Pulang Sekolah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Lucu (Humor), Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 21 October 2017

“Pulang sekolah” adalah sebuah kata yang menyenang untuk didengar, diucapkan, bahkan untuk dilakukan. Selama masih berstatus pelajar “pulang sekolah” merupakan tujuan akhir bagi semua pelajar saat masuk sekolah, bagiku pulang sekolah adalah suatu kado istimewa yang diberikan oleh lembaga pendidikan karena telah memperbolehkan kita para pelajar untuk meninggalkan tempat yang memaksa otak untuk senam aerobik.

Saat ini Aku tidak bisa menjalani saat-saat pulang sekolah, karena sekarang Aku sudah menjadi mahasiswa yang sedang menjalani tugas akhir. Namun Aku akan menceritakan bagaimana pengalaman pulang sekolah terbaikku. Saat pulang sekolah terbaik bagiku adalah saat Aku duduk di bangku SMA, Aku memilih SMA sebagai masa terbaik karena SMA adalah SMA.

Aku bersekolah di salah satu SMA swasta di kota Malang, SMA swasta ini dianggap sebagai SMA swasta terbilang mahal, sehingga banyak orang menggangap bahwa ini sekolah elit. Orang-orang mungkin menganggap bahwa SMA ini berisikan remaja-remaja yang congkak dengan dompet tebal berisikan voucher timezone, remaja yang membuat boyband dan menjadi idola di sekolah, ataupun remaja-remaja yang dapat berubah menjadi serigala, tetapi kenyataannya remaja-remaja yang kutemui dan kebetulan menjadi temanku juga kebanyakan adalah seorang pemuda tanpa tujuan.

Ketika Aku berkumpul dengan para remaja ini yang terjadi adalah sesuatu yang sia-sia karena mereka tanpa tujuan dan Aku juga tidak punya tujuan, namun kami bisa bersatu kemudian mendapat tujuan yang sama saat kami “PULANG SEKOLAH!!!”.

Selama tahun pertama di SMA, Aku melewati masa pulang sekolah dengan normal sebagaimana anak SMA pada umumnya. Terdapat banyak pilihan saat anak SMA pulang sekolah. Dalam pengalamanku dan pengamatanku Aku melakukan hal berikut saat pulang sekolah.

Langsung pulang, tanpa basa-basi ketika jam sudah berakhir Aku berdiri dan berjalan cepat seperti singa di musim kawin. Tidak mempedulikan kiri, kanan, depan, dan belakang Aku langsung berjalan menuju parkiran motor kemudian mencari posisi motorku yang tersesat karena telah diculik oleh om-om penjaga parkiran. Ketika menemukannya segera Aku mengeluarkan motor dari parkiran kemudian memakai helm dan tidak lupa untuk menaiki motorku. “Breeemmm..” terdengar suara mobil tentara yang lewat, tapi itu tidak ada hubungannya. Segera setelah motor siap Aku langsung melejit dengan kecepatan maksimal Usain Bolt dan menuju rumah dengan selamat dan bahagia.

Pulang ke rumah teman, terkadang saat Aku bosan langsung pulang ke rumah sendiri, saat itulah rumah temanku yang Aku butuhkan (bukan berarti aku tidak membutuhkan temanku). Ketika jam sudah berakhir yang kulakukan adalah keluar dari kelas kemudian menoleh kiri dan kanan bagaikan burung unta dimusim kawin dan berusaha menemukan pemuda tanpa tujuan itu yang bernama Haryo. Haryo adalah pemuda yang mempunyai rumah yang memiliki tingkat kunjungan sangat tinggi diantara pemuda yang lainya, karena walaupun rumahnya sederhana tapi banyak makanannya. Saat menemukannya, Aku langsung menerjang pemuda itu dengan tatapan ganas bagaikan ikan emas yang sedang diberi makan dan berkata “Yoo.. Aku lapar”, seketika itu bagaikan kecepatan anak alay yang menyebarkan hoax datanglah para pemuda yang lain mereka adalah Aji, Arif, Deny, dan Cahya. Dengan terkumpulnya para pemuda ini maka telah ditentukan pulang sekolah akan dilaksanakan dengan tujuan Haryo Guest House.
Pulang sekolah dengan acara ke rumah teman ini sangat bermanfaat bagi kesehatan jasmani dan kejiwaan, karena pengunjung akan merasa seperti orang lain saat berkunjung di rumah orang lain.

Pulang ngopi, ketika jam berakhir dan kemudian Aku menyadari bahwa ada sesuatu yang hangat yang menyelip di saku kanan celanaku, saat itu lah Aku menyadari bahwa ada sisa uang saku. Melihat keadaan ini hanya ada satu kemungkinan di benakku yang dapat dilakukan. Aku keluar dari kelas dan duduk di bangku dengan memasang muka seperti kopi murni, tidak selang beberapa menit terkumpulah kawanan pemuda yang menyerupai luwak mereka adalah Sopian, Enggar, Aan, Kufi, dan Cahya. Kami berkumpul dan berangkat bersama menuju tempat bimbel kemudian memakir sepeda dan berjalan menuju warung kopi di depan bimbel dengan dengan satu perwakilan Aan mengatakan “Buk, kopi hitam satu, kalian pesen apa?” dengan sigap terdengar “Sama”, “kopi susu”, “nescafe”, “torabika” dan ”Susu Coklat”. Walaupun banyak yang menyebutnya dengan ngopi, tetapi hingga saat ini Aku tidak pernah memesan kopi di warung kopi.

Setelah menunggu beberapa menit akhirnya pesanan kami datang, kemudian kami menikmati kopi tersebut dengan bercengkrama dan diiringi musik dari pengamen. Kegiatan ngopi sepulang sekolah ini benar-benar membuat kami kehabisan bensin lebih awal, jadi lebih bijaklah saat menggunakan uang bensin untuk ngopi.

Beberapa pengalamanku di atas dapat menjadi referensi untuk menambah ilmu dalam menikmati waktu pulang sekolah. Semua itu adalah pengalaman yang sangat menyenangkan, karena itu nikmatilah saat pulang sekolah dengan sebaik-baiknya dan selalu ingat untuk masuk sekolah.

Cerpen Karangan: Aswin
Facebook: Aswin Zakaria

Cerpen Pulang Sekolah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kisah Dibalik Jendela Kelasku

Oleh:
Kawan namaku Vania Amaira Putri. Aku sih biasa dipanggil sama teman-teman Vani. Temen-temenku bilang aku tuh orangnya bawel, ribet, suka heboh sendiri, tapi baik kok, katanya sih aku tuh

Malas Sekolah

Oleh:
“Hans… Bangun, sudah jam berapa sekarang, cepat bangun sekolah…” ibu hans dengan suara yang melengking mencoba membangunkan hans, padahal ibunya memanggil hans dalam situasi lagi memasak. Hans dengan muka

Waktu Di Balik Senja (Part 1)

Oleh:
Waktu itu akan tercipta dengan sendirinya dengan siapa dan di mana pun yang dia inginkan. Indah rasanya bila hidup selalu ceria. Indah rasanya bila hidup tak penuh duka lara.

Surat Misteri

Oleh:
Suatu pagi yang mendung, seorang perempuan cantik yang bernama Bella melangkah kakinya untuk pergi ke luar rumah, ia berangkat sekolah di SMK Negeri 1 Tg. Selor. Bella adalah anak

Mampu Diam

Oleh:
Hiks.. hiks.. suara isak tangis terdengar untuk kesekian kalinya selama hampir satu minggu ini. Cila, begitu orang memanggilnya, gadis kecil dengan rambut panjang tengah terisak menangisi ulah kekasihnya yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *