Mau RenSot, di Suruh Mencok

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Lucu (Humor)
Lolos moderasi pada: 6 December 2013

Tanggal 17 Juli 2013, ada sebuah acara besar-besaran yang diadakan oleh Keluarga Pak Budiman. Acara tersebut adalah acara yang diadakan karena anaknya berulang tahun, sekaligus karena anaknya Dini meraih peringkat pertama saat kenaikan kelas. Semua warga Kampung Bonmoso diundang tak terkecuali kedua orang sahabat berumur 17 tahun yang bernama Londo dan Binso. Mereka pun datang ke tempat tujuan dengan tepat waktu, karena tak ingin ketinggalan makanan enak yang dibuat oleh Bu Santri (istri Pak Budiman), yang terkenal akan kelezatan masakannya.

Pukul 16.00 WIB pun, mereka berdua datang dengan pakaian rapi, dan mereka pun tak kelewatan meminyaki rambut mereka yang sangat berantakan biasanya. Saat sampai di tempat tujuan, mereka duduk rapi di sebuah kursi yang berada di pojokan.
“Hei, Binso! Menurutmu, makanan apa yang nanti akan kita santap, ya?” tanya Londo kepada sahabatnya Bisno.
“Mungkin, soto. Karena, kalau ada acara seperti ini, di Kampung nenekku, pasti hidangannya soto. Kalau menurutmu, apa Do?” tanya Bisno balik ke Londo.
“Kalau menurutku, ya! Kita makan rendang. Kalau sore-sore gini, di Kampung bibiku, pasti hidangannya rendang. Apalagi, kalau siang-siangnya panas, sore-sorenya makan rendang tuh. Kan enak, pake acar dingin.” jawab Londo sambil membayangkan makanan kesukaannya rendang.
“Eh, Do! Gimana kalau kita bertaruh! Kalau misalnya nanti keluar makanan rendang, maka aku nggak makan. Aku minum saja. Akan tetapi, kalau keluarnya soto, maka kamu nggak makan, minum saja. Setuju, nggak.” tantang Bisno yang sebenarnya takut-takut nggak makan. Karena, dia belum makan dari pagi, dia menunggu masakan Bu Santri yang enak, itu lho!
Beberapa saat, Londo berpikir. Jelas, sama seperti Bisno ia pun juga tak makan dari pagi. Kemudian, ia menjawab, “Oke, aku setuju! Aku kan lelaki sejati.” ujarnya.

Mereka pun menunggu makanan sambil mendengarkan nyanyian cempreng dari Dini, anak Pak Budiman, mohon maklumlah Dini kan masih kelas satu naik ke ke kelas 2 SD. Mereka pun juga mendengar sebuah cerita dari anak kebanggan kampung, yaitu seorang gadis berkulit sawo matang yang meraih peringkat pertama lomba bercerita tingkat Nasional. Beberapa lama menunggu, akhirnya datanglah yang mereka tunggu-tunggu yaitu, acara makan-makan. Mereka pun memasang muka tegang. Akhirnya, yang pertama makanan yang keluar adalah… obokan, yang digunakan untuk mencuci tangan itu, lho!
“Tuh, kan, rendang.” ujar si Londo. Kan nggak biasanya soto pake obokan.
Yang kedua keluarlah… kecap, garam dan lombok. “Tuh, kan soto!” ujar Bisno.
Dan yang terakhir keluar adalah… buah yang sudah di potong-potong. Lalu dari speaker terdengar suara Bu santri. “Selamat sore, para saudara sekalian. kita akan mulai makan-makanannya dengan makanan seadanya yaitu memencok buah-buahan segar yang saya beli dari kota.” ujarnya sambil tersenyum.

Yah, ternyata yang keluar bukannya rendang, atau soto seperti yang dipertaruhkan Londo dan Bisno tadi, malahan keluar sebuah piring berisi buah segar untuk dipencok. Kalau gitu, sih mending nggak perlu pakai acara besar-besaran segala, kali! Dikiraiin mau makan apa. Wkwkwkwkwk kasihan mereka berdua ya. Udah nggak makan dari pagi, disuruh mencok pula. Mencretlah yang keluar. Makanya, kalau ada acara di dekat rumahmu, jangan nggak makan dari pagi. Makan aja dulu. Kalau saja, sama seperti kejadian Londo dan bisno yang nggak makan dari pagi, malah disuruh mencok, kan kasihan.

Cerpen Karangan: Ivana Angelita
Facebook: Ivana Angelita

Cerpen Mau RenSot, di Suruh Mencok merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hewan Dapat Membahayakan Cinta

Oleh:
Mulai hari rabu kemarin dia gak ada ngehubungin aku sampai sekarang pada hari kamis pukul 00.00 wib. Aku coba ngehubungin dia cuman nomornya gak aktif dan lineku cuman diread

Ngedate Pertama

Oleh:
Malam minggu ini gak seperti malam-malam minggu yang lalu. Hari ini tuh hari pertama gue ngedate. Wah! senengnya gue. Dan ini tuh boleh gue akui untuk pertama kalinya gue

Habis Galau Terbitlah Move On

Oleh:
“Rara… BANGUN…, udah siang ini weh lu kagak bangun ape?, lu mau gantian ama Mami jaga warung hah?” Mami teriak-teriak nggak jelas di kamar gue. “Berisik! 10 menit lagi

Angkot Ngot Ngotan

Oleh:
Hampir separuh hidupku kuhabiskan di angkot (supir angkot gituh?). Bukan deh, maksudnya adalah angkutan umum super canggih ini telah menemani hari-hari gua selama menjadi pelajar SMA sampe selesai kuliah.

Emak, Gue Jadi Artis!

Oleh:
“Mak, liat deh tuh!” kataku seraya menunjukkan jari ke arah televisi. “Apaan sih?” timpal Emak yang penasaran. “Itu loh mak acara di tipi. Noh, emak liat kan? Duh mak,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

3 responses to “Mau RenSot, di Suruh Mencok”

  1. Barii says:

    cerpen yang lucu, tapi agak aneh. Msa ada acara, disuruhhh mencokk.

  2. Elle Cimp says:

    asyikkk

  3. Anindia Eliza says:

    Ivana, aku itu suka banget lho sama cerpenmu! Semua cerpenmu! Yang paling kusuka adalah yang ini. Tapi, jududlnya kamu salah ketik. harusnya kan “Mau Rensot disuruh Mencok” tapi punyamu “Mau Rensot di sururh MEncok” harusnya kata di dan kata suruh itu digabung lho! Tapi tetap bagus kok Ivana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *