Jeritan Malam

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Lucu (Humor), Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 23 December 2013

Malam semakin pekat. Kegelapan yang menyelimuti malam di Kampung Gandaria membuai kehidupan dalam kesunyian yang dalam. Semilir angin yang berhembus mengantarkan sang Dewi Malam ke dalam tapuk penguasa malam. Kabut malam di langit, menenggelamkan sang rembulan dan bintang ke dalam selimut kepekatan.
“Aaaaaa…!!!”
Terdengar suara jeritan perempuan yang memecahkan keheningan malam. Suara jeritan perempuan itu begitu kerasnya dan menggema ke seluruh pelosok kampung yang cuma berisi puluhan rumah saja.

Dennis pemuda kampung yang malam ini sedang mendapat jatah tugas ronda, segera berlari ke arah asal suara itu bersama teman rondanya sambil memukul kentongan. Dennis pemuda yang baru seminggu menikah dengan gadis kampung pujaannya, Livina, tampak sangat cemas dengan jeritan suara ini yang seperti mengarah pada rumah mertuanya tempat ia dan istrinya tinggal.

Suara kentongan yang saling bersaut membuat penduduk kampung Gandaria terbangun dari tidurnya dan semua beranjak ke luar rumah melihat situasi. Kehidupan mendadak muncul kembali malam ini di kampung Gandaria gara-gara jeritan seorang wanita.

Malam ini Malam Selasa Kliwon. Malam dimana seluruh penduduk Kampung Gandaria yang berjenis kelamin laki-laki sibuk berjaga dan meronda. Sudah tiga bulan lamanya tiap malam Selasa Kliwon penduduk Kampung Gandaria diteror oleh manusia yang cuma bercawet belel. Manusia bercawet belel ini meneror rumah-rumah penduduk dengan mencuri barang berharga tanpa diketahui tuan rumah yang tertidur pulas. Yang lebih mengerikan terutama bagi kaum wanita, manusia bercawet memiliki sifat c*bul. Makhluk ini doyan sekali meniduri istri-istri para penduduk kampung dan sialnya para suami mereka sering tidak tahu kalau istri mereka mengalami pelecehan oleh manusia bercawat ini.

Suara jeritan perempuan tadi terus menerus terdengar, Dennis semakin yakin bahwa suara jeritan itu berasal dari rumah mertuanya. Dennis sadar suara perempuan yang menjerit-jerit adalah suara istrinya, Livina dan adik kandungnya Rachel. Malam ini hanya mereka berdua yang tinggal di rumah sementara mertuanya pergi menginapa di rumah famili.

Dennis berlari sangat cepat mendahului rekan-rekannya. Rasa cemas yang sangat, membuat pengantin baru ini berusaha secepat mungkin sampai di rumah mertuanya. Dennis tak ingin istri dan adiknya menjadi korban kec*bulan manusia bercawat belel.

Sampai di rumah mertuanya masih terdengar juga suara dua orang perempuan yang saling menjerit-jerit.
“Livina, buka pintunya!” Kata Dennis sambil menggedor-gedor pintu depan rumah.
Bukannya membuka pintu depan, Livina dan Rachel malah semakin keras jeritannya. Dennis menduga bahwa si manusia cawet belel telah berada di dalam rumahnya. Karenanya Dennis segera mencongkel pintu dengan tongkat besi yang biasa ia bawa jika meronda.

Pintu depan berhasil terbuka. Dennis dengan cepatnya langsung masuk ke dalam ruang kamar tidur dimana ia melihat istri dan adiknya saling berpelukan sambil menjerit-jerit ketakutan.
“Mana makhluk bercawet itu?” Kata Dennis sambil menghunuskan tongkat besinya.
“Dia.. dia.. dia…” Kata Livina terbata-bata sangking ketakutannya sambil menunjuk ke arah ranjang tidur.
Dennis tertegun begitu melihat makhluk yang berada di atas ranjang tidur.
“Pantas saja mereka berdua menjerit-jerit ketakutan” Kata Dennis dalam hatinya.

Mahkluk itu berkumis panjang tapi hanya beberapa helai saja. Mulutnya agak kepanjangan, telinganya lebar dan bulat. Meski tubuh mahkluk itu mungil, namun ia memiliki ekor yang panjang. Makhluk itu memang benar-benar mahluk yang menjijikan dan terus menerus giginya mengerat-ngerat papan kayu ranjang.
Mahluk menjijikan yang membuat dua perempuan muda menjerit-jerit itu mendadak bersuara begitu melihat Dennis.
“Cit.. Cit… Cit.. Cit…”

Cerpen Karangan: Theoketik
Facebook: www.facebook.com/TheoGultrom
Theoketik seorang penulis serba basi yang lahir di tempat servis mesin ketik. Tak terhitung karya-karya besar Theo yang banyak dihasilkan darinya macam: Cerpen yang Hilang, Novel kehabisan Kertas, Roman kehabisan kata-kata dan yang paling fenomenal dan banyak di buru oleh para Kutu Busuk adalah Trilogi Habis Tinta.
Karya besar Theo ini telah dipindahkan seluruhnya ke layar lebar yang tak satu pun lolos Badan Sensor Film.
Semua karya-karya Theoketik banyak terinspirasi dari perjalanan hidupnya yang buta hurup, buta aksara dan buta sastra.
Theoketik memang seorang penulis besar yang sangat rendah mutu.

Cerpen Jeritan Malam merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tragedi Berdarah di Perry’s Bookstore (Part 3)

Oleh:
Mario mulai menghilangkan keberadaan dari kerumunan itu layaknya Assasin sebelumnya, setelah Adam menjelaskan beberapa trik yang digunakan pelaku untuk membunuh korban. Adam juga meminta tolong Mario untuk memeriksa kembali

Sandal Jepit Merah

Oleh:
Hari ini Hari Minggu. Biasanya Ayah mengajakku pergi ke kota untuk sekedar jalan-jalan atau makan di luar, namun tumben sekali Ayah masih sibuk di depan laptopnya sampai jam 10

One Night Full Mistery (Gentayangan)

Oleh:
Suara rintik hujan masih Terdengar hingga pukul 23.45 malam, entah kenapa hujan kali ini tak kunjung reda, padahal sudah hampir delapan jam hujan mengguyur daerahku, memang hujan saat ini

Perspektif

Oleh:
Mega-mega lembayung yang berkelindan dalam cakrawala sudah hampir menjelma menjadi hitam. Mentari pun perlahan mulai muak dengan langit dan segala isinya, hingga ia perlahan-lahan turun dari singgasananya. Tapi tidak

Sandi AZ Dan Ikatan Persahabatan

Oleh:
Kota Samarinda terlihat memukau dengan sungai mahakam-nya. Aku merasakan begitu. Aku kini, duduk di atas dermaga, di sebuah bangku panjang. Menikmati sajian senja berupa sunset. Yang ditemani dengan awan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

4 responses to “Jeritan Malam”

  1. Stella Ardinta Y.P. says:

    Sumpahhh…. keren banget !!!!
    Tak pikir itu hantu, eh nyata nya tikus !!!!

  2. dhita indah sari says:

    ternyata cuma tikus…..
    hadeh…..

  3. Tak kirain hantu bercawet belel ternyata tikus

  4. Muhhammadd Alvian (Vian) says:

    Betul!Tadix Gue kira”HANTU BERCAWET BELEL”Ternyata TIKUS!
    hhh….lucu Bgtt deeehhh…..:)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *