Waktu yang Tepat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Lucu (Humor), Cerpen Ramadhan
Lolos moderasi pada: 30 May 2020

Ugh, aku tak tahan lagi, bagaimana bisa mereka melakukan hal tersebut kepadaku? Dasar sial aku benar-benar tak tahan. Aku ingin menyingkirkan mereka secepat mungkin tapi disini terlalu banyak saksi mata. Ku benci mereka, ku ingin membunuh mereka sampai tak tersisa satupun dari mereka.

Sial! Mengapa sulit sekali untuk mengambil langkah untuk menyingkirkan mereka, padahal harusnya hal ini sangat mudah dan praktis. Mereka tetap melakukan kegiatan dengan sewajarnya tanpa mengetahui aku akan menghabisi kawanannya. Ah, lebih baik aku sabar tetapi itu sangatlah sulit dengan penampilan mereka yang kurang ajar seolah mempermainkan aku!
Cih! Apa-apaan? Aku disini namun mereka hanya diam dan terlihat nyaman saja. Coba saja ada celah, akan kusingkirkan mereka yang terlihat menjengkelkan, akan kuhabiskan mereka yang terlihat sok menawan! Harus berapa lama lagi sih! Sial, hal ini sudah membuatku geram tak kepalang! Yah mungkin aku bisa menunggu, tapi itu akan membuatku lengah terhadap kesempatan! Tetaplah menatap mereka, tetaplah!

Aku benar-benar muak jika ini cara mereka memperlakukanku, tapi mengapa disini harus ada saksi mata, cih! Ahh, Aku benar-benar ingin menggapai pisau dan mulai memotong mereka dari atas ke bawah! Aku ingin mengambil potongan tersebut dan menjadikannya milikku! Sial, harusnya sudah dari tadi aku bisa melakukannya.

Apa benar ini akan menjadi hal yang benar? Ahh, tak peduli akan kebenaran aku akan terus menunggu kesempatan itu! Tapi mungkin dengan kesabaran akan berbuah hasil yang lebih baik kah? Namun itu masih mungkin, aku ingin sekarang mereka menjadi korbanku!

Hah, wanita itu…, dia…, sial wanita itu malah menjadikan mereka lebih buruk lagi bagiku! Kalau begini caranya aku akan membunuh mereka dibelakang wanita itu! Yak, benar, dibelakangnya sehingga aku tak perlu mendapat lebih banyak nafsu membunuh ini karena nafsuku sudah mencapai batasnya. Yak, aku akan menyingkirkan mereka, dengan cepat tentunya tanpa adanya jejak.

Kuambil pisau dan sebuah alat panjang yang cukup membuat mereka kehabisan isi mereka. Dengan cepat aku melaju untuk menghabisi mereka!

“Ah, Andra ini masih belum buka puasa!”
“Tapi Andra udah laper banget, Ma.”
“Yah, percuma dong udah puasa sampe jam segini.”
“Iya deh, Ma. Tapi es blewahnya barusan keliatan enak sih.”
“Hush, kita minumnya buat buka puasa itu. Ingat masih ada yang ngawasin dari atas lho.”
“Iya, Ma, maaf. Andra tahan lagi deh.”
“Nah gitu dong, itu baru anak sholeh Mama.”

Cerpen Karangan: Restu Pamuji

Cerpen Waktu yang Tepat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Keluarga Gesrek

Oleh:
Angin pagi menerpa wajah mulus Karin dan Iqbaal. Walau ini masih jam 6 pagi, mereka sudah berangkat ke sekolah. Entahlah apa yang mereka pikirkan sehingga datang sepagi ini. “Baal,

Kejebak Niat

Oleh:
Seorang wanita tua berkisar 58 tahun masuk ke sebuah rumah makan padang. Wanita tua: mas, tolong bungkusin nasinya 1 ya..! Pelayan: mau pakai apa bu? Ayam, daging atau ikan..?

Catatan Joni Si Jomblo

Oleh:
Seorang pemuda terlihat fokus mencatat sesuatu di buku catatannya sembari mendengarkan lagu yang diputar di MP3 playernya. Lantunan lagu Gamaliel Audrey Cantika (GAC) berjudul “seberapa pantaskah” terdengar lembut dari

Dukun

Oleh:
Aku mematung seperti kena tenung. Ku lihat perlahan jari tengahnya merapikan poni rambutmu, terus memutar ramah di lengkungan telinga kirimu sampai akhirnya keempat jari yang lain turut ambil bagian

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *