Ada Apa Dengan Gelap?

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 17 June 2017

Kamis, 15 November 2012
Jakarta Barat
Hari ini kereta api Bandung-Jakarta tiba di stasiun pukul 23.00 WIB. Seorang pemuda mengenakan jacket hitam turun membawa beberapa barangnya. dia bernama Bayu. Pemuda cool yang tidak banyak bicara, namun cukup terkenal di kampusnya dan beberapa kantor polisi yang ada di Bandung dan Jakarta. (dia bukan terror loh ya). Bayu terkenal karena kemampuan inteleknya yang luar biasa. Dimana ada kecurigaan, di situlah ada bayu. Maksudnya bayu seorang mahasiswa Universitas Negeri Jakarta yang berbakat menjadi seorang detektif. Anehnya, bayu tidak berniat untuk menjadi seorang detektif sungguhan dan bergabung dengan pihak polisi, dia lebih memilih untuk menjadi seorang Insinyur.

Dari arah barat ia berdiri, ada 2 pemuda berteriak menyebut namanya. bayu langsung menoleh ke sumber suara dan berjalan mendekati mereka. “Wellcome Back To Jakarta, brother gue” teriak ragil. Pemuda bertubuh kurus dan rapuh. Bayu langsung merangkul dan memeluk mereka. “bawa oleh-oleh lo, Bay?” seru pemuda bertubuh elegan dan berambut kecoklatan. Andra namanya. “uda gue telan” singkat Bayu. Dia langsung pergi dan disusul 2 sahabatnya.

Sesampainya di kawasan kompleks indah, Bayu, Ragil dan Andra dikejutkan dengan adanya kerumunan orang yang memenuhi kos-an mereka.
“wah apaan tu” seru Ragil
“ulang tahun si jodi palingan” datar Andra. Bayu hanya tertegun sesaat kemudian berjalan mendekati kerumunan. Juga diikuti Ragil dan Andra tentunya. “garis polisi, bro” kata Ragil setelah mengetahui kawasan itu sudah diberi garis polisi. Itu artinya ada kasus di sana.

Bayu memperhatikan kawasan itu dengan cermat. Dia pandangi satu persatu orang yang ada di sana. “tragis.. tragis..” seru beberapa orang. Ragil dan Andra saling menatap kemudian menatap Bayu.
“pembunuhan” gumam Bayu.
“siapa.. siapa.. siapa yang korbannya?” tanya Ragil ke beberapa orang
“Jodi, bro..” sahut orang itu.
“gila… baru aja gue sebut namanya semenit yang lalu” sambung Andra.

Setelah beberapa saat, pasukan kepolisian keluar dari dalam rumah dengan membawa jasad Jodi ke rumah sakit untuk diautopsi. Wartawan mulai berdatangan dan mulai menanyakan perkara ini pada pemimpin kepolisian.
“kami belum menemukan bukti korban bunuh diri atau dibunuh. Saat di TKP korban sudah tergantung di atas dengan luka buram di sekitar mata bawahnya” jelas jendaral wibowo. Bayu mencermati perkataan Pak wibowo.

Sebulan setelah kejadian ini keadaan masih terasa mencengkam. kamar yang biasa Jodi tempati sering terdengar suara-suara aneh. entah itu benda jatuh atau suara jeritan manusia. Bayu mulai gelisah dengan kematian jodi. Selain ada yang mengganjal, Bayu merasa ini bukan bunuh diri. Tapi pembunuhan!

Bayu berjalan menyelidiki kamar jodi. “hei.. syut.. Bayu!” seru seseorang dari arah belakang Bayu. Dia langsung menoleh. Tenyata Andra dan Ragil. Mereka langsung mendekati Bayu. “lo mau ngapain? Mau mati dicekek jodi?” ucap Ragil seenaknya.
“lo berdua itu uda gila ya. masih aja percaya arwah gentayangan” balas Bayu datar. Ragil dan Andra saling menatap kemudian berkata, “elo tu yang gila” serentak mereka. Bayu menghela nafas. Berdebat dengan 2 manusia yang kurang ilmu sama artinya berdebat dengan patung. Kosong. Tidak berarti apa-apa. Begitu Bayu menanggapinya. dia melihat jendela kamar jodi.
“gelap kan?” ujar Ragil.
“apa yang mau lo selidiki?” sambung Andra. Bayu tetap diam. Dia meraba lantai tempatnya berpijak. Andra dan Ragil hanya saling menatap, bengong kemudian mengangguk-angguk. Tidak jelas mereka memikirkan apa.
“cabut.. cabut..” ucap Bayu kemudian.
Ragil dan Andra mengikutinya.
Ssrrt… Bayu tidak sengaja melihat sesuatu yang melintas begitu cepat di depannya. Dia mengenakan pakaian serba hitam dan berlindung pada kegelapan. Maksudnya, orang itu menghindar dari cahaya lampu. Bayu mengeryitkan dahinya. Kemudian dia mengikuti sesuatu yang diduga pelaku pembunuhan.
“ohh jadi gitu” gumam Bayu dan menjauh dari orang itu.

Bayu merebahkan tubuhnya di atas kasur. “lo bedua tahu nggak siapa dalang dari keanehan ini?” ucap Bayu
“yah Jodi la” sahut Ragil.
“salah! Pelakunya manusia. Jodi itu bukan bunuh diri tapi dibunuh” kata Bayu.
“ahh… gue nggak mau bahas itu lagi. Gue mau tidur dulu la!” ucap Andra dan ragil juga setuju dengan ucapan Andra.
“dasar tukang tidur!” ucap Bayu.

Esok harinya…
“gila! Tadi malam gue denger suara jeritan dari kamar jodi, bro” seru beberapa orang di luar kos-an Bayu.
“iya bener.. gue juga” sambung lawan bicarannya. Bayu belum menangkap orang yang melakukan itu. Jika dia langsung menangkapnya tadi malam, tentu nyawa bayu akan tersiksa nanti.
“gue minta tolong sama lo berdua bisa?” gumam Bayu.
Ragil dan Andra menunggu perkataan Bayu selanjutnya. “lo berdua jadi hantu-hantuan” ucap bayu kemudian.
Ragil dan Andra tertawa terbahak-bahak. “gue serius!”
“yang bener aja. Lo mau balas dendam sama jodi?” kata Ragil
“lo yang nggak ngerti, gil. Gue tahu itu bukan arwah jodi. Tapi manusia yang buat. Gue tadi malam lihat orang memakai baju serba hitam masuk ke kamar jodi” jelas Bayu berusaha meyakini kedua sahabatnya itu. Ragil dan Andra hanya terdiam sesaat sampai akhirnya mereka berdua mau menuruti permintaan Bayu.

Malam harinya mereka mulai melakukan aksinya masing-masing. Bayu memasang cctv sedangkan Ragil yang menjadi hantunya, dan Andra berjaga-jaga diluar agar orang lain tidak memasuki kawasan penyelidikan ini.
Beberapa jam kemudian… benar. 3 orang berseragam serba hitam mulai memasuki kawasan kamar jodi. Dari cctv sudah terlihat jelas, 3 orang itu membersihkan sesuatu di kamar jodi. Bayu yang melihat hal itu hanya mengangguk-angguk paham.
“menghilanngkan jejak!” gumamnya dalam hati. bayu langung menelepon polisi untuk datang ke lokasi kejadian. Bayu mulai mengomando Ragil untuk menampilkan aksinya menakuti orang tersebut. Tapi apa daya… rencana tidak berjalan dengan lancar. Baju Ragil terlalu panjang sampai-sampai dia tersangkut di paku yang menancap pada dinding.
Bayu dan Andra langsung menemui ragil yang sudah ketakutan. “lo bertiga pelakunya kan!” ucap Bayu. 3 orang itu justru mendekat ke arah Bayu. Mereka mulai mengeluarkan pisau dari saku celana mereka.
“angkat tangan” seru beberapa polisi. Ternyata mereka datang disaat yang tepat. Bayu langsung memberikan rekaman itu pada pihak yang berwajib. Andra dan ragil akhirnya sadar bahwa keanehan ini datangnya pada manusia. Bukan arwah gentayangan Jodi.

Semua orang langsung berhamburan keluar kamar dan bersorak penuh kebencian. Bahkan ada yang memukul, menunjang 3 pelaku tersebut.
Bayu tersenyum miring. Andra dan Ragil langsung memeluk Bayu. “hebat lo!” seru Andra sambil mengacak-acak rambut Bayu. Mereka tertawa terbahak-bahak dan diikuti penghuni kos.

selesai

Cerpen Karangan: Sanniucha Putri
Facebook: Sanniucha Putri

Cerpen Ada Apa Dengan Gelap? merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bayangan Di Balik Kegelapan

Oleh:
Malam itu terasa sangat sunyi ditambah cuaca begitu dingin sehingga terasa begitu mencekam. Kebetulan malam ini aku sendirian di rumah, karena Ayah sedang ada pekerjaan ke luar kota. “Kreeeetttt,”

Who Is The Culprit?

Oleh:
“Ya, saya tahu pak, tenangkan diri anda, tarik napas dalam-dalam” suruhnya. Aku pun melakukan seperti apa yang disuruhnya. “Nah sekarang pak, bisa jelaskan lagi kronologis kejadiannya? “Jadi begini…” Semua

Ketukan Misterius

Oleh:
Teett.. suara klakson bus berbunyi karena ada sebuah sepeda motor ugal-ugalan hampir menyerempet bus yang ku naiki. “Huuuhh untung aja gak apa-apa,” celoteh ibu-ibu yang duduk di belakangku. “Iya

Time Ghost (Part 2)

Oleh:
Darahku terasa memanas. Bulu kudukku berdiri. Tengkukku merinding dingin. Dalam lembar buku itu tertulis bahwa sekolah ini dulunya bukanlah sekolah manusia, melainkan asrama para setan. Dan memang benar apa

Bayang Bayang

Oleh:
Hal yang paling mengerikan dari kasus di sekolahku adalah ketika tiba-tiba namaku ikut terseret ke dalamnya. Aku pun tak menyangka. Hanya ada satu kasus yang terjadi berulang-ulang hingga menyisipkan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *