Serial Niken (Sepatu Kaca Cinderella)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Lucu (Humor), Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 20 November 2017

Semalem niken dan angeline ngambek minta dibikinin opor ayam. Alhasil pagi ini mama sinta terpaksa bela belain ke pasar bareng tania. Tapi dari tadi mama ngeluh, secara harga harga pada melambung tinggi. Saat ini mama dan tania tengah menawar daging ayam.

“Pak… ayamnya seekor berapa?” Tanya mama.
“Oh silahkan bu.. murah kok.. cuma 75 ribu bu…” kata penjualnya.
“Busyeeet dah mahal amat pak…” kata mama.
“Tapi memang harganya segitu bu”
“Tapi kemahalan pak.. gimana kalo 30 ribu aja?” Tawar mama.
“Wah ya gak bisa dong bu.. nanti saya rugi”
Dan pagi ini mama terlibat tawar menawar dengan si penjual ayam. Beruntungnya, mama tuh pintar ngerayu. Pada akhirnya mama dapatkan ayam itu dengan harga 40 ribu.

“Kita ke mana lagi mah?” Tanya tania.
Sejenak mama ngecek tas belanjaannya.
“Sepertinya udah lengkap deh, kita pulang sekarang.” Kata mama.
Lalu mama dan tania tinggalkan pasar.

Disaat mama dan tania keluar pasar. Di saat itu terjadi keributan. Tampak oleh mereka, seorang nenek pengemis tengah dimaki maki di depan warung makan. Mengetahui kejadian itu, mama jadi marah. Mama pun datangi warung itu. Mau tak mau, tania juga nyusul mama.
Sementara itu, di depan warung. Penjaga perempuan itu masih ngomel ngomel.

“Dasar pengemis. Pagi pagi udah ganggu orang kerja” maki si penjaga.
“Saya lapar…” kata pengemis itu memelas.
“Gak bisa! Sekarang juga pergi kamu…!” Bentak si penjaga.
“Anda benar benar keterlaluan ya…” bentak mama yang baru tiba di TKP.
“Anda siapa?” Tanya si penjual.
“Gak penting siapa saya, sekarang juga kasih nenek ini nasi, biar saya yang bayar…” bentak mama.
Dengan agak dongkol, si penjaga itu membungkus nasi dan dikasihkan mama.
“Berapa harganya?” Tanya mama.
“7 ribu” jawab penjaga.
Usai kasih duit, mama dekati nenek pengemis.
“Nek.. ini buat nenek” kata mama.
“Terima kasih nak…” kata sang nenek sembari terima bungkusan nasi dari mama. Lalu sang nenek pun pergi.
Di belakang mama, tania hanya memandang kagum atas apa yang mama lakukan. Selanjutnya, mama dan tania tinggalkan tempat itu.

Mama dan tania asik menunggu angkot di seberang jalan pasar sambil ngegosip sana sini hi hi hi gak kok. Mama tuh masih ngomel karena peristiwa tadi. Disaat itu tanpa diduga, dari belakang halte, nenek pengemis tadi datang mendekat. Tampak tangan sang nenek memegang bungkusan tas plastik warna hitam.
“Anakku…” sapa sang nenek.
Mama dan tania menengok.
“Lho… nenek..” mama jadi agak kaget dengan kehadiran nenek pengemis ini.
Lalu tanpa mengucap sepatah katapun, sang nenek menyerahkan bungkusan plastik itu, lalu nenek itu pergi begitu aja.
Mama dan tania cuma bengong. Saking asiknya bengong, mulut tania sampai kemasukan lalat ijo, malah udah ketelen hahahaha bercanda kok.

“Ini apaan ya?” Gumam mama.
“Gak tau mah.. eh mah angkotnya udah datang tuh”.
Dan benar, sebuah angkot berhenti tepat di hadapan mereka. Mama dan tania buru buru masuk angkot.

Mama dan tania hempaskan pantatnya di sofa tengah. Mereka terlihat pucat. Tadi di dalam angkot, mereka harus sering sering nahan nafas. Gara gara tadi di dalam angkotnya ada yang bawa kambing. Alhasil pagi ini mama dan tania bau kambing.

“Nia mandi dulu ya mah” kata tania. dia pun langsung ngeloyor ke kamar mandi.
Sementara itu, dari tadi mama lihatin bungkusan plastik pemberian nenek pengemis tadi. Karena kepo, mama pun membuka bungkusan plastiknya. Dan…
“SEPATU KACA…?” Teriak mama kaget.
“Buat apa coba?” Gumam mama lagi.
Namun sedetik kemudian mama tersenyum sambil tolah toleh kiri kanan. Mama pun memakai sepatu itu.
“Kali kali aja pas, biar kayak cinderella hi hi hi” mama cengengesan sendiri. Tapi seketika tawa mama ilang. rupanya sepatu itu kekecilan. Mama jadi kecewa deh. Lalu sepatu itu dimasukan ke dalam lemari ruang tengah. Selanjutnya mama menuju dapur.

Kita tengok kelas niken. siang ini pas jam istirahat. Riri teriak teriak sambil berdiri di atas meja guru hehehe gak kok. Intinya, riri mengharapkan kedatangan teman teman di acara pesta ultahnya hari sabtu nanti. Kontan aja semua menyambut dengan antusias banget. Apalagi tomi dan fadil. Kalau urusan pesta dan makan makan, mereka berdua tuh jagonya, maksudnya jago ngehabisin hidangan hi hi hi.

“Pokoknya awas aja kalo kalian gak datang ya?” Ancam riri.
“Kita pasti datang ri… siapin aja makanan yang banyak” kata fadil.
“HUUUUUU…” seisi kelas pada teriak sorakin fadil. Alhasil kelas jadi ribut.

Pukul 1 siang, niken dan angeline pulang. Usai parkir motor, mereka masuk rumah. Mereka masuk kamar masing masing. Hari ini mereka capek dan lapar banget. Setelah ganti baju, secara bersamaan mereka keluar kamar. Terlihat wajah angeline sedikit mengernyit menahan lapar. Kedua anak itu ke dapur. Saat buka tudung saji, seketika mata mereka berbinar mana kala melihat sepanci besar opor ayam. Tanpa dikomando, mereka ambil piring, ciduk nasi, ciduk sayur dan..
“Haaaaapp.. nyam nyam…” mereka makan lahap banget, persis kayak gembel yang gak nemu nasi 3 hari hehehehe.

Di bawah meja, dogi teriak teriak minta jatah. Pas dikasih tulang, dogi makin semangat teriaknya.
“GUUK GUUUK… (hoi.. bagi dagingnya, dodol…!!! masak cuma tulang doang sih?)” Gitu protes si dogi. Tapi niken dan angeline cuek dan lanjutkan makannya sampai kenyang.

Sabtu siang
Dari tadi angeline mondar mandir di dalam kamarnya. Sepertinya dia lagi galau. Padahal saat ini angeline tengah memakai gaun yang bagus lho?. Hadiah dari papa gitu. Gaun itu warna biru muda. Pas banget kalau dipakai angeline. Tapi masalahnya tuh, gak ada satu pun alas kaki yang matching dengan gaunnya. Padahal sepatu angeline ada 10 biji. (Tapi kiri semua hahaha gak lah) namun gak ada satu pun yang serasi dengan gaunnya.

“Gimana nih…? Masa ke pestanya pake sendal jepit?” Gumam angeline putus asa.
tampak angeline berpikir keras. Lalu dia ganti baju dan keluar kamar.

Angeline ke kamar niken.
“TOOK.. TOOK.. KEN BANGUN WOOI… NGEBO MULU KERJAAN LU” angeline teriak teriak sambil gedor gedor pintu kamar niken.
Karuan niken yang lagi ngorok itu jadi keganggu. Dia pun keluar kamar.
“HOOOAAAHEEEEMM… ada apa sih Lin… ganggu aja deh..” niken menggerutu sambil nguap tepat di depan muka angeline. Seketika itu angeline langsung pingsan. Mulut niken bau comberan hi hi hi gak lah.
“Ken anterin aku ke toko sepatu” rengek angeline.
“Buat apa sih Lin… sepatu lu kan udah segudang” jawab niken.
“Tapi gak ada yang matching dengan gaunku ken.. uupps” angeline buru buru bekep mulutnya sendiri.
“Gaun…? Gaun apaan Lin”
“Gak… gak papa kok.. plis ken anterin dong..”
“Heeem.. iya deh.. aku cuci muka dulu ya?”
“Ah kelamaan” angeline langsung tarik tangan niken keluar rumah. Mereka pun tancap gas.

Di dalam toko, lagi lagi angeline ketiban apes. Dari tadi dia cobain sepatu satu persatu. Tapi gak ada satu pun yang pas. Angeline jadi jengkel pada dirinya sendiri. Saking jengkelnya, dia malah cobain sepatu boot.
“Lu stres ato gimana sih Lin?” Kata niken.
Angeline cuma tersenyum. Tapi raut mukanya masih manyun. Muka angeline jadi keliatan aneh.
Demikianlah, dari tadi kedua anak itu keluar masuk toko sepatu. Tapi sampai menjelang sore, mereka tak dapetin sepatunya. Karena putus asa, mereka pun pulang.

Sabtu jam 7 malam
Dari tadi angeline hanya termenung di dalam kamarnya. Impiannya untuk memakai gaun pemberian papa di pesta ulang tahun riri sirna sudah. Padahal dia tuh pengen tampil cantik malam ini. Kadang kadang angeline ngiri pada niken. Si niken tuh mau pake apa aja tetep cantik. Nah kalo angeline harus dandan ribet kalau mau tampil beda. Meski sebenernya angeline udah cantik dari sononya, tapi yang namanya anak cewek pasti ingin terlihat lebih cantik, tul gak?

Sementara itu di rumah riri. Saat ini semua sudah pada kumpul. Semua memandang kagum pada riri yang hari ini berpakaian ala putri elsa. Cantik banget. Di bagian anak cewek ada niken, sarah, iin, emma, ines, mei Ling juga yang lain. Di bagian cowok ada tomi fadil dkk.

Acara pun dimulai. Semua menyanyi untuk riri. Usai menyanyi, baca doa dan tiup lilin. Semua salaman pada riri. Niken dapat giliran terakhir.
“Met ultah ya ri.. semoga sehat selalu, panjang umur dan bla bla bla…” kata niken.
“Thanks ya ken… btw kayaknya angeline gak ada deh, dia ke mana ken?” Tanya riri.
“Dia gak datang kali ri.. tadi pas kuajak, dia msih di dalam kamar” kata niken.
“Kok gitu sih” timpal iin.
“Katanya sih dia gak punya sepatu pesta” jawab niken.

“Nah anak anak.. sekarang silahkan menikmati hidangan, tapi maaf adanya cuma ini” kata papa riri.
Seketika, tomi dan fadil langsung semangat.

Sementara itu, angeline masih murung di dalam kamarnya. Disaat itu mama masuk kamar.
“Lho sayang… katanya mau ke pesta” tanya mama.
“Gak jadi mah” jawab angeline.
“Kenapa… itu baju juga masih baru kan?”
“Iya mah.. tapi aku gak punya sepatu yang pas”
Sejenak mama menatap angeline dengan gaun biru mudanya. Mama tersenyum.
“Tunggu sebentar deh” kata mama. Lalu beliau keluar kamar.

Beberapa menit kemudian mama kembali.
“Coba pake ini” kata mama.
Angeline terbelalak saat mama kasih sesuatu.
“SEPATU KACAAA..? Mama dapat dari mana sepatu itu?” Tanya angeline.
“Udah pake gih” mama lalu ke luar kamar.
Angeline pun memakai sepatu itu. Dan ternyata sepatunya pas banget. Angeline kembali bercermin.
“Hi hi hi..” angeline hanya tertawa kecil. Dia lalu ke luar kamar sambil nyanyi nyanyi, nari nari gaje
“Hahahahaaaha hihihi hiiihi ini sepatu kacaku”

Saat angeline keluar pintu, di saat itu kak nanda muncul dari dalam kamarnya. Nanda heran liat angeline yang bertingkah aneh itu. Tapi sedetik kemudian nanda melotot melihat sang adek bersepatu kaca.
“Adek…” kata nanda.
Angeline jadi malu deh.
“Eh ada kak nanda hi hi”
“Mau ke mana? Kok berpakaian kayak gini”
“Ke pesta ultah temen kak.. eh kak anterin donk..” rengek angeline.
“Ogah… kakak mau ngapel hehehe”
“Ikh kakak tuh ya?” Angeline langsung teriak.
Mereka malah berantem. tapi pada akhirnya nanda mengalah dan bersedia anter angeline.

Kembali ke rumah riri. Di saat semua pada menikmati hidangan. Disaat itu ada yang nongol dari luar pintu. Semua mata langsung tertuju ke arah pintu. Semua terperangah.. tampak angeline dengan gaun biru muda, rambut yang tergerai indah dan…
O M G angeline memakai sepatu kaca…
Si angeline yang merasa dilihatin banyak orang itu jadi makin pede. Dia melangkah ke arah riri.

“Met ultah ya ri… sukses aja deh buat kamu” kata angeline.
“Tanks Lin… tapi ini beneran kamu kan Lin..? Sumpah kamu cantik banget deh Lin?” Puji riri.
“Apaan sih ri…” angeline jadi malu deh.
Di bagian anak cewek. Niken, iin, sarah dan semuanya pada memandang iri pada angeline yang malam ini mirip cinderella.
Di bagian anak cowok. Tomi fadil dan semua pada memandang kagum. Sedetik kemudian terjadi keributan. Fadil, tomi dan anak anak cowok pada dorong dorongan, tarik tarikan dan jambak jambakan buat dulu duluan dekati angeline hehehe. Tapi keributan itu terhenti setelah melihat papa riri yang melotot menyeramkan hahahahaha.

Pada akhirnya, semua menyatu. Tak ada lagi keributan. Semua pada memuji penampilan angeline. Beberapa anak cowok pada gaje minta selfi bareng angeline.
Malam yang indah buat riri, angeline dan semua. Mereka larut dalam suka cita dan kemeriahan pesta.
Tapi gak semua ding…!!
Ines, emma dan mei Ling dari tadi hanya manyun menahan lapar. Sebagaimana di cerita sebelumnya, mereka bertiga adalah vampire. Jadi kan mereka gak doyan makanan manusia. Alhasil mereka hanya ngiler melihat teman temannya pada makan.

SELESAi

Cerpen Karangan: Cak Alien
Facebook: Cak Ali Faynatic Fals

Cerpen Serial Niken (Sepatu Kaca Cinderella) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Romantic Knowledge (Part 1)

Oleh:
Apa kalian pernah mendengar istilah yang mengatakan Don’t Judge a book by its Cover? Aku yakin kalian pernah mendengarnya, karena istilah itu sudah terlalu mainstream. Siapa pun pasti sudah

Antara Kau dan Aku

Oleh:
“Kak. Tungguin dong” ujar michele “lelet amat sih kamu, chell!” ujar kak bagas “sorry kak, aduuhhh… kaki ku keseleo kak” ucap michele sambil memegang kaki kirinya “keseleo…? tuh kan

Bad Day

Oleh:
“08.17.” “Arrgghh!!! Aku telat!!!” teriakku keras saat melihat jam di handphoneku. Teriak-teriak gak jelas sambil memakai baju, mulutku terus mengoceh kesal. Dan kali ini aku ke kampus tanpa make

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *