Will Gates

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Lucu (Humor), Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 12 May 2019

Persamaan Danang dan Will Gates:
Sama-sama didrop-out dari sekolah.
Apa itu artinya, Danang bisa masuk ke dalam daftar salah satu dari 100 orang terkaya di dunia versi majalah Corbes?

Will Gates, Orang Terkaya di Dunia Ternyata Pernah Drop Out!

Brillian, Jakarta.
Siapa sangka kalau salah satu orang terkaya abad ini pernah didrop-out dari sekolahnya?

Adalah Will Gates, yang tidak sempat menyelesaikan studinya di Carvard University, salah satu dari deretan manusia dengan kekayaan bombastis! Bahkan tahun ini, kekayaan Will Gates diperkirakan menyentuh angka 1.192 triliyun rupiah!

“Saking tajirnya, kekayaan Gates kini setara dengan 0,5 persen Gross Domestic Product atau GDP di Amerika Serikat! Gila, bro!” Danang menyesap kembali kopi hitamnya yang sudah tidak mengepulkan asap. Sesekali, mulutnya berkomat-kamit membacakan berita dari koran yang ia temukan di meja warung Bu Kus.
“Apaan yang gila?” Aku mencomot sebuah gorengan dan melahapnya dalam sekali suapan. Tidak begitu tertarik dengan berita yang Danang bacakan.

Danang menurunkan koran dan menyalakan rokoknya. Sedetik kemudian, aku mulai terbatuk karena asap rokok yang Danang timbulkan. “Lo lupa sama perjanjian kita?” tanyaku datar.
Mata Danang langsung membelalak, kemudian lelaki paruh baya itu segera mematikan rokoknya dengan tidak rela. “Sori-sori, Fer.”

Dia kembali meraih koran dan membacanya dengan semangat, sampai-sampai aku dapat melihat air ludahnya membasahi koran malang itu.
“Bahkan, jika Gates merupakan sebuah negara, kekayaannya mampu melampaui Ukraina dan menjadi negara dengan ekonomi terbesar peringkat ke-63 di dunia! Itu tuh maksud gue, gila banget Will Gates, nggak lulus aja jadi orang terkaya!”

Bu Kus yang tengah berkutat dengan kalkulatornya -menghitung total makananku- ikut menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Terus kenapa? Kayak lo kenal dia aja,” sahutku seraya menyerahkan selembar duapuluh ribuan pada Bu Kus. Sesekali, mataku melirik jam tangan kesayanganku, edisi khusus dari Baume & Mercier.
Danang tersenyum lebar. Aku bahkan dapat melihat giginya yang menguning karena rokok yang kerap kali dikomsumsinya. “Gue harusnya juga bisa jadi kayak Will Gates! Nih, kan cocok banget tuh, bedanya gue dikeluain pas SMA! Yah, nggak beda-beda amat kan?”
Kontan, aku menepuk kening. Terlampau jengah dengan pemikiran unik Danang. Aku segera bangkit berdiri setelah merapikan sedikit kerah kemeja Ralph Laurenku.

“Suka-suka lo, iya deh calon Orang-Terkaya-Di-Dunia, jangan lupa seminggu lagi utang lo harus udah lunas!” tandasku seraya pergi dari warung kesukaan kami sejak SMA. Meninggalkan Danang yang memiliki nasib berbeda, tengah menatap korannya seolah mendapat lotere milyaran rupiah.

Sejujurnya, aku ingin menertawakan mereka yang memiliki pemikiran sedangkal itu.
Bukannya apa-apa, tetapi terkadang, lebih baik ditampar dengan kenyataan daripada bergelut dengan angan-angan belaka. Hidup tidak akan ke mana-mana kalau hanya terjebak di dalam imajinasi.
Lagipula, memangnya Danang kira, aku mendapatkan semua ini dari hasil drop out sekolah?

Will Gates, Fin.

Cerpen Karangan: Anis
Anis. 17 tahun. Wattpad: @wishtobefairy.

Cerpen Will Gates merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Feelings Are Not Delivered

Oleh:
Bel pulang sekolah pun berbunyi “kringgg…”, semua murid berteriak dengan girang. Tetapi aku hanya terdiam karena gugup. Entah kenapa, jantung ini terasa berdebar sangat kencang, dan Ingin rasanya untuk

Love In Apple

Oleh:
Dua buah apel yang ada di atas meja baru saja terbang ke dalam tas sekolahku. Lima buku yang tersampul rapi dan beberapa peralatan sekolah menjadi penghuni tas yang masih

Cuma Mimpi

Oleh:
Dar dar dar Begitulah bunyi pintu kamar kami setiap pagi, menjelang subuh para pengurus asrama telah berada di depan pintu dengan wajah sangar mereka membuat kami yang masih berbaring

Endik And The Myth

Oleh:
Endik berjalan sempoyongan, mukanya kusut bak kain lapnya mpok suti. Badannya kian kurus tiap hari, gak mau makan katanya. BAHH. Manja. “le, kok nggak pulang?” “nggak mbak, aku nggak

Khayalan Si Bungul 5 (Two Finger)

Oleh:
Namaku Nur Ubay, Bisa dipanggil Ubay, Bisa dipanggil Ponge, Bisa dipanggil Jimmy, dan juga bisa dipanggil Bang Bossun. Umurku 23. Aku seorang mahasiswa dan aku mencoba terjun ke dunia

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *