Tragedi Sleeping Ugly

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Lucu (Humor)
Lolos moderasi pada: 20 July 2015

“Mbak, nah sekarang ini jadi temen sekamarmu” Kata Ibu kos menyodorkan seorang cewek yang berperawakan lebih kecil sedikit denganku dan membawa dua tas sedang.
“Iya Bu” Kata gue sok manis. Gue nggak tau gimana kalau punya temen sekamar. Bisa aja nggak enak kan.
“Ya udah, Ibu tinggal dulu”
Cewek itu masuk ke kamar gue yang hanya berukuran 5 m2.
“Namanya siapa?” Tanya gue waktu dia lagi sibuk angkat mengangkat.
“Nikmat” Jawabnya singkat.
“Apanya yang nikmat. Loe suka kamar ini? Gue turut bahagia deh” Jawab gue dengan geblegnya.
“Bukan Mbak. Nama saya Nikmat. Panjangnya Nikmatul” Jelasnya. Semoga aja dia nggak tersiksa sekamar dengan gue.
“Oh… kalau gitu beberes aja deh. Bajunya dimasukin lemari. Gue mau keluar dulu.” Kata gue bijak karena gue yakin pasti dia malu baru pertama kali ngekos tapi gue udah liat tuh dalemannya kalau gue nggak keluar kamar.

3 hari berlalu dengan baik-baik saja dengan Nikmat. Nggak ada hambatan yang berarti di paralel hubungan kami sebagai teman kos. Malah makin hari semakin akrab saja.
“Kamu pulang jam berapa kuliahnya?” Katanya
“Jam satu. Loe?” Tanya gue balik.
“Jam 3, tapi jam 5 saya harus kumpul paling nggak sampe jam 8 malam” Katanya.
“Oh, kalau gitu gue maen aja deh kekosan temen gue.”

Pagi berganti menjadi sore. Gue maen kosan temen gue yang agak jauh dari kosan gue. Namanya Khuni. Sampai disana gue merasakan gejolak yang pernah gue rasain sebelumnya. Bukan… bukan jatuh cinta. Tapi ini lebih mendalam dan lebih menyakitkan. Sepertinya gue mencret.

Baru sampai di kosan Khuni basa-basi sedikit gue udah kabur pulang ke kosan demi menahan letupan yang akan segera terjadi sebentar lagi. Gue memang orangnya nggak begitu nyaman kalau harus mencretin kosannya orang, jadi mending gue pulang aja.

Sampe di kosan gue keluarin semua uneg-uneg perut gue sampe tuntas hingga gue merasa ringan banget. Mungkin gara-gara gue makan sebungkus mie dengan setengah botol cabe bubuk yang kemarin malam gue beli.

Akhirnya udah lega. Gue masuk ke kamar. Mungkin bawaan waktu sebelum ada Nikmat, jadi pintu langsung gue kunci dari dalam. Gue rebahan nunggu Nikmat pulang. Rasanya lemes banget badan gue. Dan akhirnya gue ketiduran.
Disaat gue tertidur dengan lelapnya, temen kosan gue datang. Dia ngetuk pelan pintu kamar gue. Nggak ada suara karena gue pulas banget. Dari ketukan kecil lama-kelamaan jadi gedoran yang bisa bikin anak kecil nangis. Tapi gue tetep nggak bangun.
Nikmat lapor sama Ibu kos gue. Ibu kos langsung lari tunggang langgang mau ikutan gedor pintu kamar gue. Anak kosan lain juga pada udah heboh. Mereka pada miscall Hp gue. Tapi saking sedeng and geblegnya, gue masih nggak bangun juga. Di SMS juga nggak bangun padahal suara ringtone Hp gue termasuk keras.
“Aska lagi sholat atau apa?” Tanya Ibu kos
“Masa’ sih. Sholat kok lama banget.” Kata salah satu mbak-mbak kos yang lain.
“Kalau terjadi apa-apa gimana sama Aska? Ibu takut. Apa pintunya didobrak saja ya?” Mungkin kalau gue masih bangun gue bakalan tersanjung denger kata-kata sosweet ibu kos ku.
“Jangan Bu. Mending pake tangga, kita liat dari ventilasi kamarnya.” Cetus mbak-mbak yang lainnya. Kosan gue emang punya jendela. Tapi itu jendela permanen dan burem. Jadi tetep nggak bisa ngintip dari situ.

Bapak kos datang bawa tangga, dan salah satu penghuni kosan ada yang naik tangga untuk ngintipin lagi apa gue di dalam. Setelah naik dan jeng jeng genjreng… Mereka melihat gue lagi tidur dengan pulasnya sambil mangap. Mereka tertawa. Gue masih tertidur.

Dan tiba-tiba gue terbangun. Gue lihat jam di Hp gue udah menunjukkan pukul 21.30. Gue kaget setengah mampus. Gue segera bangun. Gue nggak berani keluar karena di luar lagi rapat tentang pembagian piket harian. Setelah lima menit ngejogrok di kasur, akhirnya gue beranikan diri membuka kunci pintu kamar gue dan SMS Nikmat.
Sorry yah… gue ketiduran. Sekarang loe masuk aja.
Itu kata-kata yang gue kirim ke Nikmat. Nggak berapa lama setelah rapat selesai, Nikmat masuk ke kamar dengan senyam-senyum nggak jelas. Gue pengen tau gimana ceritanya tadi disaat gue tertidur selelap itu.
“Sorry ya. Loe tadi pulang jam berapa?” Kata gue nggak enak sama si Nikmat.
“Jam 8 malam. Kamu kok nggak denger sih pintu udah digedor-gedor kayak gitu” Katanya sambil rebahan di kasur.
“Lagi nggak enak badan gue. Jadi gue ketiduran. Gue kalau capek atau sakit emang geblek banget kalau tidur. Dulu waktu kecil aja pernah jatuh dari kasur dan kepala berhasil mendarat di ember yang nggak sengaja ditaruh situ tapi gue aja nggak bangun.”
“Oh, pantesan. Yang lain pada ngira kamu sakaw lah, bunuh diri lah dan sebangsa yang aneh-aneh.”
“Gue janji deh Gue nggak bakalan nutup pintu kalau loe belum pulang.”
“Iya-iya. Nggak papa kok.”
“Uh… malu banget gue Nik. Mau ditaruh mana muka gue?”
“Di WC juga boleh. Lumayan buat nakut-nakutin werog disini Ka” Jawabnya polos.
“Sialan lu” Gue buang muka sembarangan.

Cerpen Karangan: Greensa Violeta
Facebook: Greensa Violeta

Cerpen Tragedi Sleeping Ugly merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Dalam Tanda Kutip

Oleh:
Dia datang. Cowok itu datang lagi ke perpustakaan kota. Karina hanya bisa melihatnya dari balik buku yang berbaris rapi di rak. Berharap cowok itu melirik ke arahnya. “Hoi!” sapa

Kutukan Jaga Perpus

Oleh:
Hey bro! Namaku Aldo, umurku ya kira kira tujuh belas tahun. Aku besar, dan lahir di Kota Ponorogo ini. Mau tahu aku di sini biasanya ngapain? Jaga perpustakaan man!

Parodi Rengasdengklok

Oleh:
Pada tanggal 15 Agustus 1945, setelah para pemuda mencapai mufakat di sebuah lembaga bakteriologi, mereka menemui Ir. Soekarno untuk mendapat persetujuan resmi. Dengan rasa percaya diri dan optimisme setinggi

Jahe

Oleh:
JAHE ! Kata itu yang sampai saat ini masih terngiang-ngiang di otak gw.. kenapa?Loe bakal tau jawabanya… tapi sebelumnya marilah kita panjatkan puji syukur akan kehadirat ketua RT maupun

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *