One and One (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Lucu (Humor), Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 18 August 2017

“Woy Ido! Tungguin gue!!!” Teriak Dio sambil lari ngejar Ido.
“Halah lo lelet banget jadi cowok” Ejek Ido dari jauh.
“Ayo coba kejar gue!!” Lanjutnya lalu berlari.
“Eh jahat lo! Awas lo entar”

Sudah 2 minggu mereka jalan kaki ke sekolah, motor mereka disita ayah lantaran telah menabrak kucing kesayangan tetangga sebelah rumah. Jarak rumah dengan sekolah cukup jauh sekiar I km. namun “Sekolah harus tetap jalan meski apapun hambatannya kan?” kata mereka

Saat di sekolah Dio dan Ido disambut ramah oleh temennya, si Dadang. Yah.. biasanya kalo temen bertingkah sok baik itu ada maunya.
“Eh Sam (same = sama) kalian udah ngerjain pr dari Bu Ha era?” Ujar Dadang sambil ngedipin mata kirinya.
“Lo kelilipan dang? Pr bahasa korea yang kemarin? Masa lo gak bisa?” Tanya Ido bertubi-tubi.
“Eh enggak, eh iya.. gue belum ngerjain sama sekali” Jawab Dadang bingung.
“Kita mah udah, ya kan? 5 menit kelar tuh.. kecil” Ejek Dio.
“Terus terang aja, lo mau nyontek punya kita kan? Bilang dari tadi napa” Kata Ido males.
“Nah tahu aja kalian yang ada di pikiran gue.. ok mana?”
“Nih, jangan lupa balikin” Dio nyodorin buku.
“Sip tenang aja” Ucap Dadang lalu berlari ke dalam kelas sembari berteriak “Temen-temen nih gue udah ngerjain”
“BANGS**TT” Umpat Dio dan Ido

Bu Hae ra memasuki kelas 11 A 3, kelas si kembar dan kawan-kawan. Entah tidak tahu atau pura-pura tidak tahu sebagian siswa masih ada yang sibuk dengan urusannya masing-masing. Terutama kaum hawa, usut punya usut mereka iri dengan kecantikan alami Bu Hae ra.
“Annyeonghaseo.. siapkah dengan pelajaran hari ini?” Sapa Bu Hae ra.
“Annyeong.. siap Bu..” Jawab siswa putra dengan semangat, dan siswa putri? Jangan Tanya lagi mereka sedang apa, tiduran di meja
“Ok pr yang ibu berikan kemarin silakan di kumpulkan di depan” Seru Bu Hae ra.
“Baik Bu..”

Di jam yang sama, tiga gadis SMA yang terkenal dengan sebutan Geng Ciki-ciki sedang merayu Pak satpam agar membiarkan mereka masuk tanpa harus membawa mereka ke petugas tatib (tata tertib).
“Ayolah pak biarkan kami masuk” Rayu gadis berponi bernama Fafa.
“Tidak bisa, peraturan harus ditegakkan, kalian ini masih kelas 10 sudah menunjukkan sikap yang buruk” Ucap Pak satpam tegas.
“Hah apanya yang tegak Pak? Aduh Na gue jadi salfok” Fafa keceplosan.
“Duh kalian ini apa-apaan sih jorok ah” Suci mulai sinis.
“Apa? Gue gue gak ngomong jorok kok.. lo aja ci” Sahut fafa.
“Buktinya lo bilang salfok, salfok apa emang?” Suci gak mau kalah.
Dan mereka malah perang bibir. Alhasil Pak satpam meninggalkan mereka yang berada di luar gerbang sekolah.
“pakkkkk!!! jangan tinggalin kami!!” teriak mereka
“Lo sih Ci gak bisa diem”
“Lo juga” Mereka mulai lagi

“Srett.. srett.. srett..” Suara coretan tinta dari tangan mungil Bu Hae ra. Sudah beberapa buku yang dikoreksi, hingga pada buku ke Sembilan ekspresinya berubah. Dia mulai bangkit dari kursi, berjalan ke papan tulis dan menulis sesuatu.
“Jawaban Dio dan Ido” Yang tertulis di papan.
Seluruh siswa diam sejenak, memandangi tulisan tersebut lalu tak lama, kelas kembali ramai.
“Dio! Ido! Tulis jawaban kalian di papan sekarang!” Perintah Bu Hae ra marah.
“Ka ka-kami Bu?” Jawab Dio dan Ido bersamaan.
“Iya, cepat!” Serunya lagi.
Si kembar dengan bingung menuruti perintah Bu Hae ra menulis jawaban pr-nya di papan. Pr bahasa Korea membuat kalimat dengan kata yang telah diberikan sebelumnya, temanya adalah Jakarta.

Selesai menulis, siswa-siswi yang tadi pagi tidak mencontek pekerjaan si kembar tertawa terbahak-bahak, sedangkan bagi para pecontek hanya diam tak mengerti apa yang teman-temannya tertawakan.
“Dio tolong baca jawaban kamu nomer satu, kata gwencana. Yang keras biar temen-temen kamu denger” Seru Bu Hae ra.
Dio mengangukkan kepala tanda bahwa dia mengerti. Dia berpikir bahwa Bu Hae ra menyuruhnya seperti ini karena jawaban nya adalah jawaban terbaik.
“GWENCANA BANJIR DI JAKARTA MERENDAM RUMAH PARA PEJABAT YANG TINGGAL DI PINGGIR KALI CILIWUNG” Teriak Dio dengan bangga.
Semua siswa bertepuk tangan sambil ngakak gulung-gulung. Ido merasa cemburu, dia pun minta pada Bu Hae ra untuk membaca jawaban nomor dua. Tak berpikir lama bu hae ra langsung menyetujui Ido. Padahal Bu hae ra memang akan menyuruhnya setelah dio.
“TANGGUL PENAHAN LUAPAN AIR SUNGAI CILIWUNG JEBAL” teriak ido tak mau kalah

Jam istirahat
Kantin adalah tempat favorit saat jam istirahat. seluruh siswa kini telah sibuk dengan perutnya masing-masing.
“Do gue ada janji sama Agil, duluan yeth!” Ujar Dio tak ketinggalan keplakan maut yang mendarat manis di kepala Ido.
“Pacaran mulu lo” Balasnya.
“Makanya lo cari pacar juga do, ok bye.. gue telat” kata Dio lalu lari.
“Ogah” teriak Ido.

Ido menuju kantin sendirian, bukannya duduk lalu memesan makanan dia malah ngacir ke dapur kantin, tempat makanan disiapkan. Dia menghampiri ibu kantin dan berkata “Beb seperti biasa” Sambil kedipin mata.
“Ok Beb, bentar neng siapin”
“Thaks u Beb, aku tunggu di depan yak.. masih gratis kan?”
“Sip masih kok beb” Ibu kantin juga genit ternyata

Ido duduk sendirian di meja paling pojok. Entah dia tau atau tidak, seorang gadis bermasker telah memotretnya beberapa kali.

Lorong sempit sekolah, tempat ini mungkin asing bagi siswa yang jarang keluyuran nyari cogan. Tapi bagi Geng Ciki-ciki, tempat ini seolah sarang bagi mereka. Siapapun bisa melihat cowok-cowok ganti pakaian hanya dengan bermodalkan sebuah teropong.
“Aduh tuh cowok abs nya gak nahan” Ujar Ena.
“Eh liat tuh, Pak Cahyo boleh juga.. ganteng pula, gue mau tuh jadi gebetannya. Berita pasti cepet nyebar haha ‘Fafa pacaran sama guru olah raga’ hebat kan?” Celoteh Fafa.
“Temen-temen, kita ngintip kek ginian buat apa coba? Toh gak ada faedahnya” Suci angkat bicara.
“Halah lo juga ikut ngintip aja Ci..” Sahut Ena.
“Hehe..” Suci meringis.

TIT… TIT.. TIT…
“Bunyi hp siapa weh ganggu aja” Ucap Fafa yang serius ngitung kotak di perut cowok-cowok tersebut karena jam berikutnya ada ulangan matematika, katanya hal ini sama dengan belajar matematika 2 jam penuh.
“Hp lo Fa” Jawab Ena singkat.
Ena langsung mengecek iphone mahalnya itu, tertera sebuah pesan dari Ms V yang isinya “Barang yang kemarin belum lo bayar, jadi untuk hari ini barang gak gue kirim”
“Anj*r kakak kelas rese, udah dibilangin ngutang dulu masih aja gak percaya. Gue itu kaya, kepala sekolah aja tau kalo orangtua gue pejabat kaya” Fafa ngomel-ngomel gak jelas.
“Dia bener sih, kalo lo kaya gak mungkin lo ngutang” Sahut Suci polos.
“Apa lo bilang?”
“Udah-udah jangan bertengkar mulu, lo pake uang gue aja dulu Fa.. Tapi entar bagi gue dikit aja” Ucap Ena.
“Nah gitu dong, ok entar gue kasih satu aja yeth”

Ido nampaknya sudah kenyang, 1 mangkuk bakso masuk dalam perutnya. Ketika dia akan beranjak dari tempat duduknya, Kiki si cewek tomboy menghentikannya. Mereka telah lama menjalin persahabatan, ido berpikir bahwa Kiki adalah cowok tulen sehingga dia tak malu menceritakan rahasia-rahasianya pada Kiki.

“Eh tunggu Bro! Mau ke mana?” Cegah Kiki.
“Ah elu, gak kemana-mana kok” Kembali duduk.
“Dio ke mana?”
“Biasa.. Ngapel”
“Haha kebiasaan… Btw Do, tadi gue liat cewek motret lo diem-diem”
“Apa? Lo juga liat?”
“Maksud lo?”
“Gue udah sering liat dia ngintip, tapi pas gue deketin dia ngilang gitu aja. Cewek rambut panjang pake maskerkan?”
“Nah betul banget”
“Gue penasaran.. Siapa cewek itu?”
“Cewek? Siapa? Gue?” Potong seorang cewek berkacamata secara tiba-tiba.
Sontak jantung Ido dan Kiki sempat tak berdetak saking terkejutnya.
“Weh Beb kalo datang bilang-bilang napa?” Bentak Ido.
“Cie ido manggil gue beb, eh temen-temen Ido manggil gue Beb Beb!!” Ucapnya senang.
“Nama lo emang beby weh!! Gue panggil t*i baru tahu rasa lo” Ido membela diri.
“Tapi lo bisa panggil By kan?”
“Sstttt… gue kasih tau yak, nama aslinya itu Alba dan please liat bekas sepatunya” Bisik Kiki.
“Hey kalian berdua ngomongin apa?” Heran Beby.
“Hei Alba lo nginjak tai kucing ya? Tuh lantainya jadi kotor” Ucap Ido santai.
“Hah Alba? Lo tahu dari mana?”
“T*i t*i” Senandung Kiki samar.
“T*i?” Beby menoleh ke arah dia berpijak tadi ” KKYYYYAAAA!!!” Dia sadar lalu lari meninggalkan Kiki dan Ido yang ketawa-ketiwi gak jelas.
“Ki pergi yuk! Bau t*i”
“Yuk”

Romantis? Cowok yang satu ini punya 1001 cara buat menaklukan hati setiap cewek.
“Dio masih inget kan 2 hari lagi hari apa?” Tanya agil.
“Hari ulang tahun kamu gak mungkin aku lupa” Jawab Dio.
“Iya, aku punya 1 permintaan. Janji kamu harus penuhi”
“Baiklah”
“Apapun?”
“Apapun”
“Aku ingin ulang tahunku tahun ini menjadi ulang tahun yang gak akan terlupakan seumur hidupku”
“Hanya itu?”
“Hah?”
“Untukmu akan aku lakukan” ucap dio sembari membelai rambut agil.

“Capek ya kalo kita jalan kaki mulu” Keluh Ido.
“Iya, kapan motor kita di kembaliin. Kalo gini terus gue gak sekolah aja lah” Jawab Dio.
TIIIINNNN… TTIIINNN..
Suara klakson mobil mewah warna merah yang melaju kencang di jalan membuat mereka terkejut.
Nampaknya pemiliknya adalah musuh bebuyutan mereka yang tak lain adalah Chelin. Mereka sangat membencinya, saat mereka tahu bahwa gadis manja tukang bully itu telah menyebarkan gossip tentang hubungan Ido dengan Ibu kantin, dan membuat Dio putus dari mantannya yang berprofesi sebagai ketua mading sekolah, sehingga Dio tak lagi jadi model majalah dinding.
“Mak lampir lewat!!” Teriak Ido saat mobil Chelin sudah jauh.
Tiba-tiba seorang ibu-ibu yang terlalu peka dengan ucapan Ido langsung turun dari motor dan memaki Ido.

Hening..
Suasana kamar si kembar semenjak mereka mengenal teknologi komunikasi yang makin hari makin canggih. Facebook, twitter, instagram, WA, BBM, line dan lain-lain menjadi rumah tersendiri bagi siapa saja pengguna social media.
“Do, masih main rp lu?”
“Enggak, dari tadi gue di kacangin jadi males gue”
“Coba searching di instagram”
“Apa?”
“Genta buana”
“Yang produser film?”
“Bukan, tuh tuh bawahnya”
“Kenapa?”
“Dia mau pindah ke sekolah kita, liat tuh captionnya”
“Nj*r bisa-bisa ketenaran kita berkurang”
“Maka dari itu, lo punya rencana?”

Krik 5 menit
Keluar lampu 5 watt di atas kepala Ido, namun tak lama cahayanya redup. Karena bosen nunggu ide Ido yang gak keluar-keluar, dia memutuskan buat bikin status.
“Dio gue punya ide!” Kini lampu neon yang muncul, sehingga Dio langsung bangkit dari alam maya nya.
“Ide apa?”
“Gimana kalo kita bikin isu tentang sekolah kita, bilang aja kalo sekolah kita berhantu”
“Ide bagus, tapi gimana caranya? Biasanya kalo cowok males chatting sesama cowok”
“Kita bikin akun palsu, kita nyamar jadi cewek. Gimana?”
“Percuma, kalo gak ada photo yang menggoda dia gak bakal mau”
“Photo mantan lo kan banyak”
“Jangan bawa-bawa mantan gue dalam hal ini” Tatapan maut.
“Lah terus?”
“Gue yang cari”
“Aseekk”

Setelah sekian Lama mengotak-atik ponselnya, Dio terbelalak sendiri melihat cewek cantik yang nama akun facebooknya Kang hi ra. Dio memutuskan untuk mengirimkan permintaan pertemanan.
Kurang dari 3 detik sebuah notifikasi konfirmasi permintaan pertemanan dari cewek tersebut muncul di layar ponsel Dio. Dengan cekatan dia menstalking Kang hi ra.
Betapa terkejutnya kala ia membaca salah satu caption Kang hira yang isinya “Gwencana? Jebal? Haha pabbo” Lengkap dengan photo cowok kembar yang berdiri di depan kelas.
“kyyaaaaaaa” teriak Dio tepat di telinga ido.
Untunglah Ido telah kebal dengan suara valset Dio.
“Ada apa?”
“Gak ada papa” Ucapnya bohong.
“Btw gue udah nemu photonya, nih” Nunjukin ke Dio.
“Wah hebat juga lo, ok laksanakan misi ini dengan sebaik-baiknya”
“Power rangers beraksii!!”

Keesokan harinya…
Gadis-gadis alay khususnya pecinta cogan berkumpul di gerbang sekolah. Entah hal apa yang membuat mereka rela berdesak-desakan seperti ada Song jong ki lewat, atau emang bener song jong ki lewat.
“Wah dia tampan!”
“Kyaa dia cute”
Dadang turut berada dalam kerumunan tersebut. Meski dia berjenis kelamin laki-laki namun tak disangka, dadang tergabung dalam grup chatt PCI, singkatan dari pecinta cogan Indonesia.

Dio dan Ido yang baru saja tiba di sekolah merasa heran dengan apa yang terjadi.
“Yo mungkin mereka nyambut kita” Muka sok cool.
“Kalo mereka nyambut kita, gak mungkin mereka belakangi kita” Jawab Ido datar.

Mata Dio melihat wajah Dadang sekilas, dia pun segera lari dan menarik Dadang dari kerumunan.
“Dang lo gak papa?” Tanya Dio panik.
“Emang gue kenapa?” Dadang ikut panik lalu memeriksa setiap inci tubuhnya.
“Eh Yo, kenapa lari? Dadang kenapa?” Tanya Ido.
“Gue kira Dadang dikeroyok jadi gue tarik”
“Weh gue kagak dikeroyok, mereka tuh lagi..”
“Lagi apa?” Potong Dio dan Ido.
“Liat cowok ganteng namanya..”

BRUUKK..
Dadang keburu pinsan karena kehabisan oksigen, Si kembar lalu membawanya ke UKS.

TO BE CONTENUE..

Cerpen Karangan: Kim Nia
Cerpen ini adalah karya teman saya, tapi saya berkesempatan melanjutkan part berikutnya.
Saya berharap teman-teman suka.

Cerpen One and One (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Andai Kau Tahu

Oleh:
“bukannya gue udah bilang, lo itu nggak usah berhubungan dengan gue lagi. Gue muak harus bersahabatan selama belasan tahun dengan orang munafik kaya elo. Sialnya lagi, elo pura-pura manis

Melupakan Teman Dekat

Oleh:
Teman. Teman adalah seseorang yang paling bisa membuat kita tertawa dengan hal konyolnya. Namaku azzahra biasa dipanggil ajara, aku duduk di kelas 3 SMP. Aku punya 2 temen cowok.

Diam

Oleh:
Pria itu bernama Radit. Pria yang mengagumkan, elok, tidak kasar, tetapi terkadang menyebalkan. Aku sendiri belum lama ini telah dekat dengannya. Fayza yang mungkin masih pacarnya begitu memiliki sifat

Pembantu Bodoh

Oleh:
Di sebuah Kota yang besar hiduplah sepasang keluarga kaya, mereka mempunyai anak bernama Rico. Ayah dan Ibu Rico selalu kerja, jadi ia di rumah hanya sendiri, dan akhirnya pada

Tak Akan Pernah Sama

Oleh:
Bulan ke-4 aku bersekolah di sini, di SMP baruku. Aku baru saja lulus dari SD dan sekarang berada di bangku Sekolah Menengah Pertama. Namaku Amita Rahmawati, murid baru SMP.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *