Ujian Ringan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Lucu (Humor), Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 1 September 2021

Meskipun banyak sekali perempuan yang memimpikan menikah dengan pria yang dicintainya, tak sedikit pula yang mengharapkan menikah dengan cinta pertamanya –meskipun banyak kepercayaan bahwa cinta pertama itu jarang berhasil-, sedangkan aku memimpikan bisa menikah yaah begitulah kurang lebih pemikiranku, bukannya aku ini polos atau bagaimana tapi aneh rasanya jika membicarakan cinta atau hal hal romantis, karena hal itu tidak pernah terjadi dalam hidupku.

Kedua orangtuaku memiliki hubungan yang sangat rumit, kakak perempuanku seorang biarawati, sedangkan kakak laki-laki adalah seorang yang membawa perempuan berbeda setiap harinya. Aku selalu berada di sekolah khusus perempuan entah apa yang ada di pikiran keluargaku menyekolahkanku di sekolah perempuan. Saat ini aku sudah kelas 3 SMP dan aku memimpikan menikah ini karena teman satu satunya yang aku miliki mari kita panggil namanya GIA, Gia yang mengajakku pertama kali untuk drama yang romantis dan selanjutnya aku menjadi kecanduan drama dan hal hal romantis meskipun tentu saja tidak ada hal romatis yang terjadi dalam hidupku bukan berarti aku tidak suka romantis. Berdasarkan semua drama yang kutonton kisah cinta biasanya dimulai sejak SMA jadi aku memutuskan untuk mengubah genre hidupku dari slice of life menjadi Komedi romantis.

“apa? Papa ga setuju kalau kamu masuk SMA biasa itu”
“mama juga ga setuju, mama dan papa nggak akan biayain hidup kamu lagi kalau kamu tetap akan masuk SMA biasa itu”

Begitulah jawaban orangtuaku saat aku bertanya mengenai SMA ku, ahh kalau masuk SMA khusus perempuan ini lagi genre hidupku akan tetap sama, membosankan, aku juga ingin merasakan berbunga-bunga, jantung berdetak kencang hanya karena saling menatap, aku ingin jatuh cinta pah mah. Tentu saja aku tidak bisa mengucapkan alasan sebenarnya itu, aku sudah pasrah akan takdir ini jika memang aku harus sekolah di SMA khusus lagi. Aku sudah menyerah dengan kehidupan romansa SMA. Rasanya romantis hanya bisa kutonton dari drama saja dan aku harus merasa cukup dengan itu semua.

“katanya lu mau masuk SMA biasa?”
Ini adalah hal langka dimana kakak laki lakiku masuk ke kamarku
“hmm ga jadi, gada uang” jawabku sambil memeluk guling kesayanganku
“kalau gua yang biayain, nilai lu cukup ga?”

Aku membenci banyak pertanyaan tapi untuk pertama kalinya dalam sejarah hidupku, aku akan menjawab dengan lugas pertanyaan ini
“cukup banget bang, emang gapapa kalau abang biaya gua SMA? SMA itu mahal loh belum kos gua nanti terus makan hidup sehari hari”
“yaudah kalau lu ga mau,”
Belum sempat kakaku melangkah pergi, langsung kutarik lengannya dan
“mau bang, gua mau”
“oke kalau gitu besok gua transfer duit buat pendaftarannya, jadi lu ga usah mikirin apa apa lagi, benerin aja nilainya soal biaya biar gua yang urus”

Setelah menyelesaikan perkatannya kakak langsung keluar kamar, dan bicara pada papa dan mama sepertinya mereka setuju kakak yang akan membiayai hidupku karena tidak terdengar bunyi penolakan. Sebentar kenapa ini terasa seperti mimpi Plak.. aww sakit ternyata ini bukan mimpi. Apa sebenarnya kakak itu orang yang baik? Lalu bagaimana dengan perempuan yang dibawa pulang ke rumah? Ahhh kenapa aku harus pusing hal terpenting aku bisa bersekolah di SMA biasa. WAHHHH SELAMAT DATANG DUNIA ROMANSA SMA.

Penyambutan siswa baru SMA Tunas Karya, sesuai dugaan kakak nilaiku hanya pas pasan dan aku hampir tidak lolos di SMA ini, meskipun lolos ternyata aku masuk di kelas F atau kelas berisikian siswa dengan nilai –dibawah standar— aku tidak mau menyebut ini kelas siswa bodoh karena semuanya pintar kok di bidangnya masing masing. Tapi sepertinya disini lebih sulit berteman kebanyakan dari mereka sudah berteman sejak SMP, tidak mengapa mari kita berusaha, semangat wahai akuuu!!

“maaf aku boleh duduk disini?” sapaku pada salah seorang siswi karena disampingnya terdapat kursi kosong
“ini udah ada yang isi” jawabnya ketus

Wahh kehidupan SMA seram, aku tidak tahu kalau di SMA lain harus berebut kursi karena di sekolah lamaku kursi sudah dibeli atau dibooking oleh orangtua mirip seperti bioskop. Kuperhatikan sekitar lagi ada kursi kosong di barisan belakang dekat jendela, tanpa bertanya aku langsung mendudukinya. Wahh apa ini biasanya didalam film film yang kutonton duduk di barisan belakang akan jadi pemeran utama dalam hal romantis hahaha begitulah pemikiran konyolku. Tapi sepertinya tidak kelas sudah berakhir dan tidak terjadi apa apa. Semua siswa kelas tidak ada yang mengajaku bicara jika tidak penting atau tidak ada yang berhubungan dengan pelajaran.

Hari terus berganti begitu cepat dan sudah hampir pergantian semester dan apa ini aku belum menemukan keromantisan jangankan romantis teman saja aku tidak punyaa wuaaaaa. Liburan semester ini aku ingin pulang ke rumah tapi aku terlalu takut bertemu dengan mama dan papa. Akhirnya aku hanya menelepon kakak.

“halo kak?” sapaku
“kenapa? Keabisan duit lu” jawabnya dengan datar
“ahh nggak kok, gua pengen pulang kangen mama papa” akhirnya aku mengatakan hal ini
“jangan balik dulu, sebelum lu lulus itu janji gua sama mama papa, udah jangan cengeng lu yang pilih hidup ini lu harus kuat…” tanpa menunggu jawabanku kaka langsung menutup teleponnya,

Ahhh apartemen ini rasanya sepi sekali kalau musim liburan, apa karena biasanya aku hanya pulang untuk tidur ya? Yaudah deh tiduran sambil nonton drama yang belum aku selesaikan. Dan ternyata liburan 2 minggu dihabiskan dengan drama dan anime romantis. Dan sudah masuk semester 2, Tuhan kumohon izinkan aku mengubah genre hidupku menjadi komedi romantis.

Sepertinya ada yang salah disini bagaimana jika mengubah sedikit, mungkin karena di kelas ini aku jadi tidak terlihat dan tidak ada satupun yang melirikku, baik jadi kita harus pindah kelas. Pertama belajar yang giat dan ikut les. Terlalu sibuk ingin pindah kelas membuat peringkatku naik dari peringkat 200 ke peringkat 10 besar, sepertinya jika aku bersungguh sungguh aku bisa jadi peringkat pertama hehe.

Akhirnya aku bisa pindah ke kelas A kelas dimana semua siswa berambisi terhadap nilai, tanpa disadari aku terbawa suasana sampai hampir mendekati hari kelulusan SMA aku tidak mendapat keromantisan dan hanya mendapat peringkat pertama serta mendapat beasiswa melanjutkan pendidikan di sekolah detektif kepolisian, tunggu dulu… kenapa detektif? Apa ini kalau begini kisah hidupku akan bergenre action thriller?

Masa SMA di sekolah biasa membuatku berfikir akan mendapat kisah romantis ternyata gagal total baiknya karena aku sempat belajar keras membuat mama dan papa bangga dan akhirnya menyuruhku pulang, dan mengenai sekolah detektif ternyata kakak membuat syarat yang tidak aku ketahui dimana jika dia akan membiayai masa SMAku dengan syarat setelah lulus aku harus sekolah detektif, dan aku juga baru mengetahui jika kakak bercita cita menjadi detektif tapi gagal, kedua orangtuaku setuju aku menjadi detektif entah alasan apa lagi kali ini yang kakak berikan, aku juga sudah tidak sanggup melawan lagi. Kisah kisah romantis SMA yang aku bayangkan sudah berakhir begitu saja, aku bahkan tidak ingat banyak hal yang kuingat hanya pelajaran dan pelajaran. Aku benar benar menyerah dengan kehidupan romantis dan selamat datang di dunia detektif.

END

Cerpen Karangan: Sajajusa
Blog: certiapendek.blogspot.com

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 1 September 2021 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com

Cerpen Ujian Ringan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Berada Dalam OSIS

Oleh:
Terik matahari pagi menyinari langkah Indah. Tepat pukul 07.00 Indah berada di lapangan bersama para peserta MOS SMK Negeri Wiyata Mandala. Langkah Indah terhenti saat berpapasan dengan Ketua Osis.

Long Live (Part 1)

Oleh:
Namaku Samantha Olivia Robertson tapi biasa dipanggil Sammy. Umurku 9 tahun. Dan aku tinggal di Manhattan sebuah kota di Amerika. Tapi semenjak kedua orangtuaku bercerai aku tinggal di Jakarta,

Hati Yang Terluka (Part 3)

Oleh:
Ketika akan pulang, Sherin lupa jika tadi ia meninggalkan buku paketnya di atas meja. Ia memutuskan untuk kembali masuk ke sekolah. Tapi, langkah Sherin terhenti melihat pemandangan yang ada

Jona Or Joni

Oleh:
Jona berlari kencang, sekarang ia sedang dikejar kejar dan diteriaki namanya “JOOON…” “JON berhenti JON!!!” “Wadaw, gua kayak lagi ada di red karpet nih! Aw, Aw, Aw” Wajahnya tersipu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *