Superhero Pemalu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Lucu (Humor)
Lolos moderasi pada: 30 October 2017

Ini bukanlah kisah tentang Thor. Iya, Thor si dewa petir dalam cerita legenda di Eropa utara. Di sini saya akan menceritakan kepada kalian kisah Thoriq si superhero pemalu yang tidak melegenda.

Thoriq Putra Petir, itulah nama lengkapnya. Mungkin bagi beberapa orang akan menganggap bahwa kata “Petir” dalam namanya diambil dari nama ayahnya. Namun sebenarnya itu bukan diambil dari nama ayahnya, tetapi diambil dari kemauan ayahnya. Ayahnya memang sengaja memberi nama itu disebabkan oleh terinspirasinya dari kisah legenda Thor, sang dewa petir dari Asgard. Dengan nama itu, ayahnya berharap Thoriq menjadi superhero yang membasmi kemiskinan bagi keluarganya.

Thoriq lahir di kota Garut. Entah kebetulan atau tidak, tapi nyatanya ini kebenaran, selain nama yang hampir mirip dengan Thor, tempat lahir pun hampir mirip. Bila Thor lahir di kota Asgard, Norwegia, Thoriq lahir di ASGAR akronim Asli Garut, iya, kota Garut, Indonesia.

Thoriq berzodiak Gemini dengan golongan darah yang A. Ketika kelas 4 SD, Thoriq sempat kecewa saat pelajaran Biologi mengenai golongan darah. Gurunya memberitahu bahwa golongan darah A hanya dapat mendonorkan darahnya ke orang yang memiliki golongan darah A dan AB. Mendengar itu Thoriq lalu bertanya kepada gurunya.
“Kenapa cuma bisa ke orang yang golongan darah A dan AB saja? Kalau didonorkan ke B atau O kenapa emang, bu?”.
Ibu guru tersenyum mendengar pertanyaan dari Thoriq.
“Bila darah A didonorkan kepada orang yang memiliki golongan darah B atau O, nanti darah orang yang nerimanya jadi beku”.
Mendegar jawaban tersebut Thoriq lansung berkata dalam hatinya “Ah! Coba saja kalau golongan darahku O, aku akan bagi-bagiin ke orang yang lagi sakit dan butuh darah. Juga ke orang yang darahnya dihisap vampir dan nyamuk”. Jiwa superheronya memang sudah terlihat sejak kecil.

Kini Thoriq sudah berusia 37 tahun. Dia sudah dibantu oleh wanita yang mau menjadi istri untuknya agar statusnya menjadi sudah berkeluarga. Keluarganya kecil, dia hanya memiliki satu orang anak yang berusia 5 tahun, berjenis kelamin laki-laki dengan bola matanya yang berwarna cokelat, mirip seperti Thoriq.

Untuk mewujudkan harapan ayahnya dengan nama yang ada padanya, yaitu menjadi superhero pembasmi kemiskinan bagi keluarganya, Thoriq rela menjadi superhero pemalu. Pahlawan dengan palu sebagai senjata pamungkasnya. Lagi-lagi mirip seperti Thor dalam legenda skandinavia. Namun, bila dalam kisah Thor palu yang dibawanya itu dapat mengeluarkan listrik untuk melawan kejahatan, maka palu milik Thoriq dapat mengeluarkan uang untuk melawan kemiskinan, walau tidak secara langsung.

Thoriq bekerja sebagai tukang ketok magic di bengkel mobil tetangganya. Dengan menyihir body mobil-mobil yang penyok menggunakan senjata pamungkasnya, yaitu palu, mengetok-ngetok area bodi mobil yang penyok itu menjadi datar seperti sebelumnya. Tidak mudah memang, namun saat ini hanya itu cara yang dia tahu untuk membasmi kemiskinan bagi keluarganya.

Disela kesibukannya menjadi superhero pemalu, Thoriq selalu menyempatkan waktunya untuk keluarganya, walau hanya sekedar berkumpul dan bercanda bersama anak dan istrinya. Karena dia tahu bahwa istri dan anaknya tidak hanya butuh uang, mereka juga membutuhkan waktu bersama suami dan ayahnya untuk mengisi waktu yang tersisa bersama-sama.

“Ayah! Aku tahu hewan apa yang lehernya panjang”. Anaknya bertanya.
“Iya? Apa?”.
“Jerapaaahhhhhh, ayaahhhhh”.
“Bukan”.
“Eh? Kok bukan? Terus apa?”.
“Ular kan leher semua”.

Cerpen Karangan: Muhammad Fauzia Al Fajar

Cerpen Superhero Pemalu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Baper

Oleh:
Matahari mulai memancarkan sinar dengan semangat-semanganya saat aku -Firda- dan Ira sedang duduk bedua di bawah pohon depan ruang kelas menunggu dosen masuk. Aku melirik jam tanganku yang sudah

Pada Sebuah Kafe

Oleh:
Jarum jam di pergelangan tanganku masih menunjukan angka setengah tujuh malam. Ini berarti masih tersisa waktu setengah jam lagi, waktu yang lebih dari cukup bagiku untuk mencapai tempat tujuan.

Nyesek Bikin Nyusruk

Oleh:
2 bulan jomblo itu rasanya parah-parah ya, kalau malem gak ada yang ngucapin “selamat malam sayang, mimpi indah ya, i love you..” terus kalau pagi juga gak ada yang

Demi Boyband

Oleh:
“GRB Tool” adalah salah satu boyband yang naik daun saat ini. Bahkan aku salah satu penggemarnya. Aku adalah seorang cowok. Tapi kenapa aku menyukai mereka? Apa aku seorang gei?

Am I Cinderella? (Part 2)

Oleh:
Aku pun berlari melintasi lorong kelas XII, hingga akhirnya aku berdiri persis di depan pintu kelas XII IPA 5 yang tertutup. Terdengar pembicaraan dan tertawaan keras dari dalam. “Hahaha…

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *