Sabu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Lucu (Humor)
Lolos moderasi pada: 31 July 2016

Pada suatu hari… Ada seorang anak bernama Roy, dia berusia 7 tahun. Waktu malam hari, Roy menonton tv bersama kakaknya, Boy yang berusia jauh lebih tua.
Ada berita bahwa anak dibawah umur, meninggal karena obat obatan terlarang. Roy yang berusia 7 tahun bertanya pada kakaknya.
“Kak, obat obatan terlarang itu apa?” Tanya Roy
“Itu kayak sabu dik. Berbahaya!” jelas Boy
“warnanya putih, seperti bubuk, jangan sampai kamu makan gituan.” Tambah Boy

Keesokan harinya, Roy pergi ke warung Roni untuk membeli bubur.
“Beli apa Roy?” Tanya Roni
“ya bubur lah Bang, masa beli sayur.” jawab Roy.
Roy terdiam sejenak dan melihat ada sesuatu yang berwarna putih dan bertekstur lembut seperti bubuk di meja warung. Karena penasaran, Roy bertanya.
“Apa itu bang?” menunjuk ke arah meja
“Ini Sabu Roy” menunjuk gerobak bubur

Roy langsung berlari mencari kakaknya.
“Kak Boy, kak, kak” panggil Roy berkali kali.
“Ada apa? Ngapain lari lari?” Tanya Boy kebingungan.
“Bang, bang, Roni!!! Dia jual sabu.” ucap Roy terbata bata.

Boy menelpon polisi dengan sigapnya.
“Ngapain Roni sampai gelap mata kayak gitu?” Gumam Boy khawatir

Sesaat polisi datang, dan langsung menanyai Roni soal tuduhan Roy.
“maaf, ini hanyalah kesalahpahaman.” ucap bapak polisi kepada Boy.
“maksud bapak?” Tanya Boy
“ini hanyalah GARAM HALUS!” menunjukkan garam
Boy hanya terdiam Dan
“Sabu itu SARAPAN BUBUR boy, bukan sabu beneran..” jelas Roni

Boy menatap Roy.
“Roy!!!” teriak boy
“Kayaknya gue salah omong deh.” ucap Boy

Cerpen Karangan: Mif Takhul Ulummil Mm
Facebook: Mifta Putrane Abbah Muhtar

Cerpen Sabu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kucing Malang

Oleh:
Hewan lucu nan imut yang biasa dipanggil kucing, kini tinggal bersamaku. Sesaat sebelumnya ku temui hewan itu kesepian tak bersama induknya. Kasihan memang, anak kucing selucu dia sendirian. Hari-hari

Menang Kalah Itu Biasa

Oleh:
“Siapa lagi yang jadi penggeraknya?” Tanya Kak Ajeng. Kak Ajeng adalah KKN (Kuliah Kerja Nyata) berasal dari UMM (Universitas Muhmuhammadiyah Malang). Kak Ajeng dan teman KKN lainnya datang ke

Cerpen Yang Tak Berguna

Oleh:
Setiap hari aku selalu membuat cerpen, sudah beribu-ribu cerpen yang kubuat tetapi ada saja kakakku yang tidak suka dengan semua cerpenku, namanya Zanet dia itu selalu memarahi aku karena

Mahkota Untuk Bunda

Oleh:
Zahra Khoirunnisa atau biasa dipanggil Nisa. Ia seorang anak yatim, ayahnya meninggal ketika Ia masih berumur 2 tahun. Ia tinggal bersama ibunya di sebuah rumah kecil beralaskan kardus. Ia

Zombie Invasion (Part 1)

Oleh:
“Aku harus segera pergi dari rumah” pikirku tak karuan sambil mengemasi barang-barang yang kuperlukan. Entah mengapa situasi begini aku bisa melakukan hal ini juga. “Haduhh, dimana sih pemukulku?” keluhku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *