Lika Liku Tugas Akhir Satrio (Part 1: Perkara Kata Pengantar)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Lucu (Humor), Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 7 August 2019

Dalam dunia ini, ada kelahiran ada kematian, ada kesenangan ada kesedihan, ada pertemuan dan ada perpisahan. Oh Tuhan apa hamba Mu sanggup menahan ini semua? Lelah dan letih yang dirasakan ini entah kapan berakhirnya. Tolong Baim ya Tuhan. Baim anak baik kok. Eh sebentar siapa Baim? Nama gue kan…

“Woiiiii satrio!!! Ngapain lo ngelamun di situ? Skripsi lo masih belum kelar juga??”.
“Nggak usah teriak-teriak gitu bisa kan tan, pusing nih gue dengernya.”

Haii gue Satrio mahasiswa fakultas Ekonomi Jurusan Bisnis dan Manajemen semester akhir yang lagi sibuk-sibuknya ngerjain skripsi, cita-cita gue untuk saat ini ya kelarin skripsi gue lah, sidang, lulus, terus wisuda deh. Ya kalo soal nilai sempurna nomor sekian deh, bisa LULUS aja udah anugerah terindah dari Tuhan. Setidaknya emak bapak gue bisa ceritain ke sodara-sodara tetangga kanan kiri depan belakang kalo anaknya ini udah jadi sarjana. Gimana? Cita-cita gue sederhana kan? Ya iyalah gue gak mau sombong kok yang cita-citanya setinggi langit dan bumi. Eh sori bumi di bawah. Jadi kayanya gak tinggi deh. Bener gak?

Oh iya yang tadi manggil gue namanya Bintan temen SD gue, temen SD yang sampe sekarang masih ketemu di kampus yang sama dengan jurusan yang sama. Gue klarifikasi kita normal kok bukan penyuka sesama jenis atau apalah itu. Ini murni semata-mata kebetulan aja! Sumpah!

Tapi kalo diliat-liat doi lebih beruntung daripada gue. Secara ya sejak SMA entah kenapa dia jadi lebih populer dari gue. Ups sori gue juga gak kalah populer kok guys tapi ya balik lagi ke awal karena gue gak mau sombong. Baik kan gue. Gue gak maksa kok sumpah. Oh ya dan lebih beruntungnya lagi doi udah sidang dengan nilai sempurna. Oh God…

Oke oke gue gak apa-apa. Namanya nasib orang kan beda-beda. Ambil hikmahnya aja dengan gue telat sidang, Tuhan mau mempertemukan gue dengan gebetan gue yang aduhaiii cantik dan memang udah gue incer sejak jaman orientasi tahun lalu. Yakk doi junior gue donk. Namanya Sari Caem banget guys. Imut-imut tapi gak kaya marmut kok. Masih orang doi.

“Eh Gimana sat? Masih ada yang revisi?” Ujar Bintan. Seketika membuyarkan lamunan gue yang indah tentang Sari gebetan gue yang kece itu.
“Eh elu tan, iya nih biasa lah dospem* gue itu ya kata pengantar gue aja dipermasalahin.”
“Hah?? Di permasalahin gimana? Kok bisa sih?? Aneh banget.”
“Iya kata dospem gue kata pengantarnya nggak pas, terlalu panjang katanya pake ngomel lagi tuh dospem. Lagi PMS* kayanya”
“Mana coba gue liat kata pengantarnya sat?”
“Nih coba lo liat aja sendiri, kata pengantar perfect begini kok malah disuruh revisi.”

“Woiiii kata pengantar apaan ini!!”
Bintan agak terlihat shock dengan karya tulisan gue yang indah nan megah itu. Mungkin doi gak pernah liat kata-kata sebagus itu kali ya. Ya gimana donk gue gak mau sombong sih. Tapi ya udahlah ya.

“Gimana tan? Bagus banget kan? Gue tuh emang berbakat.”
“Berbakat apaan lo sat!”
“Aduhhh! Kenapa lo ngelempar gue pake skripsi gue sih, lecek sayang nih ngeprint lagi gue nanti.”
“Eh sat, gue kalo jadi dospem lo, bakalan gue jadiin bungkus gorengan nih skripsi lo, ya kali kata pengantar lo panjang banget sampe sepuluh lembar, cuma gara-gara lo ngucapin terimakasihnya gak kira-kira. Orang sekampung namanya lo catet semua di sini yah? Gila lo!”
“Aduh tan gue tuh orangnya kan baik hati tidak sombong dan rajin menabung nih, jadi setiap orang yang bantuin gue dalam penyelesaian skripsi ini ya gue catet donk buat kenang-kenangan tan. Jadi nanti kalo anak-anak gue baca skripsi gue nih mereka bakal liat siapa orang-orang terbaik pendukung bapaknya dulu. Gimana keren kan gue. Pemikiran panjang brohh.”
“Suka-suka lo dah sat, yang ada anak-anak lo sedih liat skripsi bapaknya yang heboh itu. Sumpah ya sat gue gak ngerti lagi ya apa hubungannya mbok inem pembantu rumah lo sama skripsi lo itu?”
“Lho, mbok inem itu orang paling berjasa kedua setelah keluarga gue donk. Doi yang selalu mengerti gue dikala tengah malam gue laper gara-gara begadang mikirin skripsi, dia yang masakin gue nasi goreng ikan teri andalannya itu atau mie instan buat gue makan plus seduh kopi buat gue tan.”
“Lagian lo juga sih skripsi dipikirin, skripsi ya dikerjain lah brohh. Kapan selesainya coba kalo skripsinya cuma lari-lari dipikiran lo doank.”
“Ya kan sambil dipikirin gue kerjain juga tan.”

“Nah ini siapa lagi Bang Mamat? Tukang sampah komplek lu? Gila kali ya? Tukang sampah aja lo masukin di kata pengantar skripsi lo.”
“Ya gimana donk, bang Mamat itu selalu support gue tan, setiap kali gue keluar pintu rumah trus ketemu bang Mamat doi selalu bilang mas yang semangat ya skripsinya semoga cepet lulus jadi sarjana, gitu tan. Jadi ya doi juga salah satu bagian dari sejarah pembuatan skripsi gue.”
“Lagi gue heran ya sat, tukang sampah komplek lo aja bisa sampe tau lo lagi skripsi. Artis lo ya?”
“Ohh itu tukang sampah gebetannya mbok inem, kayanya sih mbok inem suka cerita jadinya tau.”

“Saran gue nih ya Satrio Adikusumo Putro Atmodjo mending lo revisi tuh kata pengantar daripada lo jadi bahan bully junior-junior nanti kalo skripsinya dipajang di perpustakaan. Bikin malu yang ada.”
“Yaelahh Bintani Saputra Jaya berani tampil beda itu baik. Eh kok gue kaya iklan ya??”
“Ahh suka-suka lo deh, udah ah gue duluan ya mau ambil undangan wisuda nih di Ruang Sekretariat bye sat.”
Bintan pun berlalu dari tempat gue menuju Ruang Sekretariat kampus dan gue pun mulai termenung kembali. Bintann udahh wisudaaa duluaannn guysss akhh gue kapaaannnnn???.

*dospem : dosen pembimbing
*PMS : Pra Menstruasi

Cerpen Karangan: Priscilla Andini
Blog / Facebook: Priscilla Andini
Priscilla Andini
20 June 1993
IG: @priscillaandini
FB: Priscilla Andini

Cerpen Lika Liku Tugas Akhir Satrio (Part 1: Perkara Kata Pengantar) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Berawal Dari Mata

Oleh:
Kulangkahkan kakiku di sunyinya pagi. Aku mulai melakukan aktivitas sehari-hariku. Yaitu, sebagai siswi di sebuah sekolah menengah atas (SMA). Meski jarak rumahku dengan sekolah tidak terlalu dekat, tetapi aku

Hanya Sebuah Tulisan Kacau

Oleh:
Mungkin sudah satu bulan lebih kau tak mengabariku dan memberi tanda-tanda kehidupan darimu, memang saat itu kita terpisahkan oleh jarak yang tidak lebih dari 30 km. Apa kau tau?

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Lika Liku Tugas Akhir Satrio (Part 1: Perkara Kata Pengantar)”

  1. moderator says:

    Semoga part selanjutnya lebih seru! dan konyol… ^_^ Gokil juga ni cerita…

    ~ Mod N

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *