Brave Girl

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 12 May 2016

Hari itu cuacanya benar-benar tidak mendukung. Dihiasi oleh kabut yang entah dari mana datangnya. Seorang gadis belia yang tak peduli dengan cuaca kali itu akhirnya pergi ke luar rumah untuk mencari sesuatu yang cukup sulit untuk ia cari. Entah apa yang ia pikirkan, ia tetap fokus menatapi jalanan yang sepi pagi itu. Dilihatnya seorang Nenek tua yang sedang melintasi jalur sepi di seberang sana. Dengan senyum menyeringai yang menghiasi wajahnya, Nenek itu akhirnya berlalu meninggalkan gadis tersebut. Gadis itu jadi penasaran dan mengikuti jejak Nenek tadi.

Pupuslah harapan gadis tadi untuk memenuhi keinginannya. Dilalunya bentangan sawah, bukit, dan danau dengan derap langkah kaki yang sesekali bersembunyi di balik pepohonan rindang. Si Nenek misterius itu terus berjalan tanpa menaruh rasa curiga dan menoleh sedikit pun ke belakang. Tak lama setelahnya si Nenek akhirnya berhenti di sebuah rumah pertanian kecil di seberang sungai.

“Aku tahu kau di situ Nak. Masuklah jangan malu-malu,” ucap Nenek misterius itu. Gadis yang sedari tadi mengikutinya hanya diam saja tanpa menghiraukan perkataan si Nenek. Ia terpaksa melakukan itu agar ia tidak ketahuan membuntutinya. “Masuklah Nak, tak apa..” ujar si Nenek. Akhirnya gadis tersebut ke luar dari balik pepohonan dan mendekati Nenek itu.

“Maafkan aku Nek, aku karena telah membuntutimu sejak tadi.”
“Tak apa Nak.”
“Kalau boleh aku tahu, Nenek tinggal di sini sendirian?”
“Ya.. semenjak suamiku pergi beberapa tahun lalu.. ngomong-ngomong siapa namamu Nak?”
“F– maksudku Franie, Nek..”
“Oh biar ku tebak, kau pasti ingin mencari mawar hitam?”
“Iya Nek, dari mana Nenek tahu soal itu? Aku bahkan belum memberitahu hal itu.”

“Ini..” si Nenek tadi memberinya setangkai mawar hitam.
“Tak apa Nak, ambilah. Jangan malu-malu..”
“Tapi Nek..
“Tak apa Nak..”
“Maafkan aku Nek, aku sudah mengikutimu. Aku merasa sangat bersalah padamu, Nek..”
“Dengar, Nak. Mungkin kau tadi sudah bertindak tidak sopan, tapi aku tahu. Kau adalah anak pemberani yang pernah ku temui. Jadi, ambillah mawar ini..”
“Baiklah, Nek. Terima kasih.”

“Dimana rasa sopanku? Aku sampai lupa, kau mau minum segelas susu atau teh, Nak?
“Tidak usah Nek, tak apa..”
“Sebentar, ada yang kau lupakan,” si Nenek mengambil sesuatu di sakunya.
Tiba-tiba angin berhembus kencang. Menerbangkan syal mungil yang dikenakan gadis tersebut.
“Dengan ini kau memulai permainanku, nikmatilah permainan ini..”
Seketika langit menjadi gelap, hanya kilatan cahaya yang menerangi langit kala itu.

“Tidaaak..”

Gadis itu terbangun dari tidurnya dan menemukan kamarnya penuh dengan genangan darah. Dan kau tahu apa? Ia menemukan dirinya tewas mengenaskan dengan luka yang cukup besar sambil memegang setangkai bunga mawar hitam di tangannya. Si Nenek misterius itu berdiri tepat di sampingnya seraya berkata, “Sayang sekali, Nak. Kau gagal menaklukkan mimpimu sendiri.” Senyum menyeringai itu kembali hadir dan membawa kengerian yang luar biasa.

The End

Cerpen Karangan: Devie Aria
Facebook: Devie Bennington Shinodist

Cerpen Brave Girl merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sang Miliuner

Oleh:
Pernahkah kau bermimpi untuk menjadi dirimu sendiri? Pernahkah kau merasa tidak sanggup membedakan antara esensi diri dan batas imajinasi? Kutenggak kaleng b*r kedua yang kubeli sore ini. Setelah pulang

Rumah Tua Itu (Part 2)

Oleh:
Aku kembali berjalan ke arah koridor yang aku lewati tadi berharap bertemu dengan Danu. Namun hasilnya nihil, aku tidak bisa menemukannya. Aku terlalu serius mencarinnya sehingga tidak menyadari seseorang

Ada Apa Dengan Gelap?

Oleh:
Kamis, 15 November 2012 Jakarta Barat Hari ini kereta api Bandung-Jakarta tiba di stasiun pukul 23.00 WIB. Seorang pemuda mengenakan jacket hitam turun membawa beberapa barangnya. dia bernama Bayu.

Mengapa? (Part 2)

Oleh:
Keesokan harinya pada sore hari, aku dan Kakak menonton film horror bersama. Tiba-tiba dia berdiri dan pergi entah ke mana. Bahkan, dia tidak mengucapkan sepatah kata pun. Aku merasa,

Jagalah Kebersihan

Oleh:
Pada suatu hari hiduplah seorang anak laki-laki bernama Rudi hidup di kota orang untuk mengejar pendidikan yang ia impikan. Tinggal di kosan yang kotor tak terurus namun ia terbiasa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *