Salah Naksir

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Lucu (Humor), Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 31 March 2018

Namaku Alice Valensia, aku adalah gadis SMA yang menjalani kehidupan ini dengan normal. Saking normalnya, bahkan tak ada kejadian yang menkjubkan di kehidupanku ini. Sampai suatu hari datang waktu dimana aku dan dia bertemu. Tak akan pernah kulupakan kejadian dimana aku dan anak itu dipertemukan. Yah, namanya adalah Alexis, cowok berbadan tinggi berisi, berambut jambul dengan warna kulit sedikit cokelat, otot tangannya memperlihatkan betapa atletisnya anak itu.

Pertemuan kami dimulai ketika aku berjalan menuju tempat les seusai sekolah. Di tengah perjalanan tetesan air mulai turun dari atas awan. Aku berteduh di sebuah gubuk di tengah taman. Di sana kutemui Alex yang menggendong seekor kucing berwarna hitam yang masih sangat kecil. Awalnya aku biasa saja dengan dia, namun dia tiba tiba menyodorkan sebuntal payung putih kepadaku. Setelah badannya berbalik aku sangat terkejut, betapa tidak, dia ternyata sangat tampan. Sepertinya dia sengaja berhenti untuk mengurus kucing kecil yang sendirian itu.

“nih payung buat kamu, aku gak terlalu butuh, kamu lagi buru buru kan?” tanyanya sambil menyodorkan payung kepadaku
“eh, nanti kamu pulangnya gimana?” tanyaku membalas pertanyaannya
“gak usah dipikirin, kamu kan harus segera ke tempat lesmu kan” ujarnya
“ba… bagaimana kamu bisa tau..?” tanyaku sambil sedikit terkejut dia mengetahui jadwal lesku
“kamu gak pernah sadar ya, kita kan selalu les bareng walaupun gak sekelas” katanya
Uwaaah, aku sangat senang dia berkata seperti itu, bagaimana tidak, ada cowok ganteng yang bahkan perhatian dengan jadwal lesku.

“jangan salah paham ya, bukan berarti aku merhatiin tingkahmu loh, kebetulan aja kita les di hari yang sama” katanya
“eh, lalu nanti kamu berarti gak les dong?” tanyaku
“udah buruan aja sana, nanti dimarahin sama tentor loh” katanya
“baiklah, terimakasih… ano…”
“Alexis Leoner, panggil aja Alex” katanya
Aku pun segera membuka payung putih itu dan bergegas meninggalkan Alex dengan kucing hitam tadi. Berkat kebaikan hatinya aku jadi terselamatkan.

Mulai sejak itu, aku terus mencari tau informasi mengenai Alex, apa makanan favoritnya, apa yang biasa dia lakukan, siapa saja temannya, apa olahraga favoritnya, dan tingkahku ini terlihat seperti seorang stalker akut. Bukannya apa, aku hanya ingin membalas kebaikan Alex, karena moto hidup keluarga Valensia adalah “Hutang budi harus segera dibayar”. Tapi stalking yang aku lakukan ini bukannya membuatku segera membalas kebaikannya malah membuatku jadi naksir ama Alex.

Beberapa hari berlalu, dan entah takdir atau apa, kami dipertemukan lagi di tempat yang sama dalam keadaan yang sama yaitu saat hujan. Sudah lama aku ingin bicara dengan dia tapi tak sempat karena aku malu untuk bicara dengan anak yang cukup populer di kalangan para gadis ini. Dan aku membulatkan tekadku, aku akan segera bicara dengannya dan menembaknya. Sudah jelas hal yang kulakukan ini tidak masuk akal, tapi aku tidak ingin ada yang mengganjal di hatiku ini.

“ano.. Alex, aku Alice, cewek yang waktu itu” sapaku
“oh iya, aku ingat, kenapa, kamu gak bawa payung lagi? Maaf aku gak bawa juga soalnya yang waktu itu belum kamu balikin” ucapnya, kata kata itu cukup membuatku tertusuk
“aduh, maaf aku lupa mengembalikannya, karena aku lihat kamu selalu sibuk, ah, kalau mau ini aku pinjami payungku saja supaya kamu bisa pulang” tawarku
“ya udah mending kita joinan aja” katanya
Uwaaah apakah mukaku memerah? Cowok ganteng ini ngajakin aku jalan bareng pulang? Walaupun cuman gara gara hujan sih, tapi gak apa apa lah ini malah jadi kesempatan bagus.
“ya udah ayo…” ucapku semangat

Di perjalanan suasana terasa sangat canggung, kami gak ngobrol sama sekali, aku juga bingung apa yang harus dibicarakan. Sehingga aku malah keceplosan
“ano… Alex udah punya pacar belum?” tanyaku
Uwaaaa aku sangat malu bertanya dengan Alex seperti itu.
“belum kok, tapi ada seseorang yang aku sukai saat ini” katanya
Aku mulai berdegup, bagaimana kalau orang itu aku, bagaimana kalau kehidupanku berubah menjadi cibiran di mata para gadis sekolah. Apa yang harus kulakukan.
“cowok itu adalah kak Ardi” ucapnya
Hueeeee dia g*y? Dia suka sama cowok? Aku gak nyangka cowok sekeren Alex ternyata…
“heeee, ka… kamu… na… naksir co… coo..cowok??” kataku
“hehe aneh ya, bagaimana lagi, emang dari awal aku gak terlalu tertarik dengan cewek, tapi aku gak berniat ungkapin perasaan ini, toh aku juga gak ingin jadi seorang G*y. Aku cuman ingin sembuh dan bisa tertarik juga dengan cewek, semoga aja suatu saat nanti aku sembuh ya.” Jelasnya
“aku bakal dukung kamu Lex…. biar kamu sembuh… aku bahkan akan siap jadi bahan latihanmu…” ujarku
“hihihi.. iya makasih Alice… aku hargain pertolonganmu”

Dan begitullah akhir kisah dari seorang Alice Valencia yang naksir dengan cowok yang ternyata naksir dengan cowok lain.. sepertinya aku sudah salah naksir orang. Huwaaaah

THE END

Cerpen Karangan: Mr. I

Cerpen Salah Naksir merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


HI

Oleh:
Alarm sudah berbunyi tapi Dimas belum juga bangun, alarm kedua bunyi dan Dimas masih tetap saja belum bangun Alarm ketiga akhirnya berhasil membangunkan Dimas. Eh tunggu dulu, suaranya beda

Diam Ku

Oleh:
Pria itu bernama Radit. Aku mengenalnya sebenarnya sudah lama. Tapi aku baru dekat dengannya belum lama ini. Dia pria yang tampan, baik, juga lucu. Dia teman yang baik. Tapi

Akhir Yang Aneh

Oleh:
Menjadi seorang saksi pernikahan takkan menjadi masalah. Apa salahnya menjadi saksi. Ia hanya menyaksikan dan menikmati acara hingga usai. Seraya berbahagia dan mengucapkan selamat. Memang tak ada yang salah

Pena, Pensil dan Tanya

Oleh:
“Aku punya mimpi suatu saat bisa pergi ke tempat ini” ujar Ali sembari menunjukkan foto lukisan Monalisa yang ada dalam hp-nya pada Adit, teman dekatnya yang sedari tadi sibuk

Naksir Atau Cinta

Oleh:
Masa SMA, mungkin sebagian orang akan menjawab hal itu jika ditanya soal masa yang paling indah. Dimasa ini kamu bebas bergaul dan berteman dengan siapa saja. Indahnya kisah cinta

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Salah Naksir”

  1. Innahmulyadi says:

    Ini bagus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *