Pelajaran Mengarang

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Lucu (Humor)
Lolos moderasi pada: 25 November 2014

Pak Wanto memberi tugas kepada kami untuk mengarang dengan tema tamasya di Monas, Kebun binatang Raguna, Dufan, TMII, Lubang Buaya dan Sea World. Selama sepuluh menit aku tidak bisa menulis apa-apa. Meski tinggal di Jakarta, aku belum pernah pergi ke tempat-tempat tersebut. Biaya masuk kesana cukup mahal sedangkan orangtuaku penghasilannya pas-pasan.

Karena aku malu bertanya, aku terpaksa mengarangnya asal saja. Aku mulai menulis tentang Monumen Nasional yang merupakan tempat penyimpanan benda-benda kuno yang ada di indonesia dari zaman baheula sampai zaman reformasi ini. Di sana ada fosil binatang purba sampai kopiah Gus Dur yang dipakai saat menjadi presiden.

Dufan atau Dunia Fantasi adalah tempat sekolah para penyanyi. Setelah tamat sekolah di Akademi Fantasi dapat meneruskan di Dufan ini. Di sana para pengunjung dapat melihat cara bernyanyi yang baik. Sedangkan Taman Mini Indonesia Indah adalah tempat menyimpan segala sesuatu yang kecil-kecil di Indonesia, seperti bonsai dan ayam kate.

Lubang Buaya kutulis sebagai tempat penangkaran buaya. Di sana dipelihara ratusan buaya untuk diambil kulitnya. Para pengunjung juga dapat bercengkrama dengan para buaya yang sudah dijinakkan.

Kalau kebun binatang Ragunan adalah tempat memelihara binantang-binatang yang tak biasa dipelihara orang seperti harimau, gajah, monyet, ular, unta, sampai burung.

Agak lama aku memikirkan Sea World. Sea mungkin artinya melihat, sedangkan world adalah kata-kata. Jadi Sea World adalah tempat menyimpan kamus-kamus dari berbagai jenis ilmu dan bahasa.

Aku lega bisa menyelesaikan karangan itu tepat waktu. Dua hari kemudian Pak Wanto membagikan kembali hasil karangan kami. Satu per satu nama dipanggil ke depan dan diberi komentar. Ada yang senyum senang karena dipuji namun banyak pula yang berwajah masam. Aku mendapat giliran terakhir.

“Tono, kamu pandai mengarang kembangkan bakatmu” puji Pak Wanto
“Selama 15 tahun menjadi guru, baru kali ini saya memberi nilai 10 untuk sebuah karangan” Kata Pak Wanto.

Sorak-sorak dari teman-teman bergemuruh. Kemudian Pak Wanto menyuruhku membaca hasil karanganku. Setiap kalimat yang kubaca mendapat tertawaan dari teman-teman. Namun ketika melihat nilai teman-temanku yang lain, aku sungguh kaget. Ada yang yang mendapat nilai 80. Fizi yang karangannya tidak bagus hanya mendapat nilai 40. Sedangkan nilaiku hanya 10, berarti nilaikulah yang paling rendah.

“Walaupun pelajaran mengarang untuk hal-hal yang benar-benar ada jangan asal mengarang ya, Tono!” Pesan Pak Wanto. Aku hanya nyengir kuda. Kali ini aku benar-benar malu.

Cerpen Karangan: Dita Zafira Tarmizi
Facebook: Dita Zafira
Assalamualaikum Namaku Dita Zafira Tarmizi. Maaf kali ini cerpennya pendek, karena aku tidak tahu ingin menulis apa. Trims…

Cerpen Pelajaran Mengarang merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Surat Menjadi Sahabat

Oleh:
Aliqa sangat suka sekali membuat cerpen. Sampai-sampai, ia mengikuti lomba membuat cerpen di sebuah majalah. Ia mengirim cerpen buatannya melalui surat. Beberapa hari kemudian datanglah seorang tukang pos di

Asal Kamu Tahu

Oleh:
Bicara soal perhatian, aku ini memang orang yang sangat perhatian, bahkan untuk hal yang sebenarnya tidak perlu aku perhatikan sekalipun. Seperti semut yang sedang membuat lubang di tanah misalnya.

Teman

Oleh:
Sudah hampir sebulan ini Dina memperhatikan Adi yang sangat ramah itu. Walaupun Adi adalah kakak kelas, perilakunya tak menyebalkan seperti kakak-kakak kelas yang lain. Saat ini Dina duduk di

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

6 responses to “Pelajaran Mengarang”

  1. Dini Melanie says:

    Saya suka bikin cerpen, TAPI sekarang jarang sempat lagi me buat hasil jarang, Karen’s sibuk dengan pekerjaan dan Keluarga ,,

  2. dita zafira tarmizi says:

    Kalau kamu ada waktu luang. Lebih baik kamu menulis. Karena dengan menulis sebuah karangan pikiran kita akan terus menuangkan imajinasi2 baru????

  3. Hasib Ali says:

    Lucu-lucu”!, nggak kebayang gimana malunya!!!

  4. Maharani says:

    Eeemmm sebetulnya gini karangannya
    Monas Adalah monumen nasional yang menjadi bangunan kebanggaan indonesia
    Kebun Binatang Raguna adalah kebun binatang yang terdapat satwa langka indonesia
    Lubang Buaya adalah sumur tua waktu G 30spki
    Sea itu artinya Laut sedangkan World itu artinya Dunia berarti Dunia Laut yang menampilkan berbagai jenis ikan di indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *