21:09

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 20 April 2015

Aku masih saja terdiam mencoba memahami apa yang telah terjadi. Jeritan dan tangisan yang menyayat hati, darah yang mengalir membuat pandanganku menjadi gelap

“sher, sher bangun” darimana suara itu inginku membuka mataku namun seakan berat
“sher, bangun dong” ucap suara itu sekali lagi dan ku paksakan tuk membuka mata ku
“gue kenapa ndri” tanya ku
“loe pingsan tadi pas lihat kecelakaan di depan kampus”
“darah ndri, darahnya banyak banget terus gimana dia” tanyaku
“yah gitu sher, gak selamat mana anak semester akhir lagi sayang banget”
“anak kampus kita juga?”
“ada yang bilang gitu, anak sastra namanya, aduh gue lupa lagi yah udah lah pokoknya kita gak kenal, gue ke kelas dulu yah kalo udah mendingan loe cepetan masuk kelas” ucapnya yang lalu pergi meninggalkan ku sendiri

Darah itu masih saja terngiang dalam ingatanku yang membuat badanku benar-benar lemas dan membuatku susah untuk menggerakan badan, seakan semua syaraf ku seolah mati. Ku coba untuk memejamkan mataku lagi namun seperti ada sosok yang sedang mengawasiku, ku beranikan diri untuk menoleh ke arah pintu seperti ada sosok tegak yang sedang berdiri disana
“maaf, siapa disitu” tanya ku namun tak ada jawaban, ah sudahlah mungkin dia tak mendengar

Sial aku lupa mengembalikan buku yang kupinjam 2 hari yang lalu di perpustakaan, mau gak mau harus aku kembalikan sekarang juga. Mana udah sore ditambah sepi sialnya si indri balik duluan. Untunglah masih ada beberapa orang terlihat di perpus

Langkahku segera ku langkahkan ke lorong buku-buku fiksi, terasa ada yang mengikutiku dengan mata tertutup kucoba tuk membalikan badan dan agrhhh
“kamu kenapa” tanya suara di depanku dan saat kucoba membuka mata
“eh manusia toh ternyata, maaf yah kak” ucapku dengan senyuman khas orang malu
“maksud kamu aku ini…”
“gak kok kak, hehehe maaf yah” ucapku yang ngelonyor aja
Tanpa menengok ke belakang aku langsung ke luar perpus dan berharap tak bertemu dengan orang itu lagi

Huft kebanyakan nonton film yang gak mutu jadi kebawa di kehidupan nyata

“hey shera” ucap suara di sebelahku yang membuatku terkejut
“kapan nogolnya kak”
“dari tadi kamu aja yang gak sadar, kebanyakan komat-kamit sih”
“gak kok, btw tau nama ku darimana”
“tuh di buku yang kamu pegang” ucapnya sambil tersenyum
“hehehe iya, oh ya kak yang tadi di perpus maaf yah”
“gak papa kok, aku andreas anak sastra semester akhir” ucapnya
“aku shera anak biologi semester 4”
“ok aku duluan yah”

Aku masih menatap kepergianya, namun sosoknya seakan lenyap bagai asap

Cerpen Karangan: Selvi Tiana
namaku selvi tiana ini postinganku pertama, jadi kalo gak bagus hara maklum hehehe
makasih

Cerpen 21:09 merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Jejak Kaki Misterius

Oleh:
Hari libur semester adalah hari kebahagiaan bagi setiap anak yang memiliki status di bidang pendidikan. Bahagianya adalah mereka bisa terbebas dari pelajaran-pelajaran sekolah yang melelahkan, walaupun hanya sementara waktu.

Wanita Berbaju Hitam

Oleh:
02.00 siang. “Bagaimana?” tanya seorang polisi di sebelahku. Aku menggeleng. “Tidak ada,” jawabku. “Ah..” katanya pelan. Polisi itu lantas pergi menjauh meninggalkanku. Langkahnya yang berat bisa ku rasakan dari

Nameless Circus (Part 1)

Oleh:
Ada sebuah kebiasaan aneh yang saudarinya, Aria, lakukan setiap bulan. Belanja pakaian. Oke, mungkin untuk anak perempuan, itu sangat tidak aneh. Tapi kalau untuk anak laki-laki sepertinya, jelas itu

Perjanjian Maut (Part 2)

Oleh:
Cerpen ini lanjutan cerita dari “The Train”, dan “Deja Vu” dan Perjanjian Maut Part 1 “Aku tidak mau!” kataku ketus menolak permohonan Ainara. “Alfi, tolonglah. Hanya kamu harapan negeri

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *