
“Gak ada yang perlu dimaafin, Em! Saat itu Kita berdua hanya terbawa emosi masing-masing! Kamu terlihat kurus, apa kamu makan dengan teratur?” ucap Kim.
“Terima kasih, Kim! kamu selalu perhatian sama aku!” ucap Em sembari memegang kedua lengan Kim. Tak lama kemudian, Em berkata.
“Kamu ingat janji aku waktu dulu Kim?” ucap Em. Tak lama kemudian, Em mengeluarkan sesuatu dari saku celananya. Sebuah kotak kecil dikeluarkan dari sakunya dan perlahan dibuka untuk ditunjukkan kepada Kim.
“Ini cincin milik Almarhum Ibuku! maukah kamu memakainya dan menikah denganku kelak Kim?” ucap Em.
Mendengar ucapan Em, Kim semakin terharu dan menutup bibirnya dengan lengan kanan. Dia tidak bisa berkata apapun, Kim hanya menganggukkan kepalanya dan menerima cincin pemberian Em.

Malam itu menjadi momen indah dan tak terlupakan bagi Kim dan Em, berbagai momen getir dan manis pernah mereka alami. Tapi malam itu merupakan momen terindah yang takkan pernah mereka berdua lupakan.

Cerpen Karangan: Algi Azhari
Facebook: facebook.com/algi.azhari
Blog: algigemini.blogspot.com
Tertawalah bahkan ketika seluruh dunia mengasingkanmu, karena dengan begitu kau bisa bahagia.

Cerpen Em dan Kim (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Untuk Sahabat

Oleh:
Aku (Rangga), Rio dan Randi adalah 3 sekawan sehidup semati. Kemana-mana kita pasti bareng. Kita kuliah di satu kampus yang sama, tempat makan favorit kami pun sama. Akan tetapi

Tetesan Hujan

Oleh:
Seharian ini hujan lebat. Hujan ini menghalangi jalanku menuju rumah Rara. Aku jadi menunda untuk kesana. Padahal aku ingin sekali ke rumah Rara, bukan sekedar mengembalikan bukunya saja. Tetapi

Puisi Yang Sering Kamu Ledekin

Oleh:
Dia Sebuah anugerah Tuhan yang terindah jika aku memilikinya. Namun aku tak dapat meraihnya. Aku hanya bisa memilikinya dalam angan. Dia yang terlalu dekat. Dia juga yang terlalu jauh.

Roman Raisa, Bukan Roman Picisan

Oleh:
2018… Awal musim semi di London, suhu udara di sini masih berkisar 8-12 derajat celcius, sisa-sisa musim dingin masih terasa. Namun suhu sekian ini tak mampu lagi membuatku menggigil.

Cokelat Dari Penggemar Rahasia

Oleh:
‘Hai Diva..!. Semoga kamu suka ini.. -Penggemar rahasiamu- ‘. ‘Pasti kau bertanya-tanya, siapa aku. Iya kan? Hehe.. -Penggemar rahasiamu- ‘. ‘Kali ini yang bungkus aku sendiri loh.. cantik nggak,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

3 responses to “Em dan Kim (Part 2)”

  1. indriyana says:

    sumpah ngakak sama nama-nama artisnya..hahahha

  2. Tanda Tanya Tampa Titik says:

    Antara ketawa sama nangis

  3. savitri dwi murdiani says:

    Wah ceritanya bagus idenya kreatif selamat udah jadi top author ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *