A Mistery of Love Story

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Segitiga, Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 10 January 2014

“Arghhh” suara Athier bergema di seluruh kamarnya, ia terbangun dari mimpi buruk yang sudah hampir 2 tahun mengganggunya. Mimpi buruk kehilangan pacarnya yang sangat ia cintai.

Hari ini tepat 1 tahun kepergian Erna pacar Athier yang telah bersmanya selama 2 tahun, Erna meninggal dalam sebuah kecelakaan saat Ulang tahun Athier.

Pagi itu seperti biasa Athier berangkat ke kampus dengan wajah hampa tanpa gairah untuk hidup, ia mengikuti perkuliahan namun serasa ia tak berada di ruangan itu. Irfan yang semenjak tadi memperhatikan wajah Athier beranjak dari kursinya dan meminta izin untuk ke toilet. Tak lama kemudian Dhody sang ketua Tingkat tiba membawa LCD untuk pembelajaran. Di tengah tengah pembelajaran seluruh mahasiswa dikagetkan dengan suara Wanita yang berteriak membelah kesunyian dalam Sepinya kampus. Serentak semua mahasiswa yang mendengar jeritan tersebut berlari menuju sumber suara, ternyata ada seorang OB menemukan Mayat seorang laki laki dengan tusukan Pisau di dadanya berada di toilet. Setelah di komfirmasi mayat yang ditemukan ternyata Irfan teman Kelas Athier, semua Mahasiswa begitu terkujut dengan kejadian itu terlebih teman kelas irfan, Firda.

Kejadian itu menjadi trend Topik pembicaraan karena dalam sejarah kampus itu belum pernah terjadi hal seperti itu. Seminggu sudah kejadian itu berlangsung, setiap orang di kampus itu menjadi “parno” untuk ke toilet sendirian tak terkecuali lelaki karena pembunuh yang membunuh Irfan belum tertangkap. Setiap Orang berbicara tentang kematian Irfan, Athier memilih pergi meninggalkan tempat tersebut sedangkan Alim yang juga sahabat Irfan menjadi Emosi dan membentak bentak dengan kata kata kasar. Ia juga mengatakan akan membunuh pembunuh yang membunuh sahabatnya.

Athier Duduk sendiri termenung di bangku taman kampus, tempat di mana ia dan Erna sering menghabiskan waktu mereka jika sedang tak Ada pelajaran Di kampus. Kemudian Whana datang menghampiri Athier dan menghibur athier, Athier sama sekali tidak memperdulikan Whana yang bercerita dengan maksud menghibur dirinya, Athier malah memilih untuk pergi meninggalkan whana.

Keesokan harinya kembali terdengar kabar yang sangat mengejutkan. Alim sahabat Irfan ditemukan tewas dengan motornya yang hancur serta Dada dengan Pisau yang mirip dengan pisau yang membunuh Irfan. Hal ini benar benar membuat kampus itu Geger banyak Mahasiswa yang ingin pindah namun Dicegah karena rektor dan polisi berjanji segera menyelesaikan kasus tersebut. Di antara Sekian banyak mahasiswa yang panik ada Seorang mahasiswi yang begitu Shock dan panik akan kejadian ini, Firda begitu terkejut dan takut.

Suatu ketika Athier memergoki Firda Dan Adam Bertengkar tapi ia tidak tahu apa yang membuat mereka bertengkar, Firda yang terkejut melihat Athier menghampiri Athier dan mengajaknya untuk makan di kantin. Athier tak dapat menolak ajakan itu karena firda merangkul tangan kanan Athier dengan Erat, selain itu Firda juga merupakan Sahabat Erna, jadi Athier Sudah terbiasa dengan Sifat firda.

Setelah kejadian yang menimpa kampus itu, Rektor memutuskan Untuk meliburkan aktifitas perkuliahan selama satu Minggu. Banyak wanita yang mengajak Athier untuk Mengisi Liburan Bersama dengan Jalan bereng atau Nonton tapi Athier menolak. Athier Lebih memilih untuk berlibur di rumah Neneknya Di Ranah Papua sekaligus juga menemui orangtuanya. Dalam Liburan itu Athier mengunjungi Danau yang sangat indah, tiba tiba ada yang menepuk pundaknya dari belakang “athier?” Sapa wanita itu dengan merdunya. Ternyata Wanita itu adalah Whana Teman kelas Athier. Athier begitu terkejut dengan kehadiran Whana, Whana kemudian Menjelaskan kalau tinggal dia rumah Tante yang tinggal di Samping Rumah Nenek Athier, “tadi saya memanggilmu tapi kamu tidak menyahut, makanya aku mengikuti mu sampai kemari” jelas Whana. Cukup lama mereka Berbincang hingga tanpa terasa waktu magrib telah tiba. Athier dan Whana kemudian Kembali untuk Istirahat.

Berhari hari Athier Dan Whana Menghabiskan Waktu mereka Bersama di Papua karena Athier tidak Mempunyai teman Di sana Begitupun dengan Whana, hubungan Mereka Menjadi semakin akrab hingga Hari terakhir Mereka Di Papua Athier mengajak Whana Untuk datang ke Air Terjun yang Sangat Indah Di Daerah itu. Athier Menceritakan bahwa tempat itu Adalah tempat Athier ingin melamar Erna Kekasihnya namun Takdir Berkata lain. Athier terus Bercerita Kesedihannya kehilangan Erna hingga tanpa ia Sadari air matanya jatuh membasahi pipinya. Whana Yang Care kepada Athier langsung memegang tangan Athier sambil tersenyum untuk menenangkannya, athier Yang melihat senyum Manis yang diberikan Oleh Whana Merasa Damai dan tak Lama Kemudian athier membalas senyum Whana.

Athier Dan wHana Kemudian memutuskan untuk turun bermain air karena mereka sudah terlanjur basah terkena percikan air terjun, keceriaan yang mereka Alami terpancar juga dari percikan air terjun yang menghasilkan pelangi yang indah. Whana Begitu terpesona melihat keceriaan Athier karena semenjak kepergian Erna, Athier tak pernah lagi tertawa seriang itu, jangankan tertawa Tersenyum pun Whana Sudah tek pernah lagi melihatnya.

Sudah Lebih dari seminggu kejadian yang menimpa Alim berlalu, kecemasan Masih terlihat dari Raut Wajah para Mahasiswa dalam melaksanakan Proses pembelajaran. Dalam Sela Sela Pembelajaran Adam Berbisik kepada Firda bahwa Lusa Ia akan pindah dari kampus itu, ia menyarankan kepada firda untuk ikut Pindah Demi kebaikannya.

Setelah proses perkuliahan Selesai, whana Mengajak Athier untuk Nonton Twilight breaking Down part 2 namun di sela sela pembicaran Whana dan Athier Firda langsung mencela “Athier tidak bakalan Mau Whana! Berhentilah Berharap!” pungkas Firda. “oke aku jemput jam 7 yah” Jawab Athier kepada Whana, firda terkejut Akan jawaban Athier. Raut kekesalan terlihat dari muka Firda Sedangkan Sebaliknya wajah berseri terpancar dari wajah manis whana yang ajakannya Di sambut baik oleh Athier.

Keesokan harinya, lagi lagi kampus itu geger dengan penemuan Mayat Seorang lelaki yang digantung di atap kampus dengan tusukan pisau di dadanya. Ternyata lelaki itu adalah Adam, kepanikan kembali melanda dan sekarang banyak mahasiswa yang berbondong bondong ingin pindah dari kampus itu. Athier mulai penasaran Apa yang sebenarnya terjadi, ia duduk di Taman sambil berfikir mengapa begitu banyak pembunuhan terjadi? tiba tiba whana datang dan membawakan Athier Pocari Sweat “Thier minum Dulu nih Agar Cairan tubuh kembali terpenuhi!” Sambil memberikan Minuman Itu kepada Athier. “oh, iya makasih… Whana, kamu penasaran gak dengan kejadian kejadian ini?” Athier bertanya lalu meminum pocari Sweatnya. Athier dan whana kemudian mendiskusikan pendapat mereka, Athier menceritakan bahwa ia pernah memergoki Firda dan Adam bertengkar. Whana juga Mengatakan bahwa firda Pernah menampar Alim jauh sebelum kejadian itu menimpa kampus mereka.

Athier kemudian mengajak Whana untuk menemui Firda Di kostnya karena kebetulan Firda tidak masuk hari ini. Athier dan Whana Tiba Di kost firda, athier mencoba mengetuk pintu Kamar Kost firda namun tak ada Jawaban, Athier menggedoor semakin kuat namun tetap tak ada Jawaban. whana kemudian Mencoba mengintip dari jendela Kost firda yang berkaca hitam yang hanya bisa dilihat isinya jika wajah dan tangan kita ditempelkan ke kaca itu. “Aaaaaa!!!” teriak Whana dengan sangat keras dan langsung Terjatuh tersungkur di lantai, spontan teriakan Whana membuat 2 orang yang ada Di sebelah kost firda keluar.

Whana Menunjuk jendela Kemudian Dengan Wajah pucat, Athier kemudian Mencoba mengintip dari jendela kost tersebut. Wajahnya juga berubah menjadi pucat dan langsung berlari ke pintu untuk mendobraknya, setelah pintu terbuka Wajah orang orang yang ada termangung pucat melihat mayat Firda tergantung di kamar kostnya. Athier kemudian langsung menghubungi Polisi.

Berselang beberapa saat polisi datang dan langsung melakukan olah TKP, untuk sementara kematian Firda dianggap Gantung diri. Polisi juga mendapatkan percikan darah Adam di baju Firda serta menemukan secarik kertas atau pesan kematian yang ditulis oleh Firda yang berisikan bahwa yang membunuh Irfan, Alim dan Adam adalah dirinya. Motifnya karena mereka terus memeras Firda dan mengancamnya akan menceritakan tentang tragedi kematian Erna kepada Athier. Firda merasa tak sanggup menanggung beban karena telah membunuh 3 orang tersebut dan akhirnya ia memutuskan untuk Bunuh diri. Begitulah isi surat kematian Firda.

Athier begitu Shock akan kejadian ini, apalagi kematian Firda ada sangkut pautnya Kematian kekasihnya, Erna. Sedangkan Whana merasa ada kejanggalan pada kasus Pembunuhan dan Kematian Firda, ia mencoba menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi.

Tiga bulan lamanya kejadian itu terjadi kini kampus itu kembali Normal dan mereka sepakat untuk tidak membahas masalah ini karena takut Arwah Firda akan datang mengganggu mereka lagi. Semenjak itu pula hubunga Athier dan Whana menjadi semakin akrab, raut wajah athier sudah tidak murung lagi dan kini athier dan whana semakin sering menghabisakan waktu mereka. Hari minggu depan Dosen mata kuliah bahasa inggris kelas Athier mengajak mereka untuk liburan di Pulau Khayangan sekaligus mepraktekkan sejauh mana kefasihan mereka sekarang dalam berbahasa inggris.

Hari liburan yang ditunggu tunggu telah tiba, pemberangkatan Mahasiswa menggunakan kapal berwarna biru yang besarnya dapat menampung 35 orang. Mereka Berencana Menghabiskan waktu mereka sampai sore nanti, dan yang ditunjuk menjadi pemimpin rombongan adalah Dhody sang ketua tingkat beserta Whana yang menjadi Asistennya. Kurang lebih 30 menit perjalanan mereka kemudian tiba, mereka kemudian langsung menyewa sebuah Villa. kebetulan saat mereka tiba cuaca tidak mendukung karena agak mendung. Namun hal itu tidak menghambat mereka untuk mengabadikan moment moment kecerian mereka.

Hujan deras tiba tiba turun Diiringi dengan gemuruh petir yang menyambar nyambar, Whana kemudian meminta catatan Jadwal mereka kepada dhody. “ambil saja Di tas” Kata Dhody kepada Whana. Whana kemudian mengambil Catatan itu di tas Dhody, saat membuka catatan itu wajah whana menjadi agak pucat, Dhody kemudian langsung menyambar catatan itu dengan Kasar. “ada Apa Whana?” tanya Dhody dengan tatapan tajam. “ti.. tidak Apa apa, saya hanya merasa Kita sudah sangat jauh mundur dari jadwal yang ditentukan” jawab Whana Sembari meniggalkan Dhody.

Hujan semakin Deras, Mereka memutuskan Memperpanjang sewa Villa yang mereka tempati dan menunggu sampai hujan Reda. Namun hingga malam menjelang Hujan tak juga reda, Ibu pemilik Villa Yang kasihan Kepada Para mahasiswa Itu mengaajak mereka Untuk Bermalam Di rumahnya karena Villa yang mereka sewa tak dapat menahan Derasnya Hujan Dan dinginnya angin yang bertiup kencang Lagi pula Viila yang mereka sewa tidak memiliki aliran listrik. Rumah Pemilik Villa Itu Jaraknya tidak terlalu jauh dari Villa itu jadi mereka dapat berlari Di tengah derasnya Hujan menuju rumah pemilik Villa.

Ibu pemilik viila itu hanya tinggal bertiga dengan kedua putranya yang Masih berusia 8 dan 5 tahun. Ibu pemilik Villa Menunjukkan kamar buat para wanita, sedangkan untuk lelaki Hanya Di biarkan Di Ruang tamu saja. Tiba tiba perasaan Athier Tidak enak, seakan akan ada yang mengganjal di hatinya. “Whana Mana?” tanya seorang mahasiswa. Wajah Athier langsung memucat Panik, ternyata yang membuat perasaannya tidak enak karena Whana hilang. Semua mahasiswa mencoba mencarinya di setiap ruangan di rumah itu tapi whana tidak ditemukan sedangkan Petir di luar semakin kuat menyambar diiringi Suara gemuruh guntur yang menggelegar.

Athier memutuskan untuk keluar mencari Whana, tapi ia di cegat oleh Dosen karena cuaca sedang kurang baik. Namun Athier tetap bersikeras karena tidak ingin meninggalkan temannya sendirian, Dhody, Djalil, Imam, agus dan Anto Ikut bersama athier untuk mencari Whana. Mereka berpencar menjadi tiga kelompok 3 kelompok, Athier dan Dhody menuju Ke villa yang mereka tempati tadi, Imam dan djalil mencari di sekeliling Rumah sedangkan agus dan Anto mencari di tempat lain.

Athier dan dhody Kemudian berpencar, Dhody di suruh Athier untuk memeriksa bagian atas Villa Sedangkan Athier memeriksa Bagian Bawah villa yang merupakan dapur. Tak butuh waktu lama buat Athier menemukan Whana yang terikat dalam sebuah karung beras besar berwana putih. Athier mencoba Membangunkan Whana, ia melepas Lakban yang menepel di mulutnya, perlahan mata whana Terbuka. “Athier!! Sukurlah, Dhody mana?” tanya Whana panik. “kau tidak apa apa? sudah tak usah pikirkan orang lain Dahulu. Siapa yang melakukan ini?” tanya athier sembari melepas ikatan yang mengikat tangan Whana. “Athier Awaasss!!!” bruakkk… Tubuh athier terjatuh ke lantai, ia merasa ada sesuatu yang sangat besar menimpa kepalanya, ia kemudian melihat senyum sinis dari seseorang yang tidak asing baginya. “kk.. kkaauu..” tunjuknya kepada orang itu dan akhirnya ia tak sadarkan diri.

“athier.. bangun athier..!!” suara Whan memanggil Athier diiringi tendangan kaki dari seorang lelaki. Athier kemudian sadar dan berada di atas Villa dengan tangan terikat ke belakang duduk di samping Whana dan melihat sesorang berbaju putih berdiri di depannya dengan senyum kecut merendahkannya. “Dhody!!” Tebak athier dengan ekspresi terkejut. “iyah, Kenapa? kau terkejut, wahai Idola kampus?” cela dhody Sembari mengelilingi athier dan whana. “apa apaan ini dhody? apa maksudmu?”. “hahahahaha.. Apa Apaan.. Apa apaan katamu!!” tawa Dhody Dengan Mengacungkan pisau di Wajah Athier. “apa apaan katamu athier!! haah!! kau telah merebut Sesuatu yang sangat berharga dan bernilai di hidupku!! tapi kau Tak bisa Merawatnya Athierrr!!! dan kau masih bertanya Ini apa apaan?! haaah!!!” teriak dhody histeris diiringi cahaya kilat Menyambar dan angin yang menerpa lampu petromax yang menerangi ruangan itu. “apa maksudmu Dhody? sesuatu yang berharga? apa? Saya tak pernah merebut apa pun darimu!!” Athier mencoba Membela diri karena ia merasa Sama Sekali merasa tak merebut apapun dari dhody. Kembali terdengar suara tawa Dhody yang membelah kesunyian hujan malam itu “Erna Athier!! Erna!!” teriak Dhody. “haah? Apaa? Apa Maksudmu dhody” tanya Athier mulai emosi. “jangan dengarkan dia Athier!! Dialah orang membunuh Irfan, Alim, Adam dan Whana!” teriak whana Memecah perdabatan Athier dan Dhody. “apaaa? bukankah Firda sang pembunuh berantai?” tanya Athier kini Heran.

“hahahaha, karena Kalian berdua Akan mati di sini, akan aku ceritakan semua! kita Mulai dari kisah Seorang Athier Sang mahasiswa Idola. Saat itu, Sebelum kau jadian Dengan Erna, Saya dan erna sempat dekat. Saya sudah menyatakan cintaku namun ditolak karena Erna menyukaimu. Seperti yang kita ketahui, akhirnya kau Dan Erna Pacaran. Hati saya memang sempat hancur, namun saya Rela demi kebahagiaan erna. Namun kau sama sekali tidak peka’ athier! dalam indahnya kisah cintamu firda sahabat erna iri karena dia juga menyukaimu, Wahai Idola!!! dalam ulang tahun mu, firda sudah merencanakan sesuatu yang dapat menghancurkan hubunganmu dengan erna. Ia Berkomplort dengan Irfan, Alim dan adam untuk memperk*sa erna dan membawakan rekamannya sebagai hadiah untuk mu. Erna dibawa ke suatu tempat yang tidak jauh dari tempat jasadnya ditemukan, namun erna mampu meloloskan diri dari mereka. Erna terus dikejar dan pada akhirnya Ia tertabrak oleh mobil yang ia tahan dan mati seketika, kebetulan saya sedang berkendara di belakang mobil itu. Saya langsung memeluk Erna yang berlumuran darah kemudian saya melihat Irfan Berlari di Seberang jalan. Sebulan kemudiian saya mengajak Irfan untuk minum minum dan membuatnya menceritakan semua Kejadian itu, dan setelah mendengar penuturan dari Irfan yang sedang mabuk, saya mulai kesetanan dan memutuskan untuk membunuh mereka beserta Engkau, Mahatir sang Idola!! hahahahaha” Tawa menakutkan Dhody membuat Gelapnya malam itu semakin Mencekam.
“Tapi bukannya yang membunuh Irfan, Alim, dan Adam adalah Firda! bahkan dia telah mengakuinya di pesan kematiannya..?”.
“hahahaha… Itu adalah pesan kematian yang ku buat. Setelah mempelajarinya selama berbulan bulan akhir Gua menyempurnakannya!! dan… kekasihmu yang sialan ini! mengatahui semuanya setelah melihat buku catatanku yang tulisannya mirip dengan tulisan Firda. Maka dari itu Gua harus ngebunuh kekasihmu juga!! Gua udah ngebunuh 4 orang jadi di tambah 2 itu tidak jadi masalah, takkan ada yang akan tau kalau kalian mati di sini karena kalian akan ku kubur di tempat ini!! Mahatir, harusnya kau rasakan kesenangan ini. Membunuh mereka begitu menyenangkan!” Terang dhody dengan Mencengkram dagu Whana.
“tapi bagaimana kau bisa membunuh Mereka? bukan kah kau selalu punya Alibi? athier masih belum percaya.
“hahaha.. itu Mudah Saja Athier!! Aku sudah merencanakannya Selama Berbulan Bulan! mula mula Aku sms Irfan untuk datang Ke WC dan Ku tusuk dia saat hendak memasuki toilet, Untuk menghilangkan bukti ku Hapus pesan yang tadinnya ku kirim ke Handphone Irfan. Malam sebelum kejadian itu, Saya sudah mengkomfirmasi Ke dosen bahwa kami ingin belajar menggunakan LCD. Alibi saya Sudah ada. Kemudian Alim yang terlalu takabur, ku Buat rem motor kesayangannya tak berfungsi dan saya mengikutinya dari belakang. Saat dia kecelakaan saya datang dan menghujam Jantungnya, Uhhhh, rasanya begitu Nikmat. Hahahaha.. kemudian Firda dan Adam. Saya sudah menyelidiki selama bebebrapa hari, Ternyata dugaanku betul, Tetangga Firda sedang pergi dan Saya Langsung menyekap Firda dan mengirimkan BBM kepada Adam untuk datang ke kampus. Dan lanjutannya mungkin kau dan kekasihmu Ini sudah tahu”
“Dhody, sadarlah!! athier tak bersalah akan kematian Erna!!” whana mencoba membela athier. Sedangkan Athier mengambil kesempatan saat perhatian Dhody terpusat ke Whana untuk melepaskan ikatannya.
“Apanya yang tidak bersalah haahhh!!! gara gara dia Erna Mati!! Sebenarnya Gua akan membunuh Athier di kota sama seperti kematian Firda, karena Gua udah nguasain tulisan Athier dan gua sama sekali tidak berencana untuk menyakitimu whana! namun rasa penasaran mu lah yang membuat kalian akan Mati di sini!!”
“Hentikan Omong kosong mu Dhody!!!” Teriak Athier Sembari meleoncat ke tubuh Dhody karena ia berhasil melepas ikatannya. Dhody terlepar ke lantai sedangkan pisaunya Jatuh ke bagian Bawah Villa. “kurang ajar kau Athier!!!” teriak Dhody sembari melayangkan Bogemnya ke pipi kiri athier. Athier membalas namun dapat ditangkis oleh dhody, athier Dihajar habis habisan Oleh Dhody. Tinju dan tendangan berkali kali meluncur ke wajah dan tubuh athier, sedangkan Athier hanya dapat membalas sesekali. “dhody! Stop Dhody! Stopp!!” teriak whana menangis karena melihat Athier yang terluka Parah.
“dian Kau gadis Ja**ng!! kau tidak tau Betapa sakit yang ku rasa, Saya mau tahu apa yang akan athier lakukan Jika gadis yang ia Cintai Ku bunuh di depan matanya” Teriak dhody sembari mendekati Whana Dengan Cengkraman Tinjunya.
“hentikan Siaalaaannn!!!” Athier sekali lagi melompati Dhody yang lengah. Athier dan Dhody terpental ke dinding, kemudian Athier menarik kerah baju Dhody dan menghempaskannya ke Lantai. Lantai Villa itu Ambruk. Dhody dan Athier Jatuh kebagian Bawah Villa dengan tubuh Athier berada Di atas Dhody.
“athierrr!!!! Tolongg, sesorang Tolang!!” teriak Whana Histeris

Imam dan Djalil yang pencariannya mulai mendekati Villa mendengar suara teriakan whana dan langsung menuju Villa. Imam dan Djalil terkejut saat melihat Whana terikat dan keadaan villa yang amburadul. “imam, Djalil, tolong athier. Tolong dia… dia Berada Di bawah” Imam mencoba melihat ke Lubang yang dibuat oleh Athier dan Dhody sedangkan djalil melepaskan ikatan Whana. Mereka Bertiga kemudian turun. “athier.. bangun Athier..” Whana menarik Athier ke Pangkuannya Dan menangis di pelukan Athier Sedangkan Dhody Meninggal karena punggungnya tepat meimpa pisaunya Yang jatuh tadi hingga Jantungnya.

“uhhUuuhh.. ah.. ah.. Whana, tolong lepaskan. Aku tak bisa Bernapas” Athier kemudian tersadar karena merasakan sesak akan pelukan whana. Mendengar Suara Athier Whana semakin Memeluk erat Athier dan menangis Makin Kencaang, Athier Terdiam sejenak, kemudian ia Tersenyum dan Membalas pelukan Whana. Athier Dan Whana Kemudian menceritakan Semua kepada Teman temannya. Dosen kemudian menghubungi Polisi untuk Segera datang setelah Cuaca Membaik.

Di Pemakaman Dhody, Athier merasa bersalah akan semua Kejadian Ini. Ia memberi Setangkai Bunga Mawar Ke makam teman temannya. Athier juga datang ke makan Erna dan Memberikan Bunga Melati Putih “semua sudah berakhir Erna. Aku sudah Ikhlas. Istirahatlah dengan Damai” kata Athier di makam Erna. Tiba datang seseorang merangkul jemari athier “Athier, Ayo Kita Pulang.” Kata Whana Dengan Senyum manisnya yang di balas dengan Senyum Manis Dari Athier “Ayo”.

Cerpen Karangan: Alan Caesar
Blog: ceritaku004.blogspot.com
Facebook: Alan Caesar

Cerpen A Mistery of Love Story merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


You’re My Little Secret

Oleh:
Pagi senin yang cerah. SMA Merah Putih tampak lebih hidup hari ini dengan suara riuh rendah para siswa mulai dari tingkat sepuluh sampai tingkat dua belas yang sedang berkumpul

Karena Cinta

Oleh:
Akhir-akhir ini aku menyukai Bagas teman sekelasku. Aku heran kenapa aku harus jatuh cinta kepada orang yang tidak mencintaiku, padahal masih banyak pria yang menungguku tapi aku hanya tertarik

Rindu Dalam Angan

Oleh:
Cinta tak pernah salah, hanya saja kadang waktunya yang tidak tepat. Cinta tak bisa memilih kepada siapa ia berlabuh. Namun cinta bisa menentukan kemana ia akan membawa si pemiliknya

Tokyo in Love

Oleh:
Sang mentari terlihat begitu cerah menyambut berakhirnya musim semi. Tak terlihat satu pun air yang jatuh dari langit kota Tokyo ini. Semangat pagi pun telah merasuk ke dalam gadis

Hutan Misteri (Part 1)

Oleh:
Senja baru saja turun, di kejauhan masih ada semburat merah muda yang cantik. Di tepi jalan terdengar bunyi mesin mobil di mana-mana. Fuhh… aku menghembuskan napas berat melihat pohon-pohon

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

3 responses to “A Mistery of Love Story”

  1. Indhis Sweetenia says:

    amazing…….. (y)

  2. maya says:

    ceritanya menegangkan + penuh teka tekinya

  3. meisysari says:

    wow…fantastic
    sulit ditebak,menumbuhkan rasa penasaran
    dan suka dgn endingna

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *