Nostalgia Ramadhan (Hari Pertama Puasa)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Lucu (Humor), Cerpen Ramadhan
Lolos moderasi pada: 6 March 2018

Namaku Ujang. Aku sekolah di salah satu sekolah swasta di Banjarmasin. Aku baru naik kelas 6 Sd.

Waktu itu tepat jam 03.30 aku terbangun setelah mendengar teriakan mamaku yang sangat keras. “Ujang bangunnnn!” Teriak mama. “Iya ma iya.” Jawabku dengan kondisi setengah sadar. Aku keluar kamar langsung menuju meja makan.

“Banyak atau dikit nasinya Jang?” Tanya mama. “Sedikit aja ma.” Jawabku dengan lemas. “Cuci tangan dulu sebelum makan Ujang! Kebiasaan banget langsung makan aja”. “Iya ma.” Kataku.

“Wah mama kreatif ya, sekarang kobokan ada sayur-sayurnya.” Kupuji mama. “UJANGGGG! Itu sop bukan kobokan!” Teriak mama dengan nada yang kesel. “Hah? Maaf ya ma faktor ngantuk sih”.

Setelah makananku habis, aku langsung ke kamar mandi untuk sikat gigi. Tapi, ada yang beda dengan pasta giginya, terasa sangat pahit di lidahku. Lalu kutanya mama “Ma kok pasta giginya pahit banget? Gak kaya biasanya.” “Masa? Emangnya kamu ngambil di sebelah mana?” Tanya mama dengan heran. “Sebelah kiri ma”. “UJANGGGG! Itu bukan pasta gigi tapi krim malam mama! Teriak mama. “Lahh? Salah lagi aku ya ma?” Tanyaku dengan bingung. “Ya iyalah Ujanggg!” Teriak mama sekali lagi.

Cerpen Karangan: Satria Nugraha

Cerpen Nostalgia Ramadhan (Hari Pertama Puasa) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Selimut Bali Raza

Oleh:
Di tengah hari, gadis cilik bernama Raza berlarian di pinggir selokan sambil terengah-engah. Matanya beberapa kali kelilipan terkena debu beterbangan. Sampai ia berhenti di depan sebuah toko selimut bali,

Ulang Tahun Bunda

Oleh:
Pagi yang cerah… “Kring… Kring… Kring…” seperti biasa bel alarm Niki berbunyi keras tepat pada pukul 05.00. Niki langsung terbangun dari tidurnya dan berfikir sejenak. “Ini tanggal berapa yaa?”

Harta Karun Itu Bukan Milikku Lagi

Oleh:
Suatu malam seorang nelayan dari sebuah desa kecil pergi melaut mencari ikan untuk mencukupi kebutuhannya sehari-hari, hari demi hari dilalui si nelayan tanpa mendapatkan ikan yang ia inginkan satu

Asal Mula Batu Kuwung

Oleh:
Dahulu, ada saudagar kaya, ia sombong dan kikir. Penduduk desa sangat membencinya. Suatu hari, saudagar kedatangan pengemis berkaki pincang meminta makanan. Saudagar itu malah menghardiknya. “Enak saja pergi sana!”

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *