Misteri Sebuah Gang

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Lucu (Humor), Cerpen Misteri, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 20 November 2017

Waktu itu sebenarnya adalah hari paling indah dalam hidupku. Dari pagi sampai menjelang sore tiada hentinya perut ini mendapat makanan Gratis. Teman-temanku banyak yang mentraktirku mulai dari yang ulang tahun, menang lomba, dan yang diterima cintanya. Dan Juga ada acara di madrasah waktu itu. Tapi yang paling kenyang sih ditraktir sama temanku yang diterima cintanya. Mungkin karena itu cinta pertamanya. Jadi sangat spesial dan dia juga anak orang paling kaya di kampungku, Jadi waktu dia bilang makan sepuasnya aku juga tidak segan. Tidak segan-segan untuk makan banyak. Sampai-sampai aku tak bisa berdiri.

Tapi hal yang tidak diharapkan itu terjadi, hal yang merusak hari paling indah dalam sejarah hidupku. Kejadian itu bermula saat aku baru pulang dari madrasah tempatku sekolah. Sore yang sepi, tenang dan damai. Aku berjalan pulang menuju ke rumah, kupegangi perut yang sudah penuh ini, laksana orang hamil. Ketika aku melewati sebuah gang. Timbul pertanyaan di benakku “kenapa aku gak lewat gang ini saja ya? Kan lebih dekat. Daripada susah lewat sana jauh, harus memutar lagi jalannya”. Rasa malasku mendobrak petuah yang diberikan orangtuaku untuk tidak boleh masuk gang ini. Tidak hanya orangtuaku, orang-orang sekitar pun percaya bahwa gang ini berhantu. Makanya mereka tidak pernah masuk gang ini.

“Apa-apaan orang-orang ini, masa takut sama hantu. Takut itu sama Allah. Kalau beneran takut baca aja ayat kursi kan kelar. Aku ini anak madrasah tidak takut yang namanya hantu, heuh”. Aku pun berjalan masuk ke dalam gang sambil mengusap hidung dengan jempol gaya bruce lee.
“Mana tidak ada apa-apa, sudah kubilang tidak ada yang namanya hantu” aku pun melanjutkan langkahku, tapi tiba-tiba seperti ada yang menarik-narik bajuku dari belakang. Pikiranku mulai terbang, perasaan takut itu mulai merasuk dalam tubuhku. Tapi aku berusaha menenangkan diri aku berpikir positif. Mungkin itu si Erik temanku yang paling usil pikirku.

“rik udah gak usah usil gitu gue tau itu elo kan. Elo mau apa? Iya gue lupa gak bawa kado tadi”
Tapi erik gak menjawab, terus aja dia tarik-tarik bajuku. Sampai akhirnya bajuku robek. Perasaan marah mulai menguasaiku karena siapapun yang merusak baju baru dari ibuku ini tiada ampun, termasuk itu sahabatku sendiri” Rik mau lo apa sih?” sambil menoleh kebelakang.
Dan alangkah terkejutnya aku, ternyata yang menarik-narik baju kesayanganku sampai merusaknya itu bukan erik. Dan Bukan juga hantu. Lebih seram dari itu. ANJING GALAK. Yang telah lepas. Yang memiliki sedikit belang di badannya. Yang selama ini ramai dibicarakan orang karena sudah ada dua korban akibat keganasannya itu. Sepupuku dan juga tetanggaku. Tapi sudah seminggu ini tak ada yang melihatnya. Apa mungkin selama ini dia menungguku di sini. Apakah aku akan jadi korban yang ke tiga. Berbagai macam pikiran negatif berkecamuk di dalam benakku.

Saat aku dalam rasa panik atau dalam ketakutan otakku gak jalan. Aku berlari tetapi bukan ke depan yang lebih dekat menuju rumah. Aku malah berbalik dan melompati anjing itu. Aku berlari sekencang mungkin. Tetapi apalah daya anjing itu lebih cepat dariku. Ketika dia hampir menangkap kakiku dari belakang, di depanku sudah berdiri ibu-ibu bersenjatakan galah. Anjing itu pun berbalik dan pulang dan dia tidak jadi menggigitku. Alhamdulillah.

Anjing itu memang telah hilang seminggu ini, tetapi kalau mau tidur dia selalu pulang ke rumah. Dan si ibu pun menyarankan pada warga agar tidak masuk gang ini apalagi ketika hari menjelang malam. Anjing itu tidak takut siapapun kecuali pemiliknya dan entah siapa yang menyebarkan gossip gang ini ada hantunya, yang jelas bukan hantu tapi anjing galak, itu kata pemilik anjing.

”terima kasih bu. Kalau tidak ada ibu saya gimana jadinya”. Aku pun tidak lupa mengucapkan terimakasih.
Aku pun berjalan pulang, dan dari belakang ada yang menepuk kedua pundakku. “dar” dan ternyata itu erik. “Wey keren, gaya baru baju lo”. ucap erik meledek
“lo tau kan gue dikejar anjing galak”
“tahu”
“terus kenapa gak nolongin”
“kalau gue nolongin gue ikut dikejar dong”
“dasar”
“udah, ayo kita main ps di rumah gue”
“ok gue ganti baju dulu ya?”
“iya, gue tunggu di rumah”.
“iya”

Perasaan senang pun kembali lagi dalam tubuh ini. setelah hujan reda pasti ada pelangi yang indah, dan itu yang kurasakan kini, oh Tuhan terima kasih.

TAMAT

Cerpen Karangan: Kartono Anwar
Blog / Facebook: Kartono_Bilang.blogspot.com/ Kartono Anwar Nasution
Email:
anwar_kartono[-at-]yahoo.com
pangerankartono[-at-]gmail.com

Cerpen Misteri Sebuah Gang merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Berandalan Remaja

Oleh:
Kami sekumpulan pemuda-pemuda tanggung yang merasa hebat dan tak terkalahkan. Tidak ada yang benar-benar menakutkan bagi kami selama kami masih bersama. Kami hanyalah kumpulan-kumpulan teman-teman dekat yang melakukan banyak

Cintaku Berguna Enggak?

Oleh:
“Pergi! Pergi aja Lu dari kehidupan gua! Gua udah muak ngeliat muka Lu!” teriak Desi. “Apa? Dengan mudah Lu bilang gua harus keluar dari kehidupan Lu? Emangnya, gua salah

Si Anak Baru

Oleh:
Di sekolah Merli ada anak baru, lalu Merli menceritakan hal itu pada kakaknya. Topik yang sama Merli ungkapkan lagi di sekolah bersama dengan teman-temannya, semacam gunjingan ibu-ibu arisan. “hari

Menggapai Mimpi Walau Tanpa Ayah

Oleh:
Di suatu hari ada rumah yang cukup besar yang berisi dua keluarga yaitu anak dan ibu, tidak ada sesosok ayah yang dapat menjadi kepala keluarga. Mereka berdua telah berpisah

Siapa Elna Sebenarnya

Oleh:
“Go, go, go ayo Nita pasti kamu menang!” seru Misya menyemangati Nita yang sedang lomba voli. Ketika waktu istirahat, Nita dan Misya melihat Elna sedang membaca buku. Ketika Nita

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *