I’m Death and He’s My Soulmate

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 13 March 2015

Aku dan DIA bagaikan kucing dan tikus, apa mau dikata dialah yang mengharap semua ini terjadi. Sejak kejadian setelah malam itu kita seakan-akan seperti tak mengenal satu sama lain. Aku membencinya sangat sangat membencinya padahal DIA adalah sahabat sejatiku dulu. kini Kadang aku menyesali kejadian waktu malam itu. tapi aku juga tidak mau bila waktu bisa diputar kembali pun aku tak mau mengubah sedikitpun dengan apa yang terjadi sewaktu semua kenangan indah itu terbentuk. Dan hanya aku dan DIA saja yang tahu rahasia dibalik sebab permusuhan di antara kita berdua. Dan aku tak mau teman-temanku apalagi pacarku Radit sampai tahu rahasia ini. Dan yang paling menyebalkan lagi dia selalu mengancamku ingin membongkar semua rahasia itu.

“lu gak mau kan kalo sampai pacar culunmu tahu tentang apa yang sudah kudapat dari lu” ucapnya nyeringis meledek. oh ingin rasanya kurobek mulutnya setiap kali ia seperti itu.
“jangan lu berani–berani…” belum sempat aku menyelesakan kata-kataku
“kenapa lu takut apa malu karena lu sudah melakukannya sama gue” potongnya dengan bangga. Aku tahu dia selalu meledekku atas kejadian itu. walaupun sebenarnya kejadian itu sungguh memory yang paling indah seumur hidupku. bahkan dengan Radit pun aku belum bisa melakukan sejauh itu meskipun usia pacaran kami sudah lebih dari 2 tahun. aku gak nyangka karena NILA SETITIK RUSAK SUSU SEBELANGA.
Aku hanya menundukkan kepala tak sangggup membantah apapun yang keluar dari mulutnya. sebenarnya aku tidak takut akan reaksi Radit ketika mengetahui semua ini hanya saja aku takut akan hatiku sendiri aku malu mengakui kalau sebenarnya jauh di lubuk hatiku yang paling dalam masih terukir nama cowok tak tau diri di depanku ini. dan aku semakin membenci diriku sendiri karena terlalu buta melihat kenyataan bahwa sebenarnya cowok ini tak pernah mau peduli dengan perasaanku.

Sambil menyeka air mata yang tak sadar sudah menetes di kedua pipi aku pun hanya menatapnya sekali lagi tampak berganti raut wajahnya yang tadinya menyeringai berubah dengan kesedihan terpancar dari matanya namun aku tak mau mengasumsi bahwa dia peduli dengan kesedihanku aku pun memalingkan badan meninggalkanya yang aku tahu masih melihatku berjalan menjauh darinya.

“hai… yang nanti pulang kuliah aku mau ngajak kamu ke suatu tempat ya”
Itu sms yang kuterima dari Radit. Segera kubalas dengan “ya” lalu kusisipkan hp ku di saku celana jeans-ku.

Aku bermimpi berada di sebuah ruangan indah serba putih yang perabotannya mewah sangat elite. Kutelusuri seluruh isi ruangan ini ku elus kursi mahogani yang kududuki dengan sangat pelan takut tergores karena ulah kecerobohanku. aku tau harusnya aku tak usah kuwathirkan hal itu sebab sekarang aku berada pada dunia mimpi ya kan?
Tapi entah kenapa aku tak mau beranjak bangun dari mimpi indah ini. Rasaya aku bisa hidup selamanya disini aku merasa sangat tenang…

Brukkk kretteeekkk brukkk krakk krakkk…
Tampaknya mimpi hanyalah akan menjadi sebuah impian, baru saja aku merasakan kedamaian yang belum pernah kurasakan seumur hidupku. Mulai berubah isi ruangan yang tadinya serba putih kini timbul jamur jamur kehitaman yang menjalar pada seisi ruangan serta semua perabotan. Aku pun mulai panik kuayunkan kedua kakiku menjauh dari jamur jamur yang seolah-olah mengusirku dari ruangan ini. Aku berusaha mencari jalan keluar lorong lorong rumah atau entah apapun ini yang semakin membuatku takut.

Setitik cahaya tampak dari balik pintu di depanku segera kuraih gagang pintu mahogani raksasa, lalu kubuka…
“Aaahhhhh” mataku silau melihat sekeliling tempatku berpijak
“dimana ini…” lirihku
Aku berada di tengah rimbunan pepohonan yang tampak seperti hutan belantara. terlihat berdiri seorang laki-laki di seberang sungai kecil tenmpatku berdiri kutengok mukanya yang samar-samar tak bisa kukenali. kupanggil-panggil lelaki tersebut tapi tak sedikitpun ia menghiraukanku, tampaknya ia sedang sibuk menyeret badan seorang gadis yang terkulai lemah di tanah. apa yang dia ingin lakukan dengan gadis itu? kuperhatikan setiap gerak gerik lelaki itu. Dia mulai merogoh ke dalam saku jeans si cewek, dikeluakannya sebuah telepon genggam lalu disisipkannya ke dalam saku jaketnya. Ia pun menatap ke arah si gadis tampaknya ia sedang berbicara dan kemudian lelaki itu berbalik badan dan lari meninggalkan gadis itu terdampar di tepi sungai.

Oh tidakk!!!
“heii tungguuu… hei heiii” teriakku sekencang mungkin mengejarnya berharap laki laki itu mau berhenti dan tak meniggalkan gadis malang itu sendirian.
Tak ada guna laki-laki itu hilang entah kemana di tengah hutan yang begitu gelap. Aku pun kembali ketempat dimana gadis itu semula ditinggalkan.
Perlahan kudekati tubuh gadis yang masih terbaring tengkurap di sisi sungai.
“mba… mba bangun mba” kusenggol-senggol pundaknya tapi tetap tak ada respon. kucoba tempelkan jariku di sisi tenggorokan si gadis berharap menemukan denyut nadi yang menandakan dia baik-baik saja. tetapi beruntungnya aku yang tak menemukan adanya kemungkinan bahwa gadis di bawahku ini masih hidup. oh no Gadis ini sudah menjadi mayat.
Jemariku gemetaran apa yang harus aku lakukan baru pertama kali ini aku menyaksikan pembunuhan di depan mataku sendiri. setelah menenangkan diri dari kepanikan dan rasa takut aku pun memberanikan diri untuk melihat muka si gadis. Aku harus menolongnya
Pelan-pelan kuraih badan si gadis dan kubalikan tubuhnya yang berlumuran darah dari kepalanya yang bocor. Betapa kagetnya ketika ku melihat muka si gadis ini yang sangat mirip denganku. seingatku, aku tak punya saudara kembar. lalu siapa gadis ini?
Oh no bukankah itu gelang pemberian radit waktu aku ulang tahun bulan lalu?
Dan itu adalah baju ini, baju baru yang sudah aku rencanakan untuk kupakai nge-date dengan Radit minggu depan? semua hanyalah mimpi buruk dan aku akan terbangun kembali di kasurku yang empuk. Namun kenyataan menyadarkan fairytale hanyalah sebuah angan-angan yang seorang gadis kecil yakin dan berubah menjadi kepalsuan belaka yang mereka sadari ketika beranjak dewasa.
Hiduplah seakan-akan besok adalah hari kematianmu. tak kusangka ternyata aku meninggal tanpa kusadari apa penyebab kematianku. setiap ku mencoba mengingat kejadian apapun sebelum semua ini terjadi hanyalah bayangan putih disertai rasa sakit yang tak tertahan di area belakang kepalaku.

Aku menyaksikan pembunuhan diriku sendiri yang pelakunya tak sempat kukenali wajahnya. Akan tetapi pembunuhku adalah seorang laki-laki dan jika tak salah ingat aku tak pernah usil dengan dengan laki-laki manapun aku lebih percaya jikalau pembunuhku seorang cewek karena aku dikenal sangat jail di kalangan cewek-cewek di sekolahku kemungkinan karena aku kapten cheerleader yang tentunya setiap cewek-cewek pasti iri dengan keberadaanku.
“tidak… tidak… tidak mungkin!”
“it’s imposibble… imposibble… gak mungkin itu gue! gak mungkin! gak mungkin!!!”
Kepalaku pusing mencoba memikirkan apa yang sedang terjadi. berkali-kali ku mencubit diriku sendiri berharap

Ini adalah misteri yang harus kupecahkan. aku harus menemukan siapa pembunuhku dan memastikan ia menerima semua pertanggungjawaban atas apa yang dia lakukan padaku.
Aku tak akan meninggalkan dunia ini sebelum aku bisa pergi dengan tenang dari manisnya kehidupanku yang belum sempat kucicipi.

To be continued

Cerpen Karangan: Mella Amelia
Facebook: mella memey seyy nekkayztumblr.com
or my blog at mellamemeyseyy.bloggspot.com

Cerpen I’m Death and He’s My Soulmate merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Emosi Hantu Misterius

Oleh:
“Ssttt,” ucap Meli menutup mulut Indah temannya. “Lepaskan tanganmu!” ucap Indah melepaskan tangan Meli. “Diamlah nanti dia dengar!” saran Meli. “Siapa yang dengar?” tanya Indah. “Dia hantu misterius itu,”

Kebenaran Atau Fakta

Oleh:
Aku berjalan menaiki tangga menuju lantai dua gedung itu. Di lantai dua banyak rak-rak buku yang berbaris berhadapan dan menjulang tinggi. Beberapa diantaranya bahkan sangat tinggi untuk dijangkau, meskipun

Magang

Oleh:
Senang rasanya anakku Rizal sudah masuk perkuliahan. Semoga kelak dia menjadi anak yang mampu meneruskan tradisi Kaum Kasmi dan berguna bagi negara. Dulu saya tidak sempat merasakan bangku perkuliahan

Teror Maut

Oleh:
Dulunya, SMA N 01 Karang Permai adalah SMA favorit di kalangan remaja SMP. Tetapi, sejak gosip seram itu tersebar luas, reputasi SMA N 01 Karang Permai perlahan-lahan turun. Gosip

Kota Keputusasaan (Part 1)

Oleh:
Telah terjadi banyak sekali pembunuhan berantai di kotaku, yang menyebabkan orang orang berpergian karena takut jika mereka ataupun anggota keluarganya akan mati, sehingga hanya menyisahkan 18 orang yang masih

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

5 responses to “I’m Death and He’s My Soulmate”

  1. Amin says:

    Keren..
    Ditunggu lanjutannya. !

  2. Fitri says:

    Ceritanya seru! Ditunggu lanjutannya ya

  3. veronica says:

    Aduh! Udah nggak sabar dengan kelanjutannya!

  4. risma says:

    Keren banget!!
    Tapi,lanjutannya mana
    Kak?gk sabar nunggu=^}

  5. Andara Claresta Rabbani says:

    Keren…
    Gak sabar lanjutannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *