Kepala Dingin

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Lucu (Humor)
Lolos moderasi pada: 8 July 2019

Di sebuah sekolah menengah pertama (SMP) terdapat seorang siswa lelaki, namanya Gilang. Gilang merupakan siswa lelaki yang manja juga pemalas, dia tak mau berpikir untuk mengerjakan tugas. Setiap ada tugas, dia pasti menyontek pada teman sebangkunya yaitu Resta. Resta merupakan salah satu siswi terpintar di kelas 9A.

Pagi ini guru matematika mengumumkan bahwa akan diadakan ulangan harian, tentunya semua murid merasa gelisah dan takut tidak bisa mengerjakan soal ulangan yang diberikan oleh guru matematika.

“Pagi anak anak!”, sapa bu Eni yang merupakan guru matematika.
“pagi bu!”, sahut siswa dan siswi di kelas 9A.
“Hari ini kita ulangan harian”, kata bu Eni.
Semua murid terbelalak mendengar hal itu.
“Untuk mengerjakan soal matematika ini, ibu sengaja memberi waktu 2 jam. agar kalian bisa berpikir dengan kepala dingin. baiklah ibu akan bagikan soalnya sekarang”, jelas bu Eni seraya berkeliling membagikan soal matematika.
Seusai itu hp bu Eni berdering tanda ada telepon masuk.
“Aduh, ada telepon”, gumam bu Eni.
“anak anak, tunggu sebentar ya! ibu ada keperluan dulu”, kata bu Eni yang langsung pergi ke luar kelas sembari berbicara dengan seseorang yang meneleponnya.

“Res!”, bisik Gilang.
“apa?”, sahut Resta.
“No 1 apa jawabannya?”, tanya Gilang.
“Ya ampun Gilang, soal ini mah gampang”, kata Resta.
“Ya terus?”, kata Gilang.
“Makanya kamu kerjakan soal ini dengan kepala dingin”, Jelas Resta.
Gilang menghela nafas, lalu dia beranjak dan pergi k eluar kelas.

7 menit kemudian, Gilang kembali dengan membawa sebuah kantung keresek berwarna putih. Gilang pun duduk di bangkunya. Lalu dia mengeluarkan sesuatu yang ada dalam keresek putih itu. Tampak sebuah es batu di tangan Gilang. Tangan kirinya memegang es batu kemudian meletakan es batu itu tepat di atas kepalanya. Sementara tangan kanannya sibuk menulis jawaban soal matematika. Resta yang tak sengaja melihatnyapun dibuat heran.

“Kamu sedang apa?”, tanya Resta.
“Aku sedang mengerjakan soal”, jawab Gilang.
“Lantas, untuk apa es batu kamu letakan di kepala kamu?”, tanya Resta.
“Katanya aku harus mengerjakan soal matematika dengan kepala dingin. Es batu kan dingin. Ya sudah, kuturuti saja apa katamu”, jelas Gilang yang membuat Resta naik darah.
“Oh my god, Gilang! maksud aku itu bukan seperti itu. Maksud kepala dingin itu adalah pikiran di kepala kamu itu harus tenang. Bukannya dingin pakai es batu”, gerutu Resta.
Sementara itu Gilang hanya tersenyum menunjukkan semua giginya.
“hehehehe…”, tawa Gilang.

“Capek dehh!”, tanggap Resta seraya menepuk keningnya.

TAMAT

Cerpen Karangan: Indriani Pujasari
Facebook: Indry Indriani
Sekolah: (kelas x) SMKN 1 SUKATANI
Tempat tinggal: Sukatani, Purwakarta, Jawa Barat

Cerpen Kepala Dingin merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Gak Punya Judul

Oleh:
Toet, toet, breng, breng! Toet, toet, breng, breng!! Suara marching band terdengar membahana di sepanjang jalan raya pahlawan. Anak-anak SMA Masa Depan serentak berhamburan memenuhi pinggir jalan depan sekolah.

Boyband Dalam Kardus

Oleh:
Panggil aja gue JONES, temen temen gue yang ngasih panggilan itu. Emang sih gue gak tahu arti dari panggilan itu, tapi gue rasa gue suka panggilan itu, gue pikir

Let’s go Shopping

Oleh:
Hai! Namaku Vita, hobiku adalah belanja (shopping). Hari ini, aku akan bercerita “Belanja bareng Keluarga dan Sepupu”. Daripada kalian semua penasaran, sekarang aku mulai ya ceritanya. Pagi ini, aku

Sahabat Baru dari Jepang

Oleh:
Burung-burung berkicauan di pagi hari, sedangkan aku sibuk mencari buku KKPK yang entah ke mana. Oh ya perkenalkan namaku Nasha Maura panggilanku Maura. Aku bersekolah di Smart Internasional School.

Senyuman dari Surga

Oleh:
Michelle adalah seorang anak perempuan yang sangat baik. Ia merupakan anak tunggal dari keluarga yang sangat kaya. Meskipun sangat kaya, ia sangat hemat, berbeda dengan ayahnya yang sangat boros.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *