Discovered

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Misteri, Cerpen Thriller (Aksi)
Lolos moderasi pada: 28 January 2017

Jam menunjukan pukul 15:15 sore, bel pulang berbunyi, seluruh murid membereskan alat tulis dan bergegas untuk pulang. Beberapa menit kemudian seluruh siswa pulang, sekolah menjadi sepi. Berbeda denganku, aku menulis beberapa catatan hari ini tentang tugas biologi. Setelah beberapa lama mencatat setiap rumus aku membereskan alat tulisku dan keluar kelas. Aku penasaran dengan gedung tua yang ada di belakang sekolah. Menurut cerita yang beredar gedung tua itu berhantu, karena penasaran aku mengajak 3 orang sahabatku. Namaku darren van lorraine, dan 3 sahabatku bernama camy, vince, smith.

Di gedung tua bekas gudang aku mencari teka teki dan misteri gedung tersebut, menurut cerita yang beredar gedung tersebut pernah menjadi tempat eksperimen manipulasi gen manusia. Kami melakukan penelitian tentang gedung tersebut sekaligus mencari barang sahabatku yang tertinggal di dalam sini berupa sebuah cincin. Namun kerap kali aku mendengar cerita orang tentang gedung ini ternyata pada malam hari gedung ini selain tempat eksperimen juga katanya pernah menjadi tempat pembantaian sadis dan korbannya adalah guru sekolah ini, mungkin itu alasannya kenapa kami pindah gedung sekolah. Tidak diketahui apa motif pembunuhan ini. Sejak saat itulah sering terdengar cerita mistis. Mmmm… seperti yang ada di film ketika memasuki gedung sekolah lama angin berhembus kencang dan kerap kali ada suara benda jatuh yang menggetkan. “astaga!!! Apa itu? Apakah itu hantu?” kaget camy. Mendengar camy terkejut kami semua tertawa kecil.

Setelah lama mencari cincin itu dan kami menyerah tiba-tiba terdengar suara ting! Jatuh dari tangga utama lama menggelinding dan tepat berhenti di sebuah jam tua besar. Setelah dilihat benda apa itu ternyata benar saja cincin sahabatku mengelinding tepat di bawah jam tua yang besar. Sahabatku langsung mengambilnya, tiba-tiba jam tua itu berdetak dan jarumnya menunjukan waktu 16.59 aku dan sahabatku terkejut melihat jam tua itu masih berfungsi karena sudah lama jam ini tidak berfungsi, di jam tersebut ada tulisan NEMURIRE (abadi), aku tidak mengerti apa itu tapi aku bisa cari tau nanti. Namun tiba-tiba angin masuk dengan kencang dan pintu utama tertutup kencang pandanganku menjadi kabur akibat hembusan angin “vince! Kau mendengarku?” tanya smith “ya!!!” teriak vince “sebaiknya kita menuju pintu utama dan langsung mebukanya” jawabku “kalian semua kemari aku menemukan sesuatu!!!” ujar camy sambil menunjukkan sebuah buku tua yang ada di dalam lemari terbuka itu “memangnya ada apa?” tanya vince “lihat ini” jawab smith, Aku pun langsung berjalan menuju ke arah smith tdak kusangka itu adalah buku tua yang ada di khayalanku saat melamun di kelas.

“smith, coba kulihat buku itu” ujarku
“ini dia bung” smith
“mmm… persis seperti yang ada di khayalanku waktu melamun di kelas, aku ingin menceritakan tentang buku ini kepada kalian semua” ujarku
“coba ceritakan pada kami” vince
“tapi tidak di tempat ini, sebaiknya kita keluar dari sini hari sudah hampir gelap” jawabku
“ummmm… ayo sebaiknya kita keluar jika kita tidak maundapat masalah dari penjaga tua jenkin” canda vince
Aku membawa buku itu seketika perasaaan apa ini yang memasuki tubuhku seperti mau pingsan namun kukuatkan langkahku untuk keluar dari gedung horor tersebut.
Tak lama kemudian suasana menjadi normal kembali. Keheningan dan hembusan angin menghilang

“hey ada yang mau ke cafe aku yang traktir coklat panas” tawar smith
“yeay! coklat panas ayo tunggu apa lagi” girang camy
“mengingat kejadian tadi membuatku merasa mengigil segelas coklat panas boleh juga sekaligus untuk menceritakan yang kau katakan tadi darren” jawab vince
“ya memang ayo”

Tidak beberapa lama kami sampai di cafe kami duduk di meja paling pojok dan aku langsung menceritakan yang aku alami saat mengkhayal di kelas.

“darren cepat ceritakan pada kami” ujar vince
“baiklah. Ketika aku sedang mengkhayal sebuah ide tiba-tiba khayalanku berubah menjadi gelap aku terperangkap dalam sebuah ruangan dan di ruangan itu ada sebuah meja diatasnya ada sebuah buku. Buku ini terbuka sendiri dan membuka halaman 245. Di dalam khayalanku halaman ini membahas tentang pembataian dan kematian tak wajar” jawabku
“hmmm… benarkah begitu darren” vince
“ya di khayalanku seperti itu”
“daripada penasaran kenapa tidak dibuka saja halaman itu” ujar camy

Ternyata benar halaman ini menguak tentang pembantaian dan kematian tak wajar seseorang tanpa sebab, di halaman ini terdapat nama seseorang nama itu adalah aleksandar horrace zhirkovic.

“siapa orang ini apa dia pelakunya?” smith
“sebaiknya kita cari tahu tentang orang ini” vince
“tunggu, lihatlah ada sebuah catatan di halaman ini” camy
“hmmm… mungkin aku bisa menerjemahkannya sedikit, ini bahasa rumania” jawabku
“whoa benarkah, darimana kau belajar tentang bahasa rumania kuno” tanya smith
“kakekku dulu seorang seniman asal rumania” jawabku
“kalau begitu cepatlah terjemehkan tulisan ini” ujar camy
“pembunuhnya dak akan berhenti sampai keturunannya… MATI!!, 19.59 pm. 25-08-1967”
“apa hubungannya aleksandar dengan keturunan yang dimaksud” ujar smith
“entahlah mungkin masih ada pentujuk lainnya di beberapa halaman” jawabku

Setelah beberapa lama mencari kami semua menyerah mencari petunjuk lainnya.

Seketika hembusan angin datang namun tidak kencang, tiba-tiba buku tersebut tertutup sendiri, tiba-tiba aku melamun lagi dan semua kabur di pandanganku. Si sebuah ruangan gelap aku berdiri, tak lama aku menoleh ke belakang ada seseorang yang sudah berdiri di belakangku. Sontak aku terkejut, sosok laki-laki itu ternyata kakekku.

“huh…kakek apa yang kakek lakukan di sini” ujarku sambil terkejut
“darren cucuku aku kesini hanya ingin mengatakan sesuatu, jauhi teman-temanmu atau kau akan bernasib sama” jawab kakekku bersamaan kakekku menghilang ditelan kegelapan.
“kakek apa maksud perkataanmu? Kakek jawab pertanyaanku!!!” jawabku sambil teriak. Tiba-tiba aku terbangun dan smith membangunkanku “hey bung kau melamun lagi! Sebaiknya kau hilangkan kebiasaan itu” jawab smith. “iya maaf” jawabku. Setelah lama di cafe kami berempat pulang ke rumah masing-masing

Kakekku adalah seniman asal rumania beliau banyak memilik karya seni yang indah selain itu beliau juga seorang sastrawan asal rumania, dia mengajariku tentang banyak hal berkaitan dengan rumania termasuk legenda dracula, namun kakek meninggal saat aku berumur 13 tahun.

Malam hari. Terdengar suara handphone berbunyi ketika aku sedang mengerjakan tugas rumah. Suara ini sangat menggangguku, ketika aku sedang mengerjakan tugas. Ternyata ini telepon dari camy, aku berhenti sejenak lalu kutekan tombol jawab dan aku langsung bicara

“ada apa kau meneleponku malam-malam? Kau tidak tahu aku sedang mengerjakan PR?”
“Darren… tolong aku… darren cepat keluargaku!” jawab camy
Seketika tubuhku kaku dan aku terkejut “hey camy apa yang terjadi denganmu dan keluargamu” tanyaku
“seseorang pria membunuh ayah dan ibuku darren” jawab camy sambil menangis
“baiklah kau tetap tenang aku akan kesana oke, tenang bantuan segera datang polisi sudah aku telepon menuju rumahmu. Aku dan orangtuaku juga ke rumahmu. Tetap tenang dan jangan panik” ujarku
“darren cepatlah kau datang aku sangat ketakutan… darren hati-hati” jawab camy
“tut tut tut… panggilan terputus, halo! Halo! HALO! CAMY!”. Tanyaku sambil cemas. Aku langsung mengambil jaket dan turun ke bawah menyuruh ayah dan ibu untuk menemaniku ke rumah camy dan menceritakan apa yang terjadi dengan keluarga camy

Setelah sampai di rumah camy aku langsung masuk rumah camy bersama ayah dan polisi, ibuku menunggu di luar. Tidak kusangka aku sangat terkejut menemukan mayat camy bersama orangtuanya tergeletak di lantai kamar camy. Aku tertunduk sedih dan menyesal karena tidak bisa menyelamatkan sahabatku sendiri. Pembunuh itu selangkah di depanku. Tidak lama kemudian polisi menghubungi ambulan, mayat camy dan orangtuanya dibawa segera ke rumah sakit untuk diautopsi.

Setelah beberapa menit kemudian polisi menemukan sebuah surat bertuliskan “sudah dekat tinggal keturunan selanjutnya” Aku membaca surat itu aku bingung kenapa pembunuh membunuh sahabatku tanpa sebab, di dalam diriku bertanya-tanya apa motif dari pembunuhan ini.

Esok harinya camy dan keluarganya dimakamkan, aku dan sahabatku sangat kehilangan. Setelah selesai dimakamkan orang-orang pergi meninggalkan pemakaman, yang tersisa di pemakaman tingal aku, vince dan smith. Ketika kami sedang berdoa terlihat seorang pria berjas dan berpakaian serba hitam dengan sarung tangan hitam dan sebuah payung hitam sedang berdiri melihat ke arah kami.

“psst… apa kalian melihat pria serba hitam dekat pohon itu” tanyaku
“aku tidak melihatnya” jawab vince
“bung kita sedang berduka. cobalah berpikir dewasa” ujar smith
“aku sedang tidak melamun coba saja lihat ke arah kiri kalian” jawabku
“oh itu dia yang sedang berdiri dekat pohon, um bung ayo kita pergi dari sini pria itu mendekat” ujar smith
“maksudmu pria tinggi dengan payung di tangannya itu” tanya vince
“iyaa…” jawabku
“SIAL! Dia menuju kemari, hey sepertinya dia menggenggam sesuatu di tangannya” tanya smith
“apapun itu pasti sangat berbahaya, sebaiknya kita pergi ayo cepat” jawabku
“ya ayo” jawab smith
“hmmmm… aku merasa aneh dengan benda yang di pegangnya” ujar vince

Aku langsung mengajak sahabatku ke mobil dan segera pergi meninggalkan tempat pemakaman. Tidak lama kemudian pria berjas hitam tersebut meletakan sebuah cincin yang ia bawa serta mengeluarkan sebuah catatan dan menulis sesuatu. Kami tidak mengerti apa yang dia tulis. Aku pun langsung meminta ayahku untuk menyalakan mobil dan pergi ke rumah, vince dan smith juga ke rumahku. Sesampainya di rumah aku dan dua sahabatku langsung naik ke kamar dan mengambil buku itu untuk mencari tau.

“vince, smith coba kalian lihat catatan ini” ujarku
Vince membaca “pada saat korban mati korban akan di datangi pria ber jas hitam yang membawa cincin dan payung, pria tersebut berdiri di depan batu nisan korban sambil mencatat saat pemakaman korban selesai lalu meletakkan sebuah payung di depan nisan korban”.
Sontak vince terkejut setelah membaca catatan tersebut. Hal ini membuat kami terkejut dan kami sepakat untuk pergi ke pemakaman camy untuk melakukan investigasi.

Saat di perjalanan menuju pemakaman kami melihat pria berjas hitam sedang duduk di depan toko sembari menulis buku yang dia bawa.
Kami sangat penasaran apa yang dia tulis tapi kami menghirauikan dan tetap menuju pemakaman camy

Tidak lama kemudian kami sampai di pemakan camy. Benar-benar sulit dibayangkan buku tua itu benar, di makam camy terdapat cincin dan payung hitam serta ada sebuah tabung kecil berisi darah diatas nisan di biarkan bocor agar membasahi nisan camy. Kami segera membawa cincin itu dan bergegas ke rumahku

Saat mau menuju pintu gerbang pemakaman tidak kusangka pria brjas hitam muncul di hadapan kami bertiga. Sontak kami terkejut
“apa yang kau inginkan tuan?” tanyaku
“…” pria itu tidak menjawab pertanyaanku. Namun dia langsung mencekik leher smith dengan keras sampai tubuh smith lemas dan akhirnya tak sadarkan diri. Aku tidak ingin sahabatku pergi lagi, “vince bawa cincin ini dan bawalah pergi!”.

Emosiku sudah meluap aku langsung memukul tubuh pria itu dan memukul wajahnya. Namun pria ini tidak merasa kesakitan? Aku mencoba menyerang kembali dengan sebuah balok kayu ke tubuh pria itu. Saat itu vince sedang lari menuju gerbang pemakaman tiba-tiba dalam sekejap pria tersebut mencekik leher vince. Sebentar aku sangat terkejut bagaimana bisa orang itu dapat berpindah ke tempat vince dengan sangat cepat. Siapa pria itu. Sadar sahabatku dalam bahaya aku langsung mengambil payung yang berada di makam camy dan langsung berlari ke arah pria itu sambil menancapkan ujung payung yang tajam itu ke arah tubuh pria tersebut. Pria itu menoleh ke arah ku dan melepaskan tubuh vince yang sudah tidak sadarkan diri, melihat sahabatku sudah tak sadarkan diri di situ aku benar-benar marah. Lalu aku melawan pria itu, pertarunganku dengan pria itu sangat sengit. Aku sangat kelelahan karena selain kalah stamina, postur dan kekuatanku juga jauh dibandingkan pria tersebut. Melihat diriku kelelahan pria tersebut mencekikku lalu pria itu mengeluarkan sebuah pisau dari jasnya dan berkata “Noapte buna (selamat tinggal)” lalu pria itu menusukku dengan pisau. Vince mulai sadar seketika terkejut melihatku terkapar tak berdaya, vince mengambil balok kayu tersebut dan memukul pria itu dari belakang sontak pria itu jatuh dan tak sadarkan diri. Tubuhku menjadi lemas, pandanganku mulai kabur, dan sekujur tubuhku mulai terasa dingin darah keluar dari tubuhku sedikit demi sedikit. Vince yang melihatku sekarat langsung menghampiri “Darren!! hey bung bertahanlah, tetap bersamaku oke. Bertahanlah” jawab vince “hehehe masih seperti dulu ya vince” candaku.

Kami berdua berjalan keluar pemakaman dengan keadaanku yang terluka parah

“vince dimana smith?”
“hmm…smith sudah tiada darren” vince
“sial arrgh!!!”
“sebaiknya jangan bergerak dulu darren”

Tak lama kemudian kesadaranku lenyap, aku terjatuh vince langsung membawaku ke rumah sakit. “kau harus hidup darren, kau sahabat terbaikku, kau tidak boleh mati sekarang!!” ujar vince sambil menitikkan air mata dan menunggu darren sadar, orangtua darren datang dengan wajah cemas dan sedih, dokter keluar dari ruang darren “maaf…” kata dokter itu sambil menggelengkan kepala

Di pemakaman darren terlihat pria berbaju hitam dengan membawa buku. Vince menghampiri pria tersebut mereka terlihat berinteraksi dan menghilang setelah pemakaman. Tidak ada yang tahu dia dibunuh atau menghilang, tak ada jejak atau tanda keberadaaannya. dugaan kuat vince dibunuh

Hembusan angin datang dengan kencang halaman demi halaman terbuka masing-masing halaman memiliki cerita yang berbeda.

Pembunuhan darren dan teman-temanya terdapat di halaman terakhir, di buku ini menyebutkan siapa pembunuhnya. Nama aleksandar horrace zhirkovic terdapat di buku ini dia adalah pembunuh smith dan camy. Namun darren tidak dibunuh aleksandar melain kan dia dibunuh oleh saudara aleksandar bernama dragovic yang kabur dari rumah sakit jiwa di rumania, vince dan keluarganya dibunuh karena keluarga vince menghina keluarga zhirkovic. Tidak ada yang tahu hal ini terjadi hanya buku yang diberikan vince menjadi sumber masalah utama. Dituliskan aleksandar horrace zhirkov sebagai dalang semua pembunuhan, dituliskan juga aleksandar sudah membunuh 5 keluarga masing-masing memiliki anggota keluarga 5-9 orang. Salah satunya cucu dari sang seniman bernama darren van lorraine, dan 1 korban cucu dari keluarga de boer sekaligus sahabatnya vincento de boer da virenze.

Setelah semua korban terbunuh sang pembunuh akhirnya menghilang entah kemana, polisi mencoba memecahkan kasus ini namun belum terpecahkan sampai sekarang. Sebelum menghilang pembunuh tersebut membunuh ayah dan ibu darren, ayah dan ibu vince. Buku itu akhirnya menghilang bersamaan dengan semua bukti tentang keberadaan buku tersebut hanya menyisakan secarik kertas bertuliskan “O sa vedem in iad (sampai jumpa di neraka)”.

TAMAT

Cerpen Karangan: Galih Anharriansyah
Facebook: Galih Anhariansyah

Cerpen Discovered merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


The Last Blood (Guardian Sword)

Oleh:
Tok… tok… tok…!! terdengar suara orang mengetuk pintu, Clark beranjak dari kursinya dan berjalan ke arah pintu depan. Ketika ia membuka pintu, ia sedikit terkejut dengan kedatangan Therra adiknya,

Lari (Part 1)

Oleh:
Gadis kecil yang usianya belum genap sebelas tahun itu tengah duduk meringkuk di kubangan air keruh di bawah jembatan kayu sungai kecil. Terlindung dari pandangan para serdadu perang pemburu,

Inception

Oleh:
Grek… Grek… Grek… Suara tandu roda yang ku dengar begitu terdengar keras, ku lihat langit-langit seperti berjalan. Orang di sekitar menatapku dengan iba sambil menggiringku ke suatu tempat, salah

Death Note

Oleh:
Hidup sungguh tak berguna. Bagiku, hidup tak lebih dari sampah. Kau setuju denganku? Silahkan saja kalau kau memiliki pendapat yang berbeda. Namun aku memiliki alasan kuat, kenapa aku mengutuk

Teman Baru

Oleh:
“siapa dia?” “apakah dia keturunan iblis” “apakah dia murid baru di sini” “mungkin saja”. “katanya dia anak seorang bankir” “masa sih seorang bankir punya anak yang seperti dia” “positif

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Discovered”

  1. Nila Desri Yenti says:

    perasaan kisah dari cerita “discovered” ini pernah dibaca sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *