Kakang Santri Ehem Ehem

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami, Cerpen Lucu (Humor)
Lolos moderasi pada: 23 February 2021

Libur pondok telah tiba yaa inilah yang paling ditunggu-tunggu kami sebagai santri, setelah berangkat Syawal kemaren, baru hari ini kami diizinkan pulang ke rumah masing-masing. Senyaman apapun disini dan seenak apapun makanan disini rasanya beda sama di rumah hmm jadi pengin buru-buru pulang. Tapi sayang aku gak boleh pulang, yah namanya juga sudah masuk jajaran pengurus pondok putri ya gini deh jadinya, tetap mengabdi di pondok.

Malam ini benar-benar sepi, tiada suara santri mengaji, bercengkrama, nyanyi nyanyi, pokoknya malam ini super sepi duh bosennya minta ampun.

Setelah selesai beres beres ndalem abah yai ku masuk kamar dan pemandangan membosankan pun terlihat. Semua temanku sedang teleponan dan sibuk dengan hpnya.
Tak lain dan tak bukan mereka lagi chat sama kakang kakang idamannya. Ya bisa dikatakan orang spesial (takut salah kalau disebut pacar hehe). Aku yang cerewet dan gak punya doi langsung teriak

“Woyy.. kebakaran tolong”
“Hah dimana kebakarannya? Yang bener ajah luh” jawab temannya yang sedikit kaget.
“ya nih dalam hatiku. Aku panas mba liat kalian sibuk sendiri. Aku yang gak punya doi bisa apa?” jawabku sambil lari ke lantai atas. Yah biasa mulai menyendiri.

Jujur, meskipun saya keamanan di pondok, namun sifat asli saya gampang mewek kalo urusan hati. Contohnya sekarang. Emang sudah tidak jadi rahasia umum kalo setiap libur pondok pasti semua chatingan antar sesama santri. Aku yang dicap santri galak gak ada yang chat aku sama sekali. Padahal kalo urusan wajah Alhamdulillah nomor satu cantiknya. Hehe

Kubuka beranda aplikasi biru, yah scrool scrool buat obat gabut. Siapa tahu ada yang inbox. Bagai laba-laba menanti elang, zonk. Mataku pun mulai gak jelas mulut pun sudah menguap belasan kali.

Tiba tiba logo pesanku bunyi, ada yang inbox dengan nama kang falah. Kok namanya gak asing yah? Buru-buru kubuka. Isinya begini

“Assalamu’alaikum, ini mba farah kan?”
“Wa’alaikumsalam yah benar, maaf ini siapa yah? Apa saya kenal?”
“Hehe ini aku kang Idris”
“hah kang Idris vokal hadroh pondok? Yang bener”
“Iya mba, masa bohong. Sengaja nama fbku disamarkan biar gak pada tau hehe”
“Hmm.. gitu yah, eh ada perlu apa yah kang, tumben ngechat?”
“Nggak, Cuma pengen ngabarin ajah, boleh minta WA?
“Oh gituh, ni kang 088xxxx”

Entah mengapa kami lancar saling balas chat, dan dengan mudahnya kuberikan nomer WA ku padanya, padahal pantangan sekali kalo hpku ada nomer cowok apalagi kang santri. Tapi kok beda yah dengan kang Idris, apa aku ada rasa padanya? Ahh nggak mungkin.

Chatingan pun berlanjut di aplikasi hijau, lebih nyaman dan cepet. Dari deretan cowok idaman dia termasuk tipeku hehe, maaf. Wajahnya ganteng, suaranya bagus, katanya lagi dia pinter baca kitab itu sih katanya. Ada kumis tipis serta perawakan yang mapan membuatku… Eh sudahlah gak mau berharap lebih darinya.

Tiba-tiba dia ngajak video call dan bodohnya lagi langsung saya angkat. Kamipun ngobrol panjang lebar seakan ini malam terindah. Seneng banget pokoknya.

“farah, aku mau ngomong boleh?” dia tanya
“boleh kang, silahkan” jawabku singkat
Kali ini kami sudah telepon tidak lagi vcall, maklum sinyal kurang bagus.

“Udah ada pacar atau orang spesial gituh apa belum?”
Deg. Ini pertanyaan atau lari? kok bikin jantung berdebar-debar kenceng banget?

“Emang kenapa ya kang?”
“Enggak Cuma nanya kalo udah ada juga gak papa kok”
“Mmm… Belum kang. Hehehe”
“Yang bener mba? Kalo aku ndaftar boleh?”
Duh mulai nglantur nih, dan bodohnya lagi aku nurut ajah kaya dipelet. Mungkin ini kata hati lagi kasmaran.

“Boleh kok siapa yang mau nolak kakang ganteng vokalis lagih. Heheh”
Duh keceplosan.
“kamu mau nggak jadi orang spesialku, kita komitmen saling ada rasa satu sama lain. Gimana?”
Spontan ntah darimana iblis merasukiku ku teriak
“mauuuuuuu”

Plak! Tiba-tiba kakiku sakit seperti ada yang mukul
“bangun bangun mba farah, ini udah mau adzan subuh. Cepat ke kamar mandi, malah ngelindur. Huh dasar jones, eh hahaha kabuur” suara mba sinta duh bikin kesel..

“Haaaaaaaah? Mimpi??? Kesal kesal” teriakku sambil mukul mukul paha.
Rasanya gimana yah, seakan semua tadi nyata dan hampir kuperoleh hati si akang idris, idamanku. Kini lenyap seketika. Nasib nasib .. ah sudahlah setidaknya tidak di alam nyata alam mimpi pun jadi. Hehe

Kubuka hp dan ada notif di mesenggerku, kubuka harap harap mimpiku jadi kenyataan. Loh kok Miftahul Huda nama fbnya dan memang itu nama aslinya, itu fb kang huda iya panggilannya kang huda supir abah yai yang sudah mungkin 6 bulan mukim di rumah. Ternyata bukan kang idris huft..

“Assalamu’alaikum mba farah, ini kang huda supir abah, mungkin sampean sudah kenal. sebelumnya saya mohon maaf dan gak mau bertele tele, abah yai kemarin dawuh supaya saya ta’aruf dengan sampean, abah ingin menjodohkan saya dengan sampean, sebelum diberitahu abah yai alangkah baiknya saya mengawalinya biar nanti tidak kaget. Maaf mungkin itu dulu sudah larut malam, ini nomer WA ku 088xxx wassalamu’alaikum” itulah isi pesannya

Dag dig dug kutampar tampar pipiku ternyata ini bukan mimpi ini nyata. Alhamdulillah ya Allah.. siapa sih yang nggak seneng, tiba-tiba dichat oleh kakang ganteng supir abah udah mukim. Diajak ta’aruf lagih. Nggak papa kalo kang Idris gagal kumiliki kalo penggantinya kang huda hehehe. Ibarat kata tiada gula pasir masih ada gula jawa. Mungkin ini lebih baik karena dengar-dengar kang idris playboy looh ups.. hahaha

Sekian keep smile

Muhamad Luqman

Cerpen Karangan: Muhamad Luqman
Blog / Facebook: Muhamad luqman al-mursyid
Namaku Muhamad luqman asli banyumas jawa tengah.kelahiran 2001 alumni ponpes Alfalah Mangunsari Jatilawang Banyumas

Cerpen Kakang Santri Ehem Ehem merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Harapan Mati

Oleh:
Siang ini sangat membosankan. Guru yang seharusnya mengajar siang ini sedang sakit. Jadi, ia tidak masuk hari ini. Suasana kelas yang ribut disertai cuaca yang panas membuatku serasa di

Doa Dalam Diamnya Cinta

Oleh:
Lantunan irama sendu dari langit serasa menenangkan hati seakan mendamaikan jiwa, merasakan setiap titik kesejukan yang datang dengan kelopak mata menyayu bersama dengan bibir menyungging menyambut air karomah dari

Di sanalah Semuanya Berakhir

Oleh:
Ku susuri lorong belakang sekolahku, seusai jam kegiatan tambahan. Gelap menyelimutiku sore ini, membuat jantungku berdetak kencang. Bulu kudukku berdiri, mengingat betapa seramnya kisah masa lampau dari bangunan tua

Mendadak Guru Privat

Oleh:
“Neng kalo mau chat di WA teh gimana”, Tanya Jodi, jemarinya sibuk mengetuk layar selfie expertnya. Aku menoleh sebentar. Tanganku masih mengetik di atas keyboard. “coba cari di menunya

Istiqomah dalam Hijrah

Oleh:
Percakapan di dm Instagram… “Assallamuallaikum wr wb, Akhi Azri?”, dm ku di instragram Azri ikhwan yang disukai oleh wanita yang kucintai. “Wallaikumsalam wr wb, Iya Akhi. Maaf ini dengan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *