Dibalik Bayang (Serpihan Ingatan Bintang)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 11 August 2017

Di suatu malam, terbaring seorang gadis berparas cantik bernama bintang di dalam kamar di balik selimut tebal dan kasur empuk, cahaya bulan masuk menembus jendela dan menyinari sebagian kamar gadis itu.

Dalam tidurnya bintang terlihat gelisah seakan melihat hal yang menakutkan di hadapannya, bintang bermimpi ia sedang berlari dan seorang pria menggenggam erat tangannya, menjaga mereka agar tidak terpisah saat melarikan diri dari sekelompok orang yang mengejarnya.

Bintang yang kelelahan mulai menghambat kecepatan lari mereka hingga para pengejar itu berhasil menyusul, mereka dikepung oleh para pengejar, bintang yang terengah-engah sesak nafas karena berlari berada di balik punggung pria misterius yang berusaha melindunginya.

Pertarungan tidak dapat dihindari, pria itu maju melawan sepuluh orang yang mengejar mereka, pria itu memberi dan menerima pukulan sambil tetap berusaha melindungi bintang.

Satu persatu musuh dikalahkannya dengan pukulan dan patahan mematikan pada titik vital lawannya, hingga hanya tinggal satu musuh yang berdiri, musuh itu menggenggam pisau lipat di tangannya, bintang melihat pria yang berusaha melindunginya memasang kuda-kuda bersiap melawan pria berpisau itu.

Pertarungan dimulai dengan gerakan yang sangat cepat pelindung bintang dapat dengan mudah mengalahkan pria berpisau itu, bintang yang terpaku cukup jauh mencoba mendekati pelindungnya.

Di depan pelindungnya ia melihat bahu tegap yang tertutup jaket kotor dan lusu akibat pertarungan, saat itu bintang melihat ada satu pengejarnya yang bangkit dengan menggenggam batu besar dan akan dipukulkan pada pelindungnya, dengan cepat tubuh bintang seperti bereaksi tanpa diperintah untuk menarik pelindungnya dan memutar membalikkan tubuhnya untuk melindungi pelindung bintang yang sedang lengah.

Bintang terkena pukulan batu pria itu tepat di belakang kepalanya dan semua tiba-tiba menjadi gelap.

Terbangun dari tidurnya di kamar yang nyaman ditemani sinar bulan dari jendela, bintang terbangun dengan keringat dingin dan perasaan bingung, mimpi yang dialaminya sangatlah terasa nyata namun ia tidak dapat mengingat apapun selain mimpi yang ia lihat.

Bintang berdiri dari tempat tidurnya untuk mengambil segelas air untuk memulihkan tubuhnya yang terasa panas dan perasaannya yang bingung, setelah meneguk air itu bintang mencoba mengingat kembali mimpinya, namun yang ia ingat hanya banyak orang yang mengejarnya dan seorang pria yang berusaha melindunginya. Ingatannya dari mimpi itu terputus saat bintang berusaha melindungi pria yang melindunginya.

Bintang meraba kepala belakangnya dan ia menemukan luka bekas pukulan. Kini bintang semakin bingung karena ia tidak ingat bagaimana ia mendapatkan luka itu.
“Apakah mimpi itu nyata?, tapi aku tidak tapat mengingat apapun”

Cerpen Karangan: Fazri Shidiq
Facebook: facebook.com/fazri.shidiq.3

Cerpen Dibalik Bayang (Serpihan Ingatan Bintang) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Make a Wish Berujung Petaka

Oleh:
“Happy birthday Selly… Happy birthday Selly… Happy birthday Happy birthday day Happy birthday Selly…” Ya hari ini ulang tahunku ke tujuh belas, aku berharap banyak di ulang tahunku yang

Penghuni Kamar Motel No. 14 (Part 1)

Oleh:
Dane Tyler mengucapkan syukur dalam hati. Jika bukan karena kebiasaannya mengemudi di tengah cuaca yang kurang bersahabat, mungkin ia sudah terperosok masuk jurang sejak hujan deras turun sejam yang

Kasus Bayu

Oleh:
Awalnya aku serasa bosan dengan duniaku. Tuhan semberiku kelebihan yang jarang dimiliki oleh orang lain. Entahlah mengapa tuhan memberiku kelebihan seperti ini. Setiap malam aku selalu ketakutan. Melihat sosok

Foto Kemarin

Oleh:
“Kenapa kita harus ke tempat ini sih! Kan, udah dibilang dari awal, mending kita gak usah ke sini!” “Ssshhtt! Jangan berisik. Nanti dia datang”. 8 jam yang lalu “Gue

Jejak Kematian di Lorong Sepi

Oleh:
Di lorong gelap, sepi dan dingin, tubuh kaku menelungkup itu menyeruakkan bau amis darah yang mengalir dari pangkal lehernya. Luka terkuak lebar hingga hampir memisahkan kepala dengan tubuh. Cairan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *