Ada Apa Dengan Perpustakaan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 19 January 2016

Bagi banyak orang perpustakaan adalah gudangnya ilmu, namun berbeda dengan yang ada di sekolahku. Suatu hari aku dan seorang temanku Nita, mendapat tugas merangkum cerita legenda untuk bahan ujian praktek Bahasa Indonesia. Karena Wifi kelas sedang dimatikan sementara, kami putuskan untuk mencari buku di perpustakaan, aku dan Nita pergi secara diam-diam karena jika teman-teman tahu pasti perpustakaan akan ramai serta kami takut buku yang diinginkan diambil oleh yang lain.

Di tengah perjalanan, Nita berbicara kepadaku dengan suara yang agak pelan, “eh, Sarah kamu tahu gak kata temen-temen ruangan itu suka banyak kejadian aneh tahu, horor ih takut… gimana kalau kita searching aja yuk kita nebeng ke si Jingga atau si Unggu gitu, mereka kan banyak kuotanya.” ajak Nita ketakutan.
“ini nih.. ciri orang yang imannya lemah, udahlah jangan mikir yang aneh-aneh kamu lupa apa kita kan punya Allah lagian kan ini masih sore Nit.” aku menenangkan.

Lalu Pak Budi menghampiri kami dengan napas terengah-engah, “Nita, Sarah tolong Bapak ya panggilin Mang Deden ke ruangan Bapak ditunggu oke.” ucap Pak Budi sambil mengusap-ngusap perut tambunnya, “siap laksanakan.” seru Nita sambil hormat, karena perpustakaan sudah dekat kami putuskan untuk pergi ke tempat itu terlebih dahulu.

Beberapa langkah dari perpustakaan kami lihat pintu tempat itu sudah terbuka, yang biasanya jika sudah lewat dari jam setengah tiga perpus akan dikunci. Tak berpikir panjang kami masuk dan segera mencari buku tentang legenda Situ Bagendit. Baru beberapa menit di ruangan, hidungku terasa sakit karena bau tak enak dan debu berterbangan di mana-mana. Kami mempercepat langkah lalu ku temukan juga buku yang kami cari ada di rak paling atas. Karena tak sampai aku mendorong meja kemudian naik mengambil buku itu, dengan susah payah akhirnya buku legenda tentang Situ Bagendit sudah di tangan.

Tak beranjak lama tiba-tiba terdengar suara buku besar jatuh tepat di belakangku, aku dan Nita kaget bukan kepalang lalu kami memeriksanya. Pikirku itu hanya buku besar yang jatuh tersenggol tikus raksasa. Maklum akhir-akhir ini perpustakaan jarang sekali yang mengunjungi hingga menjadi sarang tikus dan kecoa, ternyata ada Mang Deden sang penjaga sekolah di balik rak itu, kami menghembuskan napas lega. Ia terlihat sangat lesu dan pucat.

“Ternyata Mang Deden toh. Oh iya Pak dipanggil Pak Budi ditunggu di ruangannya.” ucap Nita sambil memerhatikan Mang Deden. “Neng ada apa sore-sore di sini?” Mang Deden dengan pandangan kosong.
“cari buku buat tugas Mang.” jawabku singkat.
“oh iya, Neng silahkan kalau udah cari bukunya cepet-cepet ke luar ya di sini udaranya gak enak.” ujar Mang Deden. Kami segera pergi tanpa mempedulikan sikap Mang Deden yang aneh dan meniggalkannya sendirian

Setelah tak jauh dari perpustakaan itu kami bertemu lagi dengan Pak Budi, “Sarah, Nita makasih ya tadi Bapak udah ketemu Mang Dedennya di ruang TU.” ucap bapak tambun itu.
“hmm.. bentar bentar, ada di ruang TU Pak? tadi kan di perpustakaan udah ada di TU lagi, perasaan ruangan ini sama ruangan itu jauh deh, kalau pun Mang Deden mendahului kita pasti lewat sini kan.” jelasku keheranan.
“Wah, yang bener nih.. kalau kalian gak percaya kita ke ruang TU, Mang Deden pasti masih ada di sana.” ajak Pak Budi. Kemudian kami pergi bersama ke ruang TU untuk membuktikannya dan bertemu Mang Deden.

“Mang tadi ada di perpustakaan kan?” tanya Nita penasaran.
“enggak Neng, dari tadi Bapak ada di sini bersih-bersih, emang kenapa?” Mang Deden bingung.
“tadi kita ketemu Mamang di perpus terus kita ngobrol sama Mang Deden kan?” Nita tampak cemas.
“enggak juga Neng, nih lihat kuncinya, perpus udah Mamang kunci seminggu yang lalu karena mau dibersihkan.” jelas Mang Deden.

“kalau Mang Deden ada di sini yang di sana siapa dong? Terus kita ngobrol sama siapa? kenapa pintu itu kebuka? Ya ampun…” kami sangat heran.
Sejak saat itu tak ada yang berani ke perpustakaan sore-sore.

Cerpen Karangan: Nurul Afifah
Facebook: Nurul Afifah

Cerpen Ada Apa Dengan Perpustakaan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Musik Tengah Malam

Oleh:
Musik piano yang membuatku terjaga di tengah malam kembali terdengar. Sudah beberapa hari ini rumahku menjadi horor karena alunan musik tersebut. Alunan musik yang entah dari mana datangnya membuatku

Dream Dark

Oleh:
Beberapa hal terjadi padaku tahun lalu, benar-benar terjadi-sesuatu yang luar biasa dan tidak mungkin, seperti bohong. Aku menemukan pacarku adalah seorang supernatural, Cenayang dengan kutukan. Dia membaginya dalam melodi

Telepon

Oleh:
Waktu sudah menunjukkan 12 malam. Sebentar lagi jam akan berdentang beberapa kali. Ina sedang mencoba menghubungi Hita, teman akrabnya. Kamar mereka letaknya berjauhan. Jadi, daripada Ina menuju ke kamar

Ghost Cafe

Oleh:
Ini merupakan kisah nyata yang kualami sendiri bersama keluarga. Sekitar lebih kurang 2 tahun lalu, perekonomian keluarga kami mulai membaik sejak pasca masalah keuangan keluarga kami anjlok. Aku yang

The Dark Fire 2 (Nightmare Part 2)

Oleh:
“Kyaaa!” Sebuah tengkorak keluar dari sana. Tengkorak itu terjatuh seketika ke tanah. Aku hanya bergidik ngeri. Perlahan, aku mulai masuk ke dalam peti kuno itu. Setelah masuk, ku tutup

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *