I Love You “My Family”

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Lucu (Humor), Cerpen Perjuangan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 3 April 2019

Di pagi hari yang masih gelap, matahari belum menampakkan wajahnya, sebagian orang masih ada yang bersenandung di alam mimpi masing-masing, masih bersembunyi di balik selimut mereka yang hangat dan nyaman. Tetapi ada seorang gadis yang telah bangun dan bersemangat untuk melakukan aktivitas rutinnya, memasak, mencuci pakaian, membersihkan rumah dan berbagai aktivitas lainnya. Setiap hari ia jalani dengan sabar, harus bangun lebih awal dari tante dan sepupu-sepupunya dan dialah yang harus mengurus pekerjaan rumah.

Perkenalkan, namaku Arshynta Meyliana, akrab disapa Liana, lahir pada 4 agustus tahun 2000 di Manado, saat ini umurku sudah menginjak 17 tahun, aku bersekolah di salah SMA NEGERI 12 Bandung,
Sekarang aku sudah duduk di kelas XII IPA, aku memutuskan untuk bersekolah dan tinggal jauh dari orangtuaku, karena aku ingin melatih diriku agar bisa mandiri.
Ini adalah kisahku selama bersekolah di Bandung, awal kedatanganku hingga tinggal menunggu hari kelulusanku, ada beberapa kenangan lucu dan pahit yang kurasakan, namun, aku bersyukur atas semuanya… Dan inilah kisahku…

Manado, 1 Juli 2013.
Ayah, Ibu…
Aku Lulus!!!
Dengan wajah yang telah basah oleh air mata, ku berlari ke arah mereka berdua, kucium pipi ayah dan ibu sambil mengucapkan terimakasih, aku tidak bisa berkata apa-apa selain “Terimakasih”, untuk semua pengorbanan dan perjuangan ayah dan ibu dalam menyekolahkanku, hingga aku bisa lulus SMP, Yah.. Masih ada satu tahap lagi, dan itu adalah jenjang SMA.

Sejak aku kecil, aku selalu dimanjakan dengan kasih sayang mereka, aku sebagai anak tunggal menjadi prioritas utama orangtuaku, tidak heran jika banyak orang yang memanggilku dengan julukan “Anak Mama”. Aku selalu sedih, jika dijuluki seperti itu, tapi pada kenyataannya, aku tidak semanja yang mereka kira, waktu aku kelas 6 SD, aku sudah bisa mencuci baju dan seragamku sendiri, Kelas 1 SMP aku sudah bisa memasak, kalian mau menu apa? Tumis? Kuah? Goreng? Bakar? Aneka Rempah? Aku bisa semuanya.. Namun mereka tidak tahu itu, mereka tidak pernah mau mempercayai kata-kataku, mereka selalu bilang “kamu tuh anak tunggal, pasti disayang banget, mana mungkin kamu dibiarin kerja?” atau .. “Kamu tuh sejak lahir, udah makan pakai sendok emas, jadi kamu gak perlu lagi kerja susah-susah” dan yang lebih nyakitin aku, ketika pria yang aku sukai malah menghina aku di depan teman-teman sekelasku “Kamu.. Nggak bisa apa-apa, kamu cuma bisa menikmati harta orangtuamu, kamu gak bakal bisa hidup tanpa mereka, kalau kamu menjauh 10 meter saja dari mereka selama 3 jam, kamu bakalan mati ketakutan..”
Dari situlah, aku ingin membuktikan kepada orang-orang, kalau aku BISA! Hidup mandiri. Nggak bergantung sama orang tua, nggak tinggal serumah sama orangtua, akan ku BUKTIKAN kalau aku Bisa!!… Maka kuputuskan untuk bersekolah di Bandung, untuk menjadi seorang wanita yang mandiri dan tangguh seperti yang selama ini aku impikan.

Bandung, 1 Juli 2014
“Ma… Ada telepon dari Tante Rini, katanya penting…” Teriak seorang anak remaja sambil memegang telepon genggam milik ibunya.
“Ya.. Tunggu bentar, angkat aja cindy tanyakan ada apa menelepon malam-malam?” Jawab ibunya dari Dapur.

“Hallo, selamat malam tante Rini..”
“Hallo, ini Cindy ya? Atau Lili? Soalnya suara kalian mirip”
“Saya cindy tante, ada apa nelpon? Mama lagi Sibuk di dapur, makanya saya yang angkat”
“Oh.. Gini cindy, anak tante, Liana mau sekolah SMA di bandung, makanya tante nelepon, mau ngasih tau mama kamu, mau nanyain, bisa tidak kalau cindy tinggal di rumah?”
“Apa???!” serentak ibu dan anak itu berteriak, sang ibu yang sedang mencuci piring di dapur langsung lari mengambil telepon dari tangan cindy.
“Apa katamu kak? Kamu mau ngirim Liana kemari? Memangnya dia bisa hidup kalau ngak ada kamu kak? Dia kan nempel sama kamu terus dari kecil?”
“Iya, Liana mau ke bandung San, kamu jangan lebay deh, memangnya Liana itu manja banget ya? Enggak kali, justru dia mau sekolah di sana buat buktiin, kalo julukan “anak mama” itu gak berlaku lagi sekarang, karena dia udah remaja”
“Ya udah deh kak, aku sih terserah kakak, tapi jangan ngeluh yah kalau Liana nggak betah lama-lama di sini, karena aku akan kasih dia pelatihan yang terbaik, dan pastinya akan buat image “anak mama” hilang dari diri Liana, tenang aja kak”
“Ok deh, kalau gitu, Minggu depan Liana akan terbang kesana, kamu harus jemput dia di bandara ya, catat jam tibanya pukul 5 sore, ok?”
“Ok, beres”..

(Hari keberangkatan Liana pun tiba, dan kini ia sudah berada di bandung)

Bandung, 7 Juli 2014
“Cepat Cindy, Lala.. Kita harus jemput Liana, ini sudah jam 4.45”
“Iya ma… Kami lagi dandan dulu, ngak mungkin kan, kita jemput kak Liana dengan kondisi kayak baru bangun tidur gini?”
“Ok, cepat cepat…”

(Dan dimulai lah Perjuangan Liana, di kota Bandung,
“selamat datang di dunia yang sebenarnya, selamat tinggal “anak mama”, akan kubuktikan. aku bukan lagi Liana si anak mama”)

Bandung, 8 Juli 2014
Hari pertamaku di Bandung, aku dibangunkan jam 4.45 pagi, mataku serasa masih mau terpejam berjalan saja aku sempat menabrak lemari baju, kemudian menabrak meja, belum juga bekerja, namun badanku sudah sakit duluan.

Di hari pertamaku
Tante Sin melatihku untuk bangun pagi-pagi buta, untuk Memasak, mencuci pakaian, menyapu, menyetrika dan semua pekerjaan rumah, ia berikan kepadaku, ditambah lagi, betapa terkejutnya aku ketika melihat tumpukan cucian kotor yang sudah ber aroma aneh, kata tante sin, itu cucian yang sengaja ia tumpuk selama seminggu untuk penyambutan kedatangan ku “oh ya Tuhan, matilah aku” batinku…
Ditambah lagi kulkas yang kosong melompong, hanya tersisa saus tomat, tidak ada bahan makanan yang memadai untuk dimasak, jadi mau tidak mau aku harus ke pasar untuk berbelanja.

Selesai berbelanja aku pun memulai aksiku, dengan jurus seribu bayangan “kage bunsin non jutsu” (wkwkwk, kebanyakan nonton anime) kucuci, potong dan syat syat syat, seperti bermain sirkus, tidak menunggu lama, 3 menu sudah siap, ada sayur capcay, ayam goreng crispy dan kuah asam. Ditambah nasi di ricecooker pun sudah matang.. Jadilah sarapan pagi ini dengan masakan sederhana namun nikmat dan menggoda..

Hari pertama yang melelahkan menurutku.. Aku pun harus terbiasa dengan semua ini, karena 3 tahun kedepan bukanlah waktu yang singkat, aku harus bertahan dan makin semangat untuk menjalani hidup baruku sekarang

Di hari-hari berikutnya, aku ditantang Tante San untuk melakukan hal yang mungkin terdengar Gilaaa… Bagaimana tidak gila? Aku yang aslinya perempuan tulen, ditantang buat memanjat pohon kelapa, coba bayangkan?
Pastinya aku bakal langsung merosot turun setiap kali naik, turun lagi, naik turun lagi, begitu seterusnya, sampai suatu hari aku benar-benar bisa memanjat pohon kelapa setinggi 10 meter.

“dengan latihan dari tante ini, kelak kamu gak perlu takut digigit anjing, kalau kamu dikejar, panjat saja pohon mangga tetangga, kan lebih pendek dari kelapa” kata tante San.
“Iya sih, masuk akal juga, tapi… Caranya tante San itu bikin merinding” jawabku.

Tidak cukup sampai disitu, setelah seminggu beristirahat dari kejahilan tante San, minggu berikutnya aku ditantang kembali oleh tante San yaitu untuk “menangkap Kecoak dan Cicak yang ada di rumah”.

Aku langsung cengo mendengarnya..
“NO!!! BIG NO!!!” teriakku histeris,dan Tante San hanya cengir tidak jelas ke arah ku.

“Pelatih Penangkapan Kecoak dan Cecak, lokasi 101 di depan lemari, ganti”
“Anggota Penangkap Kecoak dan Cecak, lokasi tidak ditemukan, ganti”
“Kamu dimana Liana?” Tanya tante San
“A.a…aku di WC tante, g..a.gak tahan, pengen ngompol rasanya, abis pe..pe.pegang badan cecak, hiiiii, mau mati rasanya” jawabku sambil gemetar
“Hahaha, kamu mengaku kalah yah Liana? Kalo gitu, tante akan telepon mama kamu dan bilang kamu pengen pulang”..
“Oii.. Jangan Tante!!! Ok ok, aku bakal lanjutkan tantangan ini, walaupun aku harus pipis berkali-kali” jawabku…

Tiga hari aku bergulat melawan rasa yakin dan jijikku dengan kedua hewan itu, setiap pulang sekolah, aku sempatkan untuk menjahili setiap ekor cecak yang aku temui, dan membuangnya jauh keluar jendela, begitu juga kecoaknya, akhirnya…
Aku pun terbiasa, dan aku berhasil mengahadapi tantangan Konyol Tante San, dengan susah payah.

“Tante, ini nih kecoak sama cecaknya, udah aku Pegang, pelintir, dan putar-putar akhirnya mereka tepat aku bikin”
“Bagus… Kamu lolos”

“Tante, buat apa coba, tante tantang aku buat nangkap makhluk aneh kayak gini?”
“Itu… Supaya kamu gak bikin malu pacar kamu kelak, kan gak seru tuh, lagi nonton berdua, terus tiba-tiba ada kecoak terbang, kamu langsung ngompol, nanti diputusin pacar kamu loh..”
“Hehehe, sampai segitunya yah, khayalan tante San” jawabku sambil nyengir, karena aku sampai hari ini masih JoPy “Jomblo Happy”.

Akhirnya… Tante San berhenti memberikan “Tantangan” aneh kepadaku, Aku sangat bersyukur, akhirnya dia Lelah…

Seminggu berlalu…
Sebulan berlalu…
Setahun berlalu…

Hari-hariku berjalan seperti biasanya, seperti saat pertama kali aku datang kesini, aku harus bangun pagi, dan menyelesaikan pekerjaan rumah, lalu aku akan mandi dan bersiap ke sekolah.

Oh ya, aku juga punya beberapa teman baru di sekolah namanya Rara dan Riri, sebenarnya masih banyak yang lain, tapi cuma mereka yang paling akrab denganku, mereka berdua anak kembar, tapi sikap dan tingkah laku mereka benar-benar terbalik, Rara adalah anak yang percaya diri, Aktif dan konyol. Sedangkan Riri lebih suka diam, bahkan jika ditanyai hanya ada anggukan atau Gelengan kepala jarang sekali ia bersuara sehingga terkadang suasana akan terasa sangat horror jika aku hanya duduk berdua dengan Riri.

Di sekolah aku terkenal dengan julukan “Master of Bio” karena semua hal yang menyangkut Biologi sangat mudah kupahami, bahkan seperti di luar kepala, selama aku bersekolah disini, belum pernah aku mendapat nilai 80 di tugas biologi, yang ada hanya angka 95 atau 100.
Karena itu, aku sangat bangga Bisa punya julukan baru, julukan yang lebih bermakna, di sekolah aku tidak pernah lagi mendengar ocehan “anak mama” terhadapku, yang ada hanya “Master of Bio”, “Lover Anime” atau “Unnie Sarangheyo” ketiga julukan itu paling sering aku terima di sekolah, arti dari julukan pertama kalian sudah tahu kan?, sedangkan julukan kedua, karena aku sangat senang menonton film anime, apalagi Naruto, memang konyol kedengarannya, tapi kalau sudah cinta sama anime mau gimana lagi?, sedangkan julukan ketiga itu dari teman-teman kelasku, mereka memanggilku begitu karena aku adalah ketua kelas, jadi menjamurlah julukan itu hingga ke kelas-kelas sebelah, membuatku jadi terkenal…

(Kehidupan Liana berubah drastis, di bandung, ia bisa mengembangkan dirinya, lebih dari yang orang-orang bayangkan)

Bandung, 1 Juli 2017
Hari Kelulusanku

Detik-detik menunggu pengumuman itu seperti sedang bermain lotre, sangat penasaran dan takut sampai-sampai seperti mau gila, teman-temanku juga merasakan hal yang sama, bahkan ada yang sudah berkeringat dingin dan memucat akibat gugup yang berlebihan, dan setelah menunggu selama 1 jam… Mic pun berbunyi, menandakan bahwa pengumumannya akan segera dibacakan…

“Selamat sore siswa-siswi sekalian, hari ini, bapak merasa sangat sedih dan juga bahagia, karena diberikan kesempatan untuk membacakan hasil ujian yang menentukan masa depan kalian kelak..”

“Dari 245 siswa yang mengikuti UN, ada 25 orang siswa yang tidak lulus, mereka adalah
…… …

… (Hening)
.. yang tidak lulus ialah…
Siswa yang tidak mengikuti UN!!!”

“Huuuuuuwuuuuu…!!!”
Serentak semua anak bersorak-sorai gembira, artinya kami semua LULUS, Ya! Kami semua!!…

“Dan untuk peraih peringkat pertama umum nilai UN tertinggi, jatuh kepada… Arshynta Meyliana!!!…”

“Yeahhh..!!! Dengan air mata yang jatuh tanpa sebab, aku memeluk teman-temanku, aku bahagia, sangat bahagia, ini adalah air mata kebahagiaanku…” kataku sambil menangis..

Akhirnya, perjuangan Liana berakhir bahagia..

Apakah kamu juga pernah bermimpi seperti Liana? Jika iya, bermimpilah, kejarlah, dan wujudkanlah…
Mimpi itu seperti udara, kamu tak bisa melihat kemana perginya, seperti apa bentuknya, yang jelas, kamu bisa merasakan bahwa udara itu ada didalam tubuhmu, udara itu bisa membuatmu hidup, maka seperti itulah Mimpi yang ingin kamu raih…

The End

Cerpen Karangan: Theresia Gunardi
Blog / Facebook: Theresia Gunardi

Cerpen I Love You “My Family” merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Harapan Mati

Oleh:
Siang ini sangat membosankan. Guru yang seharusnya mengajar siang ini sedang sakit. Jadi, ia tidak masuk hari ini. Suasana kelas yang ribut disertai cuaca yang panas membuatku serasa di

Mencium Hawa Penjara Di Dalam Kampus

Oleh:
Pagi itu ketika angin dan gedung-gedung tinggi bersedia menyapa kami di pinggir jalan yang hendak menuju kampus, hari itu kami begitu bersemangat menerima ilmu di bangku perkuliahan. Dengan tas

PHP dan PHO

Oleh:
Aku berusaha untuk ceria hari ini, walaupun sebenarnya hatiku masih sakit setelah kejadian hari itu. “Ah sudahlah” pikirku berulang kali. Entah kenapa aku bisa sebodoh itu mempercayai seorang yang

Siapa Do?

Oleh:
Sinar matahari membuatku terbangun dari tidurku, rupanya seseorang telah membuka jendela dan membiarkan matahari dan udara pagi masuk ke kamarku. Aku pun bergegas pergi ke meja makan, seperti dugaanku

Kakak, Aku dan Dia

Oleh:
2 tahun lalu aku duduk di kelas 7 smp. di sekolah itu aku mempunyai kakak kelas yang bernama kak rahma, kak rahma sudah aku anggap seperti kakak kandungku sendiri.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *