My Story

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Lucu (Humor)
Lolos moderasi pada: 8 June 2016

Dengan wajah kusut dan pakaian yang tak jelas lagi bentuknya, Andy berjalan gontai menuju kos-an.

“Ngapa lu? Mukanya ditekuk gitu. Udah kaya baju belom di setrika aja”
“BT gue”
“BT kenapa sih? Cerita sama gue”
“Tadi gue abis dimarahin abis abisnya sama majikan baru gue”
“Kok bisa?”
“Tadi kan gue disuruh nyuci baju, gue nyari nyari bak sama gilesan, tapi gak ketemu. Ya udah, langsung aja gue ceburin pakaiannya sama sabunnya di kolam renang”
“Hahaha.. Terus gimana lagi?”
“Majikan gue nyuruh pake mesin cuci. Katanya tinggal masukin, terus dipencet. Ya udah gue masukin dah tuh baju baju majikan gue, terus gue pencet pencet. Tapi tetep aja tuh mesin gak mau nyala.”
“Emang apanya yang lu pencet?”
“Bajunya lah. Kan yang mau dicuci bajunya”

Andre semakin terpingkal mendengar cerita Andy. Sampai sampai dia rela menunda poop demi mendengar cerita Andy tentang pekerjaan barunya.

“Cuma karena itu doang?”
“Gue juga disuruh bawain kopernya. Gue pikir dia mao pindahan. Ya udah gue masukin semua barang barangnya”
“Terus majikan lu marah?”
“Belum. Karena gue gak mau dibilang gak sopan karena pegang pegang dalemannya, gue pake garpu buat masukinnya. Eh, dalemannya malah pada bolong”

Andre tak bisa menahan tawanya. Dia terus tertawa sampai air matanya mengalir. Dan karena memang dia sedang ingin buang air besar, dia pun jadi “kelepasan”

“Bau apa nih?”
“Uhm.. Anu.. Gue udah gak tahan. Maafn gue ya, Ndy”

Andy langsung lari keluar kos-an agar tak mencium aroma bau yang dihasilkan Andre. Sementara Andre berlari menuju toliet sambil menahan agar tidak ‘Keluar’ lagi

Cerpen Karangan: Dwi Wulandari
Blog: dwiwulandari369.blogspot.com

Cerpen My Story merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Terjebak Khayalan

Oleh:
Adzan Isya belum berkumandang. Wajah Imran terlihat ngantuk, sekali-kali ia menguap. Adiknya, Marwan duduk bersandar di tiang gubuk. Ayah dan ibu mereka sudah meninggal setahun yang lalu. Setelah orangtua

Dunia Terbalik

Oleh:
Hari ini sama seperti kemarin. Tak ada yang berbeda, tak ada yang spesial. Cuma satu kata yang dapat aku simpulkan, yaitu “membosankan”. Aku yang selalu datang paling terlambat ke

Botol Kayu

Oleh:
Di suatu kota hiduplah 4 gadis yang bersahabat sejak kecil. Keempat gadis tersebut bernama Siti, Ina, Imeh, Miya. Mereka mereka selalu dihindari oleh temen-temannya karena kecantikan mereka yang diibaratkan

Keluarga Gesrek

Oleh:
Angin pagi menerpa wajah mulus Karin dan Iqbaal. Walau ini masih jam 6 pagi, mereka sudah berangkat ke sekolah. Entahlah apa yang mereka pikirkan sehingga datang sepagi ini. “Baal,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *