Deadly Murders (The School Is No Longer Safe)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 8 August 2016

Sekolah 26 adalah sekolah terbaik di kota ini. Tapi siapa sangka, ada pembunuhan mengerikan. Seorang murid Rusia dibunuh. Namanya Igor Dolohov. Detektif James, detektif berpengalaman, datang ke sana. Sebetulnya sudah lama dia tidak menyelidiki suatu kasus, tapi kali ini dia akan menyelidiki satu kasus lagi.

Detektif James berusaha mengumpulkan bukti. Tapi yang bisa dia temukan hanya sebuah tas dan selembar surat. Detektif James memutuskan akan membaca surat lebih dulu. Isi surat itu begini:

Kua kaan mika nubhu. sapi-ipas hadipanemg matkeinaum.

“Suratnya dalam bentuk kode.” Kata detektif James.
Tak butuh waktu lama, Detektif James menemukan arti kode itu. Artinya begini:

Kau akan kami bunuh. Siap-siap menghadapi kematianmu.

“Berarti ada lebih dari satu orang yang membunuh Igor. Dan kelihatannya penulis surat ini kidal.” Kata Detektif James.

Dari kepala sekolah, diketahui tidak ada pengunjung yang datang. Guru-guru sedang berada ruang guru. “Berarti pembunuhnya murid lain.” Kata Detektif James. Detektif James melihat isi tas yang tadi dia ambil. Isinya sebuah surat lain. Isinya begini:

Kami berdua membunuh Igor, Detektif, coba saja menangkap kami, kalau kau bisa! Hahahahaha
Dari A dan F

“A dan F?” Tanya Detektif James pada dirinya sendiri.
Ia memikirkan kemungkinannya. A mungkin saja Audrey, Abigail, atau Aelita. Sementara F… mungkin Felix atau Felicia. Sementara itu, hasil autopsi Igor datang dari lab. Pembunuhnya memang ada dua, Dan dua-duanya kidal. “Berarti Abigail bukan pembunuhnya, karena dia memakai tangan kanan.” Ucap Detektif James.

Detektif James sudah bertanya pada Audrey, Aelita, dan Felix, tanpa membuahkan hasil apa-apa. Harapan terakhir kasus ini adalah Felicia.
“Felicia, apakah kamu yang membunuh Igor?” Tanya Detektif James.
“Tidak.” Jawab Felicia.
“Apakah kamu punya kecurigaan terhadap seseorang?” Tanya Detektif James lagi.
“Hmmm… Oh iya ada! Satu hari sebelum pembunuhan Igor, ada dua orang yang membeli pisau dapur 10 buah sekaligus.” Jawab Felicia.
“Baiklah. Terima kasih.” Kata Detektif James.
“Bolehkah saya meminjam satu pisau dapur yang kemarin dibeli oleh orang yang kemarin?” Tanya Detektif James.
“Boleh. Tapi ini hanya ada 11 buah yang diproduksi, jadi tolong dikembalikan”. Jawab Felicia sambil menyerahkan pisau dapur.

Benar, pisau itu dipakai untuk membunuh Igor. Masalahnya, orang yang membelinya tidak diketahui. Tiba-tiba Detektif James bersorak kegirangan. Ia menemukan sebuah pisau yang sama dengan Pisau yang dipakai untuk membunuh Igor, dan masih ada darahnya di pisau itu.

Darah tersebut adalah milk Igor. Detektif James mengambil sidik jari dari pisau itu. Dan sidik jari itu adalah milik Aelita dan Felix! “Selesai Sudah.” Kata Detektif James pelan. Aelita dan Felix segera ditangkap dan dibawa ke pengadilan.

“Aelita dan Felix, benar kalian yang membunuh Igor?” anya hakim.
“Tidak.” Jawab Aelita dan Felix bersamaan.
“Ini buktinya.” Kata Detektif James sambil menunjukan bukti.
“Hmm.. Baik. Aelita dan Felix, kalian dinyatakan bersalah!” Seru sang hakim.
“Tapi apa alasan kalian membunuh Igor?” Tanya hakim.
Aelita dan Felix menjelaskan semuannya. Ternyata hanya karena Igor akan melaporkan tindakan Aelita dan Felix yang suka memaksa anak-anak memberikan uang kepada mereka.
“Baik. Hukuman kalian berdua 7 tahun.” Seru sang hakim.
“Ahhh… Satu kasus sudah selesai. Istirahat dulu ahh semoga tidak ada kasus lagi.” Kata Detektif James.
Tapi dia akan menghadapi kasus lainnya.

Sampai Jumpa lagi di serial Deadly Murders!

Cerpen Karangan: Daniel Lie
Facebook: Daniel Lie

Cerpen Deadly Murders (The School Is No Longer Safe) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kejutan Buat Milah

Oleh:
Namanya Anisa Firdaus Jamilah (Milah). Siswi kelas 4A Sdit Al-Kaarim ini mempunyai sepupu perempuan yang sangat cintai. Nama sepupunya Nathalina atau disapa Natha, dan Anasthasya atau disapa Thasya. Natha

Best Friend ThreeEver

Oleh:
Di, sekolah aku punya 2 teman. Temanku yang pertama namanya Zafyra agatha shanyya atau biasa dipanggil Shanyya. Temanku yang kedua namanya Graciella amanda navyya atau biasa dipanggil Navyya. Aku

Mainan Baru Avia

Oleh:
Pada suatu pagi di kota Jakarta, ada seorang gadis kecil bernama Avia. Sejak kecil, Avia sangat senang mengoleksi mainan-mainan. Saat ini, Avia berumur 10 tahun namun ia masih suka

Fantastic Ice Cream

Oleh:
Udara segar berhembus dari jendela kamarku, yang langsung menghadap ke halaman belakang rumahku. Halaman yang asri. “Wuahh…” tapi rasanya masih mengantuk. Ku dengar bunda berteriak dari ruang keluarga, “Ria,

Calling

Oleh:
Amira turun dari sepeda motornya dengan tergesa-gesa. Sebelum melepas helm, ia melirik jam tangan yang ada di tangan kirinya. Kemudian raut wajahnya berubah. Dengan sedikit cemas, ia melangkah menuju

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *