Tolong

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Lucu (Humor), Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 3 March 2017

“Toloooong!” Terdengar teriakan dari dalam rumah Hasan. Satria bergegas berlari menuju rumah Hasan bersama beberapa tetangga. “Ada apa San?” Tanya Satria. “Hahahaha tidak ada apa-apa Satria, aku tahu kamu lewat jadi aku kerjain pura-pura minta tolong” Jawab Hasan sambil tertawa terbahak-bahak tanda kemenangan. “Huuuuuu!” Teriak Satria bersama para tetangga yang kecewa, lalu pergi membubarkan diri sambil membawa luka di hati (hehe).

“Toloooongg!” Terdengar lagi suara minta tolong dari dalam rumah Hasan. Edo dan beberapa tetangga bergegas menuju rumah Hasan. “Ada apa San?” Tanya Edo penasaran. “Awas kalau kamu bohong lagi!” Kata para tetangga. “Hahahaha aku melihat Edo berjalan di depan rumah jadi kukerjain, pura-pura minta tolong! Hehehe” Jawab Hasan sambil tertawa cekikikan tanda tak terkalahkan, sambil mengangkat kedua tangannya ke udara… “Merdeka!” (huh!) “Huuuuu!! Dasar gendut tukang bohong!” Teriak Edo dan para tetangga lalu pulang ke rumahnya masing-masing.

Siang berganti sore, sore berganti malam. “Tolooongg! Tolooongg!” Terdengar suara Hasan minta tolong dari dalam rumahnya. Semua para tetangga Hasan termasuk Satria dan Edo pura-pura tidur di rumahnya masing-masing. Nampak tiga orang keluar dari rumah Hasan dengan tergesa-gesa. Orang pertama membawa televisi dan PS Hasan ke dalam mobilnya yang diparkir di pinggir jalan raya. Orang kedua membawa tiga ekor kambing kesayangan Hasan. Orang ketiga membawa karung besar yang berisi perhiasan dan barang berharga Hasan termasuk HP, Laptop, serta baju-baju kumalnya. Ternyata mereka maling! Lalu pergi begitu saja bersama mobilnya. “Tolooonggg! Toloongg!” Seisi kampung perumahan Hasan nampak sepi dan sunyi.

‘Selamat pagi Satria! Ayo bangun bangun… Jangan lupa ke sekolah! Tak dus tak dus tak tik tuk tak dus tak dus!’ Itulah suara alarm HP Satria yang berbunyi setiap hari di kamarnya, kecuali hari minggu. Sejak ayam jagonya disembelih ibunya, Satria selalu menggunakan HP untuk bangun pagi.

Setelah berkemas-kemas, Satria pun melaju di jalanan menuju ke sekolah bersama motor antiknya. Sampai di perempatan jalan Satria menghentikan laju motornya, sebab lampu Traffic Light menyala warna merah tanda berhenti. Lama Satria berhenti, tapi lampu Traffic Light itu masih menyala warna merah. Hingga beberapa pengendara di samping dan belakang Satria nampak tidak sabar dan melajukan kendaraannya menerobos lampu merah. Satria masih terdiam di atas motornya, dia tidak mau melanggar hukum. Dan akhirnya semua pengendara yang ada di dekat Satria ikut menerobos lampu merah yang tak berpindah-pindah menyala warna kuning, apalagi hijau.

Satria terpaku sendirian di tengah jalan, dia mentaati undang-undang lalu lintas. Jika lampu menyala merah tanda semua kendaraan harus berhenti. Lama dia tunggu lampu tidak berubah warna. Lalu datang dua polisi lalu lintas. Satu membawa tangga dan naik ke atas lampu Traffic Light. Satu polisi lainnya memberikan aba-aba supaya Satria jalan. Priittt priitt! Ternyata lampu Traffic Light itu rusak dan macet. Pantesan yang menyala cuma warna merah saja. Satria mengikuti lambaian tangan polisi lalu lintas, priittt priittt!!

Ada yang lain di dalam kelas X a pagi ini. Diantara murid-murid yang berseragam pramuka semua, Edo memakai seragam putih abu-abu. Hahaha huhuhu hihihi! Seisi kelas menertawakan Edo. Satria mendekati Edo, “Do! Kenapa kamu memakai seragam putih abu-abu? Bukankah hari ini seragam pramuka?” Tanya Satria penasaran. “Aku tadi bangun kesiangan, aku lupa hari ini harus memakai seragam pramuka. Pantesan di sepanjang jalan tadi banyak orang yang menertawakanku” Jawab Edo dengan pipi semu merah kayak jambu air di atas pohon.

Waktu istirahat Edo tidak berani keluar kelas. Dia menyendiri di dalam kelas karena malu dengan teman-teman yang lainnya. Sebab hanya dia seorang di sekolah ini yang memakai seragam putih abu-abu, yang lain memakai seragam pramuka. Satria datang dari kantin membawakan sebuah roti cokelat dan es juice dalam kemasan. Dia tahu sahabatnya itu tidak berani ke kantin meskipun perutnya lapar. “Terimakasih Satria! Kamu memang seorang Kesatria!” Kata Edo sambil memakan roti di tangan kanan dan meminum es juice di tangan kirinya. “Bayar Do! Roti lima ribu, Es juice lima ribu, ongkos jalan empat puluh ribu” Kata Satria bercanda sambil tersenyum sampul, eh salah.. Tersenyum simpul! Edo kaget, dia meletakkan roti dan es juice nya yang tinggal separo ke atas meja. “Nih! Aku balikin! Tidak jadi kumakan!” Kata Edo pada Satria yang sudah melangkah pergi sambil tertawa bahagia di dalam hatinya, hahahaha!

Pulang sekolah Satria melewati rumah Hasan yang tadi tidak masuk sekolah. “Tolooongg! Tolooongg!” Suara Hasan terdengar menggema dari dalam rumahnya. Satria sempat menoleh sebentar. Terlihat asap tebal mengepul dari dalam rumah Hasan. ‘Ah mungkin Hasan sedang masak!’ pikir Satria. “Tolooongg! Toloongg!” Beberapa tetangga yang lewat lalu lalang pun pura-pura tidak mendengar, ‘Ah pasti Hasan mau ngerjain kita-kita lagi!’ pikir mereka.

Hingga malam tiba, Satria sedang menonton televisi di kamarnya. ‘Info Berita: Telah terjadi kebakaran hebat di rumah saudara Hasan yang ada di perumahan Sawah kampung Eagle kota Atap. Adapun pemilik rumah yang ditinggal orangtuanya ke kota berhasil menyelamatkan diri, dan hanya mengalami luka bakar pada rambut dan bajunya. Sekian info berita kali ini.’ Hasan? Pikir Satria. Kampung Eagle? Satria langsung tidur di kasurnya untuk menyongsong esok hari yang lebih indah. Z z z z

Cerpen Karangan: Y. Endik Sam
Facebook: Yenva Endik Sam
Aku tidaklah selucu yang kau kira, aku hanya menyukai hal-hal lucu… Itu saja :v

Cerpen Tolong merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bukan Sembarang Anak Panah

Oleh:
“Sammy, kenapa anak panahmu selalu tidak kena sasaran? Kamu sudah belajar seminggu lho, masa gitu saja gak bisa!” marah pelatih panahanku. “Maafkan aku pak!”, “Sudahlah, ini sudah sore. Belajar

Pahitnya Pengkhianatan

Oleh:
Nama aku Felly, aku sekolah di salah satu SMA di Yogyakarta aku kelas XII ipa 1. Aku mempunyai seorang pacar yang bernama Angga dan seorang sahabat bernama Keshi, kami

Pertemuan Yang Dipisahkan

Oleh:
Hai. Namaku Vivi. Umurku 16 tahun. Hobby-ku adalah berenang. Aku sangat suka dengan semua yang berbau Hello Kitty dan Negara Perancis. Yah, Paris tentunya. Menara Eiffelnya itu loh yang

Pertengkaran Pertama

Oleh:
Jumat, 25 Agustus 2013. Seperti biasa hari ini aku pergi sekolah. Aku adalah siswi di salah satu sekolah menengan pertama di kota Pasuruan. Sekarang aku sudah berada di kelas

Astaga

Oleh:
“Guaa laappeeer!!!” “ayo kita nyari makanan! Ke bakso bang jawir aja yuk!” “hah iya dah! Gua mau hahaha” Rasanya dari tadi pagi perut udah ngasih alarm! Sampai akhirnya jam

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *