Miripis Membawa Kenangan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Bahasa Sunda, Cerpen Lucu (Humor)
Lolos moderasi pada: 27 October 2016

Tadi 5 jam 56 menit 45 detik yang lalu. Terjadi hujan yang debitnya tidak terlalu deras atau biasanya orang-orang nyebutnya itu hujan miripis. Akibat hal itu diriku yang terbilang manja tak tahan dengan kehadiran si miripis. Terpaksa diriku yang sedang asik menunggangi si jelug kendaraan roda dua saya harus menepi ke bahu jalan. Ya memang kebetulan bangunan di bahu jalan yang saya singgahi untuk sementara handal sekali menangani si miripis. Tak sehelai buluku yang basah kuyup. Semua serangan miripis dari barat, timur, selatan, utara ditangkis bangunan ini.

Dikala menunggu si miripis menciut kaya gini tu. Entah kenapa aku serasa mengingat kenangan-kenangan pahit manis with si dia. Ya emang kenangan dikala itu aku terjebak miripis hanya berduaan with si dia. Sweet memories bangeut lah. Dia yang ngertiin aku dikala kedinginan memberi kehangatan membuat hati sanubariku kembali bergejolak. Pertama ku bertemu si dia. Si dia lagi duduk anggun di pojok beralaskan batu bata yang tersusun rapi untuk menopang berat tubuh si dia. Dengan jari yang lihai dan licin memainkan telepon gengamnya menambahkan kesan angkuh semakin enggan diriku untuk berucap. Padahal ku ingin sekali berucap sepatah atau dua kata padanya.

Ku berdiri dan membusungkan dada
“e…” sepatah hurup yang keluar dari mulutku .
Ternyata diriku tak mampu
Karena diriku enggan memotong keasikan dia main handphone. Mungkin ku harus menunggu. Ku terus menatapnya, si dia masih main hp. Ku tetap menatapnya, si dia terus main hp. Ku masih dan masih terus menatap si dia, si dia masih dan masih main hp. Lama-lama kusaya telen juga hpnya. Da si dia mah gitu gak pernah ngertiin sinyal-sinyal yang kulontarkan ke diri si dia.

Eitttet etetetet akhirnya saat ditunggu tiba si dia tidak terfokus lagi dengan layar handphonenya. Saatnya momenku untuk berucap
“mang 10 rebuen we” ujarku
“Di ladaan t?”
“Sa sendok we”

Segerrrr hujan-hujan makan cuanki coy hehehe

Begitulah ceritaku bertemu si dia tukang cuanki
Terima kasih telah meluangkan waktu kalian atas membaca tulisan ini

Taqqurngacostory

Cerpen Karangan: Ahmed Sootaqqur

Cerpen Miripis Membawa Kenangan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Lepas Tangan

Oleh:
Pagi itu Mei meninggalkan rumah, sapaan udara dingin pagi sukses mengenai tubuhnya. Ia Bergegas menuju sepeda, lalu mengkayuh secepat mungkin. Sekolah masuk pukul 07.00 tepat. Tapi pukul 06.55 ia

Masalah Sharmay

Oleh:
Matanya menjelajahi seisi rumah itu. Asri banget, pikir gadis yang tengah menunggu si empunya rumah. Ini pertama kali bagi Sharmay -anak kampung baru merantau ke kota- menduduki sofa empuk

Kegalauan Boris

Oleh:
Kukuruyuk…! Nampak jeritan ayam yang lantang, menandakan pagi telah tiba Boris pun langsung bergegas bangun dari tidurnya, lalu Boris pun meniggalkan tempat tidurnya dengan meninggalkan warisan dari celananya, dan

Nasi Goreng Susu Cokelat

Oleh:
Siang yang sangat terik membuatku bergegas untuk sampai ke Cafe. Cafe itu sudah lama ku dirikan bersama Kakak laki-lakiku, Kak Adit, yah hanya untuk sampingan sih, pikirku untuk kesibukan

Boyband Westlept (Antara Ada dan Tiada)

Oleh:
Merenda mimpi menjadi kenyataan adalah obsesi setiap insan yang bernyawa. Berbagai usaha pasti dilakukan untuk mencapai mimpi tersebut. Meski peluh mengering dan raga tak lagi menunjukan ketegarannya, hal itu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *