First Love Trouble

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Pertama, Cerpen Lucu (Humor)
Lolos moderasi pada: 15 August 2020

“Kamu kenapa?”. Tanya seorang Ibu kepada Raka di sebuah ruang makan. “Gapapa”. Jawab Raka lemas tak berdaya.
“Bohong… Kamu pasti ada apa-apa, cerita aja sama Mama…”. Pintanya dengan penuh perhatian.

“Dia lagi marahan tuh sama pacarnya”. Ujar seorang Perempuan dengan nada meledek, Perempuan itu lebih tua dari Raka, Dia adalah Kakaknya yang bernama Lyra.
“Apaan sih lo!!!”. kata Raka marah.
“Dari tadi… kamu itu cuma ngelamun, makanan yang di piring aja gak dimakan…”. Ujar Mama Raka.

Sementara Raka hanya diam membisu memikirkan seseorang yang entah dimana adanya.

“Sini, ikut Mama…”. ajak mamanya, ke halaman belakang rumah. Di sisi kolam renang, sambil duduk di sebuah kursi, Raka melipat tangannya di meja dan menaruh kepalanya di atas tangannya.

“Kamu kenapa?”. Tanya Mama Raka lemah lembut. Tetapi Raka hanya diam…
“cerita aja sama mama…”. ajak Mama Raka lembut sembari mengelus rambut Anaknya itu dengan lembut.
“diputusin lo, sama pacar lo!!!. Cowok diputusin cewek, cemen banget sih lo!”. Ledek Kakaknya sembari mencubit pipi Adiknya dengan gemas.
“ahh… sakit bego!!!”. Ringis Raka.

Kakaknya hanya diam dan duduk seraya membaca majalah serta sedikit menguping pembicaraan antara Mama dan Adiknya.
“Jadi gini ceritanya…”. Raka pun mulai bercerita.

“kenapa sih, akhir-akhir ini kamu susah dihubungin, aku kan khawatir…”. Gerutu Raka. “dichat gak bisa, ditelepon gak bisa apalagi videocall…”. Lanjutnya berbicara pada dirinya sendiri.

Ia bertanya-tanya apa ada yang salah pada dirinya sehingga ‘pacar’ nya susah untuk dihubungi. Raka hanya menggerutu dari tadi, ketika pandangannya beralih dari smartphone yang Ia genggam ke arah seorang perempuan cantik dan ternyata Ia adalah pacarnya. Ia bernama Cinta.

“Cinta…”. Panggil Raka. Cinta yang sedang berjalan bersama dengan teman LAKI-LAKINYA pun menoleh ke arah Raka.
“Cinta…”. Panggil Raka sekali lagi.
Tetapi Cinta hanya menoleh jutek ke arah Raka dan menarik tangan temannya itu serta menghiraukan sahutan Raka padanya.
“Cinta tunggu…”. Panggilnya lagi. Tapi Cinta hanya pergi begitu saja.

Ketika Raka sedang berjalan sendirian di koridor kelas Ia melihat Cinta yang sedang berjalan sendirian berlawanan arah dengan Raka.

“Cinta…”. panggil Raka ketika Cinta mendengar sahutan Raka Ia berbalik ke arah dimana dia datang. “Cinta tunggu!!!”. Sahut Raka dengan nada sangat tinggi, seraya sedikit berlari dan Raka berhasil meraih tangan Cinta serta mencengkramnya dengan kuat.

“kenapa? Gak suka liat Aku sama cowok itu? Gak suka Aku pegang-pegang cowok itu? Kamu cemburu hah?”. ucap Cinta dengan nada yang meninggi.
“Aku…”. Ucapan Raka terpotong.
“kenapa? Cemburu? Dia itu cuma temen Aku!!! Aku ada kerja kelompok sama dia, jangan cemburu!!!”. Jelas Cinta pada Raka dengan emosinya sangat marah. “LEPAS!!!”. Ucap Cinta seraya membentak Raka dan menghentakkan tanggannya yang dipegang kuat oleh Raka, sementara itu Raka hanya diam kebingungan.
“heh… kan harusnya gue yang marah…”. ucap Raka pada dirinya sendiri.

Pluk! Seseorang menepuk bahu Raka dengan tiba-tiba. “tau dah… hubungan Lo itu aneh, ribet, gak lucu!”. Ucap orang dengan penekanan pada nada bicaranya orang itu lalu pergi meninggalkan Raka sendiri, nampaknya orang itu menguping percakapan antara Raka dan Cinta.

Sementara itu Raka hanya diam kebingungan seraya memandang punggung orang yang tidak dikenalnya itu.

“hahahahaha…..”. Tawa Lyra pecah seketika, karena mendengar cerita Raka.
“apaan sih!!! Berisik lo!!!”. Kesal Raka.
“lagi pms kali pacar lo!”. Cibir Lyra seraya pergi dari hadapan Raka.

“gimana dong Mam?”. Tanya Raka.
“coba deh Kamu inget-inget lagi kesalahan Kamu sama pacar kamu itu”. Kata Mama Raka lembut.
“atau nggak Kamu buat apa gitu, buat tanda permintaan maaf Kamu sama Dia”. Saran Mamanya.
“oke deh mam, aku bakalan coba”. Ujar Raka senang.

“gue bikin apa ya?”. Kata Raka bingung.
“ah, gue bikin kartu ucapan aja, sama gue kasih bunga aja buat Cinta”. Akhirnya Raka pun mendapatkan ide.

Raka mewujudkan idenya dalam secarik kertas, Ia mulai kebingungan lagi “tapi gimana kata-katanya?”. Geram Raka pada dirinya sendiri.

Semalaman Ia tak tidur demi menulis permintaan maafnya pada Cinta, Ia tidur sekitar jam 23.30.

Raka berpamitan pada Mamanya dan berangkat sekolah dengan Lyra yang akan berangkat kuliah.

“gue yakin, pacar lo itu pasti lagi pms”. Kata Lyra sambil tetap fokus menyetir “apaan sih lo? Sok tahu!”. Kesal Raka.
“liat aja entar, dasar adek laknat lo!”. Kata Lyra seraya mencubit pipi putih milik Raka.
“ahh, sakit tahu, mending lo fokus nyetir…”. Kesal Raka.

Sekitar 20 menit perjalanan tibalah Raka di sekolahnya. Ia berjalan menuju kelasnya seraya membawa setangkai bunga mawar mewah dengan secarik kertas yang berisi permintaan maafnya pada Cinta.

Dari kejauhan Ia melihat Cinta bersama temannya. “Cinta!”. Panggil Raka. Cinta pun menghampiri Raka sementara itu teman Cinta berlalu pergi.

“eeee…”. Ucapan Raka terpotong.
”aku mau minta maaf, kemarin aku marah-marah sama kamu, sebenernya aku lagi pms jadi bawaannya suka marah-marah terus ditambah kemarin banyak tugas jadi aku stres banget, jadi kamu deh yang kena marah, maafin aku yah…”. Kata Cinta panjang lebar. “hah?”. Raka menautkan alisnya bingung.

”eeeh, maaf yah aku harus pergi mau ke perpus ngerjain tugas, aku sayang kamu…, bye…”. Kata Cinta berlari pergi menyusul temannya yang pergi ke perpus duluan.

“hah? Terus buat apa gue bikin kayak gini, sampe malem…”. Keluh Raka yang memperhatikan punggung Cinta.
“yang sabar ya bro…”. seorang lelaki berkata seraya menepuk pundak Raka, orang itu adalah orang yang sama, ketika Cinta marah pada Raka. Raka menghela nafasnya gusar…

Raka pulang dengan badmood Ia melepas sepatunya pun dengan tenaga penuh dan wajah yang ditekuk, lalu ia menaiki tangga dengan kesal. Mama Raka yang melihat itu langsung menuju kamar Raka yang ada di lantai atas.

“kamu kenapa lagi?”. Tanya Mama Raka dengan penuh perhatian. Tetapi Raka tak menjawab pertanyaannya dan hanya diam.
“kenapa hemm…”. Tanya Mamanya lagi seraya menarik wajah Raka ke hadapannya. “ternyata dia lagi pms jadi marah-marah sama aku”. Jawab Raka masih kesal. “hahahahahahha…”. Tawa lyra pecah yang sedari tadi menguping pembicaraan Raka dan mamanya di kamar Raka yang mendengarnyapun tambah kesal dan geram.

“kakak…”. Kata mamanya. “bener kan apa kata gue…”. Kata lyra bangga atas dugaannya.
“udah-udah”. Kata mama Raka seraya memeluk anaknya lembut.

Cerpen Karangan: Fina Amalia
Hai nama saya Fina Amalia penulis cerpen amatiran…., jangan lupa dicomment dan dishare ya…

Cerpen First Love Trouble merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hal Hal Terhorror Di Sekitarmu

Oleh:
Aku menyilangkan kaki di sebuah cafe tak jauh dari tempat tinggalku. Di hadapanku seorang siswa SMA dan di sebelahku ada seorang siswa SMP. “Jadi..?” “Sehorror apa kisah lu?” tanyaku

Di sanalah Semuanya Berakhir

Oleh:
Ku susuri lorong belakang sekolahku, seusai jam kegiatan tambahan. Gelap menyelimutiku sore ini, membuat jantungku berdetak kencang. Bulu kudukku berdiri, mengingat betapa seramnya kisah masa lampau dari bangunan tua

Cinta Melahirkan Persahabatan

Oleh:
Kumandang suara adzan membangunkanku dari mimpiku. Semangatku mengalahkan rasa kantukku. Selesai shalat subuh, aku bersiap-siap untuk pergi sekolah. Ya, aku memang sudah tak sabar untuk pergi sekolah, karena hari

Hantu Bus Karona

Oleh:
Bus Karona julukan mobil angkutan umum di kotaku. Ciri khas mobil ini berwarna kuning dan ada juga yang berwarna oranye terang dengan lis hitam mirip mobil antar jemput anak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *