Deadly Murders (Murder In The Lab)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 5 December 2016

Detektif James sibuk! Lari-lari seperti dikejar setan, Detektif James lari menuju sekolah 26 lagi, memecahkan pembunuhan lagi. Ia langsung menuju lab lantai 2 tempat pembunuhan terjadi. Korban bernama Alicia Dearlove, seorang murid.

“Minggir! Minggir!” perintah Detektif James pada orang-orang yang menonton. Alicia tewas dengan laptop di sampingnya. Ada luka di kepala. Tidak ada petunjuk lain. Untungnya, ada kamera CCTV di lab. Detektif James mengirim mayat Alicia untuk diautopsi. Ia membuka laptop tersebut. Setelah kurang lebih 1 menit melihat-lihat laptop, ketemu juga pemilik laptop itu. Cecil dan Cecilia kembar, pemilik laptop itu langsung didatangi Detektif James. “Laptop kalian kutemukan berdarah dekat mayat. Coba jelaskan!” Detektif James menginterogasi. “Kami meminjamkannya pada Tom dan Sarah untuk menyelesaikan tugas.” jawab Cecil.

Detektif James menginterogasi Tom dan Sarah. “Benar kalian meminjam laptop Cecil dan Cecilia?” tanya Detektif James. “Tidak.” jawab mereka serempak. Detektif James menonton tayangan CCTV. Dua orang, laki-laki dan perempuan, memukul korban dengan laptop. “Tidak banyak membantu.” pikirnya. Ia kembali ke TKP. Ia menemukan kertas berisi ancaman: “Jangan kira kau bisa lari”. Ada DNA pelaku di sana. DNA tersebut dikirim ke lab.

Sementara itu, Detektif James mendapat sidik jari dari laptop. Sidik jari itu dikirim ke lab juga. Hasilnya, sidik jari itu milik pamannya sendiri, Paman Jake, pedagang laptop. Saat ditanya, Ia cuma berkata “Laptop itu dibeli di sini”.
Hasil autopsi tidak membuahkan hasil. DNA sama saja.

Detektif James mengeluarkan jurus terakhirnya, hacking habis-habisan. Akun Paman Jake isinya promosi laptop. Tapi… Sarah dan Tom diketahui mengirim pesan ancaman kepada Alicia. Detektif James hendak pergi ke Sarah dan Tom, ketika tiba-tiba ada suara tembakan! Polisi dan para penyerang baku tembak. 5 menit kemudian penyerang mundur, tapi 2 polisi luka-luka. Ada diary yang dijatuhkan seorang penyerang. Detektif James memungutnya dan membacanya.

Diari Cecil.
Dear diary, hari ini aku dan Cecilia membunuh anak sok itu. Bos menjanjikan honor 15 juta rupiah.

Sisa diari itu tidak terbaca. Tapi cukup untuk menangkap kedua pembunuh Alicia. Detektif James menyerbu rumah Cecil dan Cecilia. Detektif James mencari ke kamar mereka. Ternyata ada lorong rahasia di balik lemari! Detektif James menyusurinya sampai ada sebuah pintu. Ketika dibuka, ada Cecil dan Cecilia, sedang berpesta narko*a, sambil mer*kok dan minum b*r.

Mereka langsung dibawa ke pengadilan. Hakim menjatuhkan pidana 6 tahun penjara. “Apa alasan kalian melakukan ini?” tanya Ayah mereka dengan suara lirih. “Diam orang tua bang*at!” bentak mereka. Tapi, toh mereka menjelaskan semuanya. Motifnya adalah balas dendam dan mendapat uang dari bos.

“Semoga aku tidak mendapat kasus seperti ini lagi” ucap Detektif James dengan suara sedih. Tapi, selama penulis belum kehabisan ide, Detektif James akan selalu mendapat kasus.

Cerpen Karangan: Daniel Lie
Facebook: Daniel Lie

Cerpen Deadly Murders (Murder In The Lab) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Awal dan Akhir [ Dark Fang ]

Oleh:
Tiba-tiba saja gelas itu terjatuh dari genggaman Alex yang merenggang dan pecah menjadi serpihan-serpihan kecil di lantai kamarnya ini. Sebenarnya bukan sekali ini saja dia memecahkan gelas di kamarnya,

Rahasia Opa Tom

Oleh:
Mendung berarak pelan, wajahnya yang gelap pertanda segera turun air hujan. Clarine mempercepat langkahnya. Sepatu casualnya bergesekan keras dengan aspal jalan yang kasar. Suaranya menggema di lorong sempit menuju

Misteri Yang Lama Tak Terungkap

Oleh:
Di sebuah komplek perumahan di daerah Selatan Jakarta, terdapat rumah-rumah mewah. Dalam komplek perumahan tersebut terdapat sebuah rumah yang sering terlihat sepi, dan tetapi dalam rumah tersebut terkadang banyak

Gitar Sayap

Oleh:
Kasur letih menopang tubuh dalam empuknya. Wajah nan berbinar, sorotan mata tak bertujuan, terhanyut pikiran mengkhayal banyak kisah terkandung dalam kepala. Namun, diri ini juga sadar akan keadaan. “Tidak!

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *