Jagalah Kebersihan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 9 May 2016

Pada suatu hari hiduplah seorang anak laki-laki bernama Rudi hidup di kota orang untuk mengejar pendidikan yang ia impikan. Tinggal di kosan yang kotor tak terurus namun ia terbiasa dengan lingkungan seperti itu. Konon kata masyarakat yang tinggal berada di kawasan tempat tinggal Rudi itu, merupakan kosan angker. Dahulu pernah ada orang meninggal terjatuh dari sumur dekat kosan Rudi, ada juga yang bilang kecelakaan itu disebabkan si korban kerasukan makhluk gaib. Karena seorang diri jauh dari orangtua ia pun harus terpaksa tinggal di kosan sebab di kota Rudi tidak memiliki sanak saudara. Namun Rudi tak merasakan sedih melainkan senang tinggal di kosan dengan alasan bebas melakukan aktivitas semaunya sebab tak ada yang melarangnya. Ada seorang teman sekelas Rudi yang begitu perhatian kepadanya sebut saja Mawar. Dia tinggal di gang damai tak jauh dari tempat kosan Rudi. Setiap pulang sekolah ia selalu bersama Rudi.

Tettt…!!! Bel sekolah pun berbunyi menandakan waktu pulang. Siang itu Rudi dan Mawar berjalan pulang bersama-sama seperti biasanya karena jarak rumah mereka searah. Karena sering mengobrol mereka pun tampak begitu akrab..” Rudi kamu tidak takut ya tinggal sendirian di kosan?” ucap Mawar keheranan.
“Oh kenapa harus takut kita kan punya penjaga malam, jadi aman?” ucap Rudi.
“Bukan itu, maksud aku sama hantu?” ucap Mawar serius.
“Hahaha hantu mana ada, sekalipun ada, aku masih tidak percaya walaupun aku melihatnya sebab hantu menjadi alasan orangtua untuk menakuti anaknya agar cepat tidur.” ucap Rudi menghiraukan. Perkataan Rudi membuat Mawar merasa senang dan semakin menyukai Rudi dengan sikap pemberani.
“Hebat kamu Rud, sudah mandiri pemberani pula.” ucap Mawar tersenyum malu. Rudi pun membalas dengan senyum sombongnya.

Tak terasa perjalanan mereka pun sampai di perempatan jalan Gang damai dan mereka pun berpisah. Di sekolah Rudi terkenal dengan penampilan yang urak-urakan baju kusut tak terurus. Namun Rudi merupakan anak yang baik dan suka menolong itu yang membuat Mawar menyukai Rudi. Di waktu Pagi yang cerah tiba-tiba Rudi tergesa-gesa menuju kelasnya.

“Rud, telat terus kenapa? kurang tidur ya, matamu sembab tuh,” menunjuk mata Rudi, “emangnya apa yang terjadi kepadamu?” Ucap mawar penasaran.
“Entahlah aku juga bingung setiap malam tidurku terganggu oleh perasaan tak enak. itu terjadi setiap aku pulang dari bermain.” ucap Rudi dengan wajah masih mengantuk. Pagi itu jam 8 pagi di saat jam pelajaran pertama berlangsung Rudi pun tak sengaja tertidur di kelas dan tak ada orang yang mengetahuinya kecuali Mawar yang selalu memperhatikan Rudi dengan keresahan hati.

Ternyata semalam tiba-tiba terjadi sesuatu menimpanya. “Kenapa terasa sesak napas di dada ini seperti ada yang menimpa berat.” ucap Rudi dalam hati. Tubuhnya bergerak cepat bergetar meminta pertolongan kepada siapa saja, untuk menyadarkannya. “Siapakah sesosok bayangan hitam besar tinggi seram di hadapanku, tidak mungkin ini pasti mimpi?!!” teriakan dalam hati. Mulai suhu badan Rudi terasa panas dingin, sejenak berpikir apakah ini dinamakan tindihan hantu. Rudi pun mencoba berusaha untuk membuka mata namun tak bisa, entah kenapa mulut pun susah berbicara hanya bisa diam terkunci.

Semakin Rudi mencoba berusaha melawan, sesak napas terasa berat detak jantungnya berdebar hebat. Kesadaran Rudi pun terbagi menjadi dua antara mimpi dan kenyataan. Dalam hati berkata. “Apa yang sedang terjadi menimpa di tubuhku?!” Rudi tak bisa melihatnya namun dia bisa merasakan, lantas diucapkan semua doa yang dia ingat di waktu kecil di pengajian. Dengan harapan semua yang terjadi ini akan berhenti. Tak lama kemudian sesudah doa selesai, mulai perlahan sesak napas bersemayam bersama bayangan hitam itu hilang dan dia coba bangunkan diri dari tidur membuka mata. Pelan-pelan sepertinya bisa Rudi lakukan, akhirnya terbukalah ke dua mata. Perasaan takut meracuni pikiran Rudi membuat tubuhnya lemas tak berdaya.

Rudi melihat keberadaannya masih di ruang kamar tidur yang gelap dan sunyi. Pandangan menatap memperhatikan sekelilingnya tak ada sedikit pun perubahan yang terjadi di kamar tidur ini. Rudi menengok arah jam dinding masih menunjukkan jam 3 lewat. Lantas Rudi bangkit dari kasur dan berpikir dia ingat kejadian apa yang menimpanya. Rudi masih bisa merasakannya semua kejadian aneh ini sering terjadi menimpanya. Dia ingin rasanya marah namun dia takut kepada siapa? karena teror mengganggu di saat kenyamanan tidurnya yang telah diusik. Mungkin semua berawal mula dari Rudi pindah di kosan sehingga menjadikan dia seorang pemalas dengan sikap yang bebas tak teratur hingga sampai sekarang. Baik dari malas membersihkan kosan sampai mencuci kaki dan berdoa sebelum tidur dan lain sebagainya.

Sebelumnya semua mimpi aneh itu belum pernah terjadi kepada Rudi. Mungkin karena dia menjadi pemalas hingga dia sering mengalami peristiwa teror yang mengganggu tidurnya. Dia melupakan pesan dari orangtuanya yang dulu pernah di ucapkan. “Ingatlah Nak di mana pun kamu berada jagalah kebersihan, sebab kebersihan pangkal kesehatan dan juga merupakan bagian dari iman.” Di balik peristiwa yang telah terjadi Rudi berpikir benar apa yang dikatakan orangtuanya selama ini ia tak pernah melakukan apa yang telah dipesankan orangtuanya. Tapi ia akan belajar mengubah kepribadiannya. Terlintas ada yang janggal di dalam pikiran Rudi sepertinya mereka makhluk tak kasat mata ingin berbicara mengatakan ada sesuatu ingin disampaikan kepada Rudi, namun ia mencoba menolaknya dengan alasan karena Rudi penakut dan tak percaya keberadaan mereka.

Rudi terjaga memikirkan peristiwa tadi menimpanya sekarang jam menunjukan jam 5 terdengar suara azan subuh tak mau melewatkan salat subuh lantas kembali Rudi menuju kamar mandi mengambil wudu lalu pergi kembali ke kamar tidur untuk melakukan ibadah salat subuh setelah selesai tak sengaja rasa ngantuk muncul berbaringlah Rudi sejenak tak terasa dengan cepatnya menarik selimut mencoba tidur dan tak lupa sebelum tidur Rudi berdoa berharap peristiwa aneh ini tak terulang lagi. Namun disayangkan Rudi bangun tidur kesiangan.

Tettt…!!! Tanda bel pelajaran pertama telah habis cepat-cepat Mawar bergegas pergi menuju bangku Rudi untuk membangunkannya dari tidur.

TAMAT

Cerpen Karangan: Riduan Sa
Blog: riduansa14.blogspot.co.id

Cerpen Jagalah Kebersihan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Misteri Penjaga Sekolah

Oleh:
Suati hari ada 5 orang sahabat yang selalu bersama-sama, nama mereka adalah Widya, Aldo,,Putra, Goris dan Shinta. Mereka bersekolah di SMP N 14 Kendari. Mereka semua sekolah pada siang

Gubuk Tua

Oleh:
Hayy.. namaku ara, aku sekolah di smpn terkenal. Saat itu langit sudah mulai terlihat mendung saat istirahat jam kedua, ternyata saat aku ingin pulang tiba-tiba turun hujan, yang semula

Bon Appetit (Part 2)

Oleh:
Namun, semuanya terlambat. Kini aku melihat para pengunjung restoran itu tiba-tiba berubah… wajah mereka pucat dan.. dan bola matanya berubah putih… mereka seperti mayat hidup! Persis seperti zombie di

Detektif Numpang Lewat

Oleh:
Di sebuah kota maju yang bernama kota Neuro, terdapat sebuah SMP favorit bernama SMP Pelita. Hari ini adalah hari pertama sekolah untuk siswa-siswi angkatan baru tahun ini. Di antara

Nightmare By Step Grandma

Oleh:
Mungkin ini merupakan akhir dari hidupnya, terkurung di dalam kobaran api besar, tak ada lagi harapan, tak ada senyuman, bahkan peluang untuk keluar dari rumah itu pun sangat kecil.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Jagalah Kebersihan”

  1. Aulia says:

    Cerpen yang keren,terus berkarya yaa 🙂

  2. Malika Sekar R. says:

    Iya aku setuju ucapan kamu. Nama panjang kamu siapa Aulia?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *