Kura Kura yang Menyebalkan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fabel (Hewan), Cerpen Lucu (Humor)
Lolos moderasi pada: 14 April 2018

Saat itu Kura-Kura sedang makan di warung makan, masa’ di warung sepatu. Ternyata penjaga warungnya sedang pergi karena kebelet pipis. Penjaga warung itu adalah Kambing. Karena tidak ada siapa-siapa, Kura-Kura pun tergiur sampai ngiler melihat beberapa makanan yang dijual. Padahal dia gak bawa uang.
“Aku akan memakan semuanya, mumpung penjaga warungnya gak ada,” gumam Kura-Kura.

Baru 1 detik makan, terlihatlah Kambing itu di hadapannya.
“Lho, kamu dari mana aja?” tanya Kura-Kura kaget.
“Memangnya kamu itu siapa? Ngapain nanya-nanya kabar segala?” bentak Kambing.
Kura-Kura sangat gemetaran. Dia langsung lari keluar dari warung itu sambil membawa makanan yang baru saja mau dimakannya tadi. Padahal itu cuma rumput, lagian kan Kura-Kura gak makan rumput.
“Woy bayar sini!!! Awas ya kamu!” Kambing berteriak lagi, lagi dan lagi. Dan lagi. Mau lagi?
Tapi dia gak peduli, asalkan bahagia.

Setelah kecapean, Kura-Kura duduk di samping pohon kaktus. Dia gak tertusuk duri kaktusnya karena punya cangkang. Namanya juga Kura-Kura. Lalu dia mau istirahat. Dia mengambil makanan curiannya tadi.
“Lho, kok rumput? Balik lagi aja deh ke warung itu,” setelah itu Kura-Kura berjalan ke warung tadi.

Di perjalanan dia bertemu Kelinci. Kelinci tidak menyadarinya, dia masih lari terus entah mau berapa jam.
“Woy, STOP!!!” ucap Kura-Kura.
“Kenapa emangnya?” Kelinci itu bertanya sambil lari di tempat.
“Kamu ngapain sih?”
“Lari lah, masa’ gak liat?”
“Iya maksudku ngapain kok lari-lari,”
“Aku mau latihan buat lomba lari,” Kelinci menjawabnya dengan berbohong.
“Ah, lari kok kayak gitu?” Kura-Kura meledek Kelinci.
“Terus gimana?” tantang Kelinci yang tak mau kalah.
“Gini, aku tunjukin ya…”
Kura-Kura langsung berlari. Tanpa sengaja makanannya tadi jatuh tapi gak dipeduliin. Kura-Kura gak tau ternyata dia larinya lambat banget.

“Oh, jadi seperti itu ya?” kata Kelinci yang sengaja menyindir. Dia tersenyum sinis.
“Ya sudah, besok kita akan lomba lari di sini. Kita akan mengelilingi lapangan ini, lalu…”
“Siapa bilang ini lapangan?”
“Aku!”
“Oh ya sudah, lanjutkan,”
“Kita lomba lari, siapa yang paling cepat dialah yang menang.”
“Oke terserah kamu,”

Esok hari, Kelinci sudah berada di tempat itu, tapi Kura-Kura belum.
“Wah, pasti dia takut kalah cepet sama aku,”
“Siapa…” tanya Kura-Kura yang muncul di balik batu.
“Kamu!”
“…yang nanya?”
“Susah deh ngomong sama kamu,”
“Ya sudah ayo mulai saja lombanya.”

Lomba pun dimulai tanpa aba-aba. Kelinci langsung berlari secepat kelinci. Sementara itu Kura-Kura hanya berlari kecil.

Setelah Kelinci selesai mengelilingi tempat itu…
“Lho, kok kamu bisa duluan? Padahal aku tadi gak ketiduran.” Kelinci bertanya dengan marah karena tidak setuju kekalahannya.
“Iya, ada trik-triknya,”
“Trik-trik gimana?”
“Tadi aku lari kecil, nah baru beberapa langkah terus aku balik lagi ke posisi awal.”
“Harusnya tadi ada jurinya,” gerutu Kelinci.

Tiba-tiba si Kambing datang sambil berlari.
“Hoi kamu, bayar yang kemarin!!!”
“KABUUUR…”
Setelah itu Kura-Kura kabur. Larinya lebih cepat daripada Kelinci.
“Lho kok bisa sih?” Kelinci bingung.

SELESAI

Cerpen Karangan: Utami Putri

Cerpen Kura Kura yang Menyebalkan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ada Tumbuhan Bercahaya, Euy!!!

Oleh:
Pukul 10.22 pagi. Di sebuah kelas tampak seorang guru tengah menguraikan pelajaraan Ilmu Pengetahuan Alam. Suaranya serak menenangkan siswanya yang tak mau diam di bangku pelajaran. Kelompok yang sudah

Liburan di Rumah Kakek

Oleh:
Pagi ini Shelly terlihat sedang packing-packing. Hendak ke mana dia? Ooh, ternyata dia akan pergi ke kampungnya dan menginap di rumah kakeknya. Libur semester ini agak panjang, jadi dia

Tahi Lalat Ayu

Oleh:
“Kenapa judulnya tahi lalat Ayu Kak?” tanya Ayu. “Sebab punya orang lain tahi lalatnya jelek-jelek. Ada yang di punggung, dengkul, tumit, jidat. Kalau Ayu kan di bawah bibir,” jawab

Angkot Ngot Ngotan

Oleh:
Hampir separuh hidupku kuhabiskan di angkot (supir angkot gituh?). Bukan deh, maksudnya adalah angkutan umum super canggih ini telah menemani hari-hari gua selama menjadi pelajar SMA sampe selesai kuliah.

Jadi Itu Apa

Oleh:
Saat itu jam 10 malam. Tapi, Rafael belum mengantuk. Dia itu orangnya suka sekali begadang. Seringkali dia telat pergi ke sekolah dan dimarahi Bu Dewi, wali kelasnya. Tapi entah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *