Zebra Kros

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fabel (Hewan), Cerpen Lucu (Humor)
Lolos moderasi pada: 12 March 2015

Di padang rumput yang luas, terdapat rombongan zebra yang sedang istirahat. Terkecuali si zebra betina, Zebie, yang sedang melahirkan anak pertamanya.
“Ayo, Zebie. Sedikit lagi! kau pasti bisa!” teriak salah satu zebra betina yang lain. “kalo nggak bisa gimana?” tanya Zebie sambil mengeluarkan tenaga dalam. “kalo nggak bisa hari ini, sambung besok!” jawab salah satu zebra. “aku nggak boleh menyerah! hiiaat!” teriak Zebie. Wwuussh! Sang anak langsung keluar dengan cepatnya dan hilang entah kemana. “Zebie, kau gila? bisa reka ulang? aku belum melihatnya!” tanya salah satu zebra. “oh, tidak! anakku! tapi, ya sudah lah.” Zebie begitu pesimis. Sepertinya Zebie belum beruntung.

“..Cross??” ayah Zingo heran dengan nama baru yang diberikannya untuk adik barunya. “bukan Cross, ayah. Tapi Kros!” seru Zingo dengan semangat. “Dia Zebra! Kenapa tidak Zabb, Zepp atau Zebret?” sang ayah kelihatannya tidak setuju. “aku tak peduli! Pokoknya Kros!”. “Zingo, seharusnya kita memakannya! dia mangsa kita!” Ayah Zingo mulai hilang kesabaran melihat anaknya. Dia mulai mengambil sebatang kayu dan mencucukkannya ke bokong anaknya. Tapi itu tak membuat Zingo goyah dan ia tetap asik bermain dengan Kros. “Kros, mulai sekarang kita bersaudara. Jika kau punya masalah, jangan bilang padaku. Aku ini singa pengecut.” Kros hanya tertawa seperti bayi. Ayah Zingo pun lelah memarahi anaknya dan ia memutuskan untuk pergi.

5 tahun berlalu, Kros pun tumbuh besar. Ia selalu setia menemani kakak palsunya kemana saja. Kros tak pernah bertanya, kenapa ia berbeda dengan kakaknya. “…kau sebenarnya adalah Singa. Tapi karena aku benci kau lebih disayang ayah, aku pun mengolahmu menjadi singa yang jelek” itulah jawaban Zingo jika adiknya bertanya. Kros hanya mengangguk bodoh dan tak mau bertanya lagi. “Kros, ayo kita makan siang!” ajak Zingo. “maaf, kak. Aku puasa.” Kros sangat suka berpuasa. Menurutnya, puasa itu dapat membuatnya tampan. “kau mau kelihatan tampan? ikut aku!” Zingo mencoba menggoda Kros. Zebra gembel itu pun langsung semangat dan mengikuti si kakak.

“kau lihat disana? itu Luna Maya!” Zingo menunjuk seekor singa betina yang ompong. “kak, apa kau katarak? itu bukan Luna Maya, tapi truk sampah!” Kros pun tak mau dibodohi oleh sang kakak. “nah, itu liat, kak! Itu baru namanya Angelina Jolie!” yang ditunjuk Kros tak salah lagi adalah pacarnya Zingo. “apa kau bilang? kau mau merayu pacarku?” Zingo mulai panas. Tanpa menjawab pertanyaan kakaknya, Kros langsung berlari menghampiri Ziny, singa cantik pacar si Zingo. “hay, manis. Bapak kamu tukang ojek ya?” yap, Kros mulai menggombal bung. “enak aja kamu! Papa aku itu Singa, bukan tukang ojek!” teriak Ziny marah. “hahaha, rasain loe, kutu kupret!” Zingo kesenangan rencana Kros gagal. “sayang? Kamu kenal dia? ayo kita jadikan ia makan siang kita!” Zingo malah kaget mendengar ajakan pacarnya. Matanya melotot seolah-olah melihat suster ngesot. Kros yang akan menjadi korban pun juga terpaku. “sayang? ayo! tunggu apalagi? aku lapar!” kata Ziny sambil mengasah garpu sendoknya. “ti-ti-ti-daaaak!!” Kros langsung lari terbirit-birit kalang kabut meninggalkan Zingo. “oh, Kros! Tunggu!” Zingo pun mengejar Kros dengan maksud menghentikan Kros.

“ini tidak mungkin! aku dikhianati oleh kakakku sendiri!” gumam Kros sambil berlari kencang. “kalau begini caranya, aku harus memberitahukannya kebenaran sesungguhnya kalau dia itu zebra bukan singa!” Zingo pun masih mengejar Kros yang masih jauh darinya.

Tiba-tiba, langkah Kros terhenti. Dia kaget melihat apa yang terjadi. Rombongan zebra terpojok oleh 2 ekor cheetah di dinding tebing. “hey, nak! pergilah! Jangan dekati kami!” teriak salah satu rombongan Zebra. Salah satu Cheetah tersebut melihat ke belakang dan langsung tersenyum rakus “sluurp! Bagaimana kalau seekor lagi, Cheebol?” Kros ketakutan. Ia berpikir andai saja Zingo disini. “tidak! Zingo sama saja! sama sama hewan jahat!” teriak Kros dalam hati. Keringat dingin mulai mengucuri tubuh hitam-putih Kros. Salah seekor cheetah tersebut berjalan mendekati Kros. “kemarilah, sayang. Paman punya permen untuk kamu!”. “graaauumm!!” auman Zingo membuat 2 cheetah tersebut takut dan langsung kabur. “kau tak apa Kros?” Zingo datang tepat waktu dan menyelamatkan rombongan Zebra tersebut. “Zingo, terima kasih! Tapi aku sudah tahu semuanya kalau kau..”. “..bohong. Ya, aku berbohong. Maafkan aku Kros” Zingo sedih dan ia menunduk malu.
Rombongan zebra yang ada disitu hanya diam dan saling melirik sampai ada yang bilang, “apapun ceritanya, minumnya tetap teh botol..”. “Salah! Apapun ceritanya, Aku tetap adik Zingo! yeaah!!”

Kros ternyata tidak marah dan tetap ingin bersama Zingo. Zingo pun senang dan ia membuat peraturan bahwa “Zebra is a friend!”. Akhirnya, singa dan zebra pun hidup damai tanpa ada yang dimangsa.

Cerpen Karangan: Nanda Insadani
Facebook: Nanda Insadani

Cerpen Zebra Kros merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Anggapan Albert

Oleh:
Masa-masa liburan sekolah telah tiba. “Time Is To Bored”, mungkin ungkapan itu lebih tepat direkatkan ke Albert. Dalam masa liburannya, ia begitu menginginkan seorang saja cewek yang setia mendampingi

Mas Kul Bukan Untukku

Oleh:
Pagi yang cerah dan matahari tak pernah lelah menyinari dunia dengan cahayanya yang menjadi sumber kehidupan bagi seluruh umat manusia. Kumulai hari ini dengan bersiap pergi ke sekolah. Aku

Tolong

Oleh:
“Toloooong!” Terdengar teriakan dari dalam rumah Hasan. Satria bergegas berlari menuju rumah Hasan bersama beberapa tetangga. “Ada apa San?” Tanya Satria. “Hahahaha tidak ada apa-apa Satria, aku tahu kamu

Cinta Pertama

Oleh:
Aku Ashilla, gadis 15 tahun yang baru merasakan cinta. Cinta pertama. Ya, karena saat ini aku baru duduk di bangku SMA. Kata orang masa-masa SMA merupakan masa penuh ambisi

Anak Ayah

Oleh:
Sudah beberapa lama, si bungsu meringkuk di atas kertas gambarnya. Gerutu dan umpatan pelan terdengar selama ia berusaha menggambar sebuah mobil berdasarkan contoh yang diberikan gurunya. Dengan satu desahan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *