Gara Gara Kentut

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Lucu (Humor)
Lolos moderasi pada: 25 October 2017

Helmy kalut, agenda yang sudah direncanakan jauh-jauh hari gagal karena kentut. “Sial sial sial, kenapa gue gak bisa nahan kentut.”

Di sebuah restoran bintang empat “Tongkol Resto” Helmy bekerja sebagai koki. Sudah hampir dua bulan Dia menggeluti profesi barunya, sebelumnya Dia membantu kakaknya menjual ikan tongkol di pasar dekat rumahnya.

“Berapa bang 1 kotak tongkolnya?.”
“15.000 pak,” jawab Helmy.
“Waaah, gak bisa kurang bang?,” tawar si pembeli. “Saya mau beli banyak nih, ntar langganan di sini juga.”
Preeeeeeet preeeeeeet preeeeeeet. Bukan jawaban yang diberikan, malah kentut panjang mirip-mirip klakson bus yang keluar.
“Aduh… aduh… maaf pak maaf, saya tidak sengaja,” pinta Helmy.
“Hahahaha, iya iya bang”
“Saya sulit nahan kentut pak.”
“Kok bisa gitu bang?.”
“Ga tau pak, udah bawaan hehehe.” “Itu juga yang bikin saya sulit cari pekerjaan.”
“Emang Abang pengen kerja apa?,”
“Sebenarnya saya pengen jadi koki pak.”
“Abang bisa masak?.”
“Bisa pak.”
“Kalau gitu Abang datang saja ke restoran saya, kebetulan kami membutuhkan koki tambahan.”
“Benar pak?,”
“Hehehe iya bang, tapi nanti dicoba dulu masakannya.”
“Siaaap.”
Gara-gara kentut akhirnya Helmy diterima di restoran bapak pembeli tongkol yang ternyata pemilik restoran.

1 Maret, bukan sekedar tanggal biasa yang nempel di almanak. Bagi Helmy hari itu bisa sebanding hari valentine, sederajat hari proklamasi, setara hari kemerdekaan.
Bagaimana tidak, pada tanggal itu Helmy akan benar-benar merasakan kasih sayang suci yang disahkan negara juga agama, memproklamirkan kemerdekaannya dari status jomblo yang sudah disandang 29 tahun.

“Saya nikahkan Zidny Ilma Nafiah binti Soekartono dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas 13 gram dibayar tunai,” ijab pak penghulu mantap dan pasti.
Preeeeeeet preeeeeeet preeeeeeet…. Bukan jawaban qobul diucapkan, eeeeh malah kentut diserahkan. Sontak orang-orang yang ada di situ tertawa, tak terkecuali bapak penghulu juga calon mertua Helmy.

Setelah capek tertawa, prosesi ijab qobul diulang. Memang sudah nasib, kalau pepatah bilang “jangan sampai terperosok ke lubang yang sama!” lha apalah daya kalau lubangnya ada di mana-mana. Kejadian serupa terulang di prosesi ijab qobul kedua, ketiga dan kesekian kalinya.

Akhirnya gara-gara kentut acara sakral bagi Helmy ditunda untuk waktu yang belum bisa ditentukan.

SEKIAN

Cerpen Karangan: M. Madichus Surur
Facebook: surur smart boy

Cerpen Gara Gara Kentut merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Jomblonya Mbak Kunti

Oleh:
Hati siapa yang enggak sedih kalau hidupnya kesepian tak ada yang mengisi hatinya dengan keindahan yang membawa kesenyuman dalam hari-hari yang dijalani, begitu pun dengan gue, dengan hati gue

Apa Mandi Lumpur Sama Saja?

Oleh:
Hawa dingin belum beranjak pergi. masih asik menggoda perempuan di balik selimut merah muda. hembusan lembab sisa hujan semalam agaknya ikut serta, memberi kabar bahwa di luar pintu kamar

Pikun… Cuape… dech…

Oleh:
Andin adalah seorang remaja yang beranjak 16 tahun, energik dinamis, bawel dan baik hati. Tapi satu kekurangan andin dia pelupa alias pikunnya amit-amit dah, satu saat pikunnya bisa jadi

Pelajaran Mengarang

Oleh:
Pak Wanto memberi tugas kepada kami untuk mengarang dengan tema tamasya di Monas, Kebun binatang Raguna, Dufan, TMII, Lubang Buaya dan Sea World. Selama sepuluh menit aku tidak bisa

Rahasia Dari Rahasia

Oleh:
Pada suatu ruang dan waktu, tinggal seorang gadis berusia 70 tahun dan seorang perjaka. Namanya saya enggak tahu karena saya belum pernah lihat KTPnya. Mereka tinggal dengan ketiga anaknya.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *