Dibalik Tirai Penguasa

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 13 February 2017

“Tom, tunggu saya!” teriak John dengan suara yang lantang
“Ayo cepetan! Meetingnya udah mau mulai” balas Thomas

Thomas dan John baru saja memakirkan mobilnya di depan lobby kantor dan langsung pergi ke lantai 39 karena meeting atau pertemuan antar direksi sudah mulai dilaksanakan di ruang rapat. Topik utama yang akan dibicarakan dalam pertemuan kali ini adalah perkembangan dalam internal perusahaan dan laporan keuangan pada bulan terakhir. Sebagai CEO sekaligus Presiden Direktur dari perusahaan konglomerat terbesar di Indonesia, Thomas serta wakil presiden direktur, John harus selalu memegang kendali perusahaan Tomasoa Group serta bertanggung jawab pada tugas-tugasnya, seperti mengikuti pertemuan antar direksi yang dilaksanakan setiap bulan.

Saat membuka pintu ruang pertemuan, Thomas dan John disambut oleh para pemimpin direksi Tomasoa Group yang sudah berdiri untuk memberi hormat pada kedua pemimpin tertinggi. Thomas duduk dan langsung menyapa para direksi.
“Selamat pagi, bapak dan ibu yang terhormat. Seperti biasa, saya akan memulai pertemuan ini dengan berbagai hal” sebut Thomas pada awal pertemuan

Pada tahun 2017, hampir 90% perusahaan perseroan terbatas di Indonesia sudah diakuisisi oleh Tomasoa Group. Selain itu, Tomasoa Group mulai mengembangkan jaringan mereka keluar negeri dan sudah menguasai 12% dari perusahaan dunia. Pertemuan antar direksi kali ini juga membahas tentang rencana akuisisi berikutnya yang akan mengambil alih perusahaan minyak swasta di Qatar.

Sebagai pemimpin, Thomas selalu berusaha untuk mengembangkan perusahaannya agar selalu menjadi yang terdepan dan terbesar, walaupun melalui cara-cara yang agak licik, seperti manipulasi ataupun melobi berbagai hal demi mendapatkan apa yang diinginkan sebagai pemimpin perusahaan. Walaupun begitu, banyak pemimpin dan karyawan di dalam Tomasoa Group menghargai dan menghormati apa yang dilakukan Thomas sebagai pemimpin perusahaan. Jelas, tidak ada karyawan yang ingin perusahaan mereka hancur. Tetapi tidak demikian dengan sang wakil presiden direktur, John.

“Sudahlah Tom, tidak usah pakai cara-cara itu. Selain itu, perusahaan yang kita kendali sudah sangat banyak, bahkan terlalu banyak. Biarkanlah perusahaan lain dan kembangakan perusahaan yang kita kendali” bujuk John
“Alah, kau selalu begitu, John. Tingkat finansial kita kan selalu meningkat. Lagipula, seperti pepatah bilang, banyak anak banyak rezeki. Kalo ini, banyak perusahaan banyak untung. Sudahlah, tidak perlu dipikirkan, biarkan saya yang mengatur, kau tidak perlu susah-susah” balas Thomas.
Begitulah percakapan yang selalu terjadi antara Thomas dan John saat ada rencana mengakuisisi perusahaan. Pada akhir percakapan, John selalu kalah dan Thomas selalu berhasil mengakuisisi perusahaan lainnya. Percakapan ini telah terjadi sekitar 680 kali yang artinya Tomasoa Group sudah mengakuisisi lebih dari 680 perusahan di Indonesia dan berbagai belahan dunia. Sebagai seorang pemimpin persuahaan multinasional, sudah sewajarnya Thomas menjadi seorang musuh atau saingan bagi berbagai pihak, dari perusahaan lain sampai pemerintah. Banyak pihak-pihak licik ingin mengendalikan posisi Thomas. Tetapi, Thomas memiliki aura dan kekuatan yang cukup misterius dan menakutkan hingga membuat rencana pihak-pihak tersebut menjadi gagal.

Akhir-ahkir ini, terdapat berbagai kejadian yang janggal terjadi di dalam perusahaan dari yang kecil sampai yang besar. Mulai dari listrik yang padam pada waktu tertentu sampai dokumen yang hilang. Pada awalnya, Thomas curiga kepada temannya sendiri, John. Tetapi Thomas sangat mengetahui John sehingga Thomas tidak jadi curiga kepada John. Kejadian janggal yang dialami oleh Thomas bukanlah sebuah kejanggalan yang biasa. Sebab, kejadian tersebut seperti bermain petak umpet dengan Thomas. Kejadian janggal tersebut muncul dan terus membesar saat Thomas sedang lengah. Saat Thomas sadar akan kejadian tersebut, kejadian janggal tersebut hilang dan pergi tanpa jejak sama sekali. Hal tersebut sudah berulang sekitar 5 kali, sehingga Thomas sudah terbiasa dengan menghadapi kejadian-kejadian tersebut.

Langit yang berwarna oranye dan matahari yang sudah terbenam menandakan hari sudah mau berakhir. Thomas dengan wajah yang lelah serta baju yang sudah kusut turun dari lift dan keluar menuju lobby gedung kantor. Beberapa menit kemudian, terdengar deruman mesin V12 keluar dari parkiran bawah tanah. Sebuah Maybach S600 berwarna putih dengan gagah keluar dari bawah tanah untuk menjeput sang majikan yang sudah menunggu di lobby. Seorang yang berbadan besar segera membuka pintu dan turun dari kursi depan serta membuka pintu belakang untuk Thomas. Thomas segera masuk dan beristirahat layaknya seorang bos yang bersandar di jok mobil mewah itu.

Gedung-gedung yang menjulang tinggi serta mobil-mobil yang berjalan di kecepatan tinggi sudah merupakan santapan sehari-hari Thomas saat perjalanan pulang kantor. Thomas sedang duduk dengan nyaman ditemani oleh iPhonenya yang sedang diigunakan untuk membaca berita-berita serta membalas pesan-pesan yang masuk ke dalam iPhone tersebut. Beberapa saat kemudian, Thomas sampai di depan gerbang rumah. Sebuah asisten rumah tangga membuka gerbang sebesar raksasa untuk mempersilahkan mobil Thomas masuk. Saat Thomas keluar dari mobil dan membuka pintu rumah, dia menerima telepon darurat dari salah satu asisten kantor.

“Hallo?”
“Pak Thomas, andaada di mana?!”
“Baru aja sampe di rumah, emang kenapa?”
“Komputer dan server utama kita diretas, kemungkinan untuk diambil alih mencapai 90 persen!”
“Hah, Kok bisa?!”
“Justru itu kami nggak tahu, sebaiknya bapak datang ke kantor”

Thomas langsung menutup telepon dan lari menuju mobil, Thomas langsung membuka pintu supir dan mengendarai mobilnya menuju kantor secepat mungkin. Mobil yang cukup lebar bermanuver di jalanan pada malam hari membuat pengendara lain marah dan ketakukan. Tetapi Thomas tidak peduli soal itu, dia hanya peduli soal nasib perusahaannya.

Thomas akhirnya sampai di kantor setelah 7 menit ditelepon oleh asisten kantor. Dia langsung naik lift menuju lantai dimana komputer pusat berada. Thomas berlari menuju ruangan tersebut dan langsung menemui ruangan kosong dipenuhi oleh komputer yang sedang terserang peretas. Tidak ada seorang pun yang berada di ruangan tersebut Sebagai seseorang yang mempunyai latar belakang sebagai ahli komputer, Thomas dengan cuek langsung mengetik berbagai kode di papan ketik untuk mengendalikan kembali sistem komputer perusahaan. Jari Thomas bergerak secepat kilat dan pandangan yang terus memandangi layar komputer tidak membuat Thomas lelah, dia hanya peduli soal nasib perusahaan yang sekarang berada di tangannya.

Akhirnya, selama 15 menit memandangi layar dan mengetik berbagai macam kode, komputer sudah pulih kembali. Layar menunjukan tidak ada data-data yang dicuri oleh sang peretas. Thomas akhir bisa lega dan mengistirahatkan badannya di kursi.

Tiba-tiba, seseorang pria dengan pakaian yang masih rapi dan penampilan yang masih bersih masuk ke ruangan tersebut. Pria tersebut adalah pria yang paling mengenal Thomas di kantor, yaitu John.
“John, di mana saja kamu? Komputer kantor baru saja diretas dan hampir semua data perusahaan diambil alih” tanya Thomas dengan suara yang kelelahan.
Tetapi, John tidak menjawab pertanyaannya.
“John, kenapa kamu diam saja?” tanya Thomas kembali.
“Hei John, apakah kamu sadar?”
Dengan muka yang agak sinis, John menjawab. “Hei Tom, inilah salah satu akibat dari dari semua kelakuan kamu, aku sendiri tidak tahu hal ini akan terjadi. Jangan terlalu arogan dalam memimpin perusahaan. Sebab, akan muncul banyak orang yang membencimu sehingga tidak sedikit yang ingin menghancurkan perusahaan kita. Ah sudahlah, ayo saya antar kamu pulang” jawab John.
“Ah, tidak usah, lagian saya punya supir” balas Thomas
Saat Thomas menjawab, muka John langsung memucat.
“Supir?” tanya John
“Iya, emang kenapa? Tadi saya pulang dari kantor pakai supir. Hal yang normal, bukan?” balas Thomas
“Tom, supir kamu sedang pulang kampung. Kamu lupa? Tadi sebelum meeting kamulah yang mengendarai mobilmu dan parkir di depan lobby” jelas John.
“Lalu, tadi siapa yang menyupiri saya ke rumah?”

Cerpen Karangan: M Daffa Rudiyanto

Cerpen Dibalik Tirai Penguasa merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Celoteh Seorang Guru

Oleh:
Dari bulan, menuju hening malam. Masih teronggok bisu di pojok sana. Harapan yang diam dan tak pernah tersentuh. Jika ada tanya “mengapa?”, “karena tuhan tidak pernah menginginkanku untuk jatuh”.

Tak Seorang Pun

Oleh:
“Genaa..!! Sudah jam berapa ini?” Teriakan Ibu membangunkanku di pagi hari yang dingin. Langsung ku bangkit dari kasurku yang agak berantakan dengan sprei sedikit terlepas. Dengan perasaan agak kesal

Aku Terjun Ke Dunia Untuk Melahirkan Anak Ku

Oleh:
Sebuah kisah nyata yang terjadi beberapa tahun yang lalu di sebuah desa kecil yang terletak di kaki gunung Ciremay, Jawa barat. Hiduplah seorang Bidan terkemuka di desa tersebut, sebutlah

Misteri Coretan Dinding Sekolah

Oleh:
Mata pelajaran kali ini adalah Kimia. pak Bono tengah menerangkan materi Metana dan Karbondioksida, memang sedikit agak mumet untuk mempelajari Bab yang satu ini, lalu dari pada bete mereka

Sofia? Abila??

Oleh:
Namaku Nabila Meirina, panggil aja Nabila, aku mempunyai seorang kakak bernama Tyra Nadiah, dipanggil Tyra. Aku sekolah di SMP. Tapi aku baru masuk. Hoaamm.. Aku terbangun dari alam mimpiku.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *