Jubah Hitam

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 10 August 2018

Namaku caroline, pada hari itu aku berada di rumah kakekku yang berada di daerah tangerang, pada sore itu aku sudah merasa bahwa ada yang menggangguku, tiba-tiba ibuku memanggil dan menyuruhku membuatkan minuman, pada saat aku membuat minuman perasaan aneh itu datang lagi dan saat aku membuka pintu kulkas di depan pintu menuju dapur ada sesosok manusia berjubah hitam yang lewat secepat kilat, jantungku berdetak kencang.

Aku akhirnya membawa minuman kepada ibuku dengan berjalan kencang. Saat aku ingin membuka pintu ruangan keluarga ada suara langkah yang sudah dekat denganku lalu, walau rasa takut menghampiri aku tetap membuka pintu. Ternyata ibuku menyuruhku membuat minuman untuk tetangga baruku, walau agak aneh tetangga itu membawa jubah yang mirip dengan penampakan yang tadi kulihat di pintu dapur.

Keesokan harinya, aku masih penasaran pada manusia jubah hitam kemarin, siang itu aku bermain dengan temanku di ladang padi. Pada saat pulang aku bertemu tetangga baru itu, dia menyuruhku untuk ikut ke tempat yang baru ia buat, pada saat itu aku tidak keberatan untuk ikut dengannya, pada saat aku melihat itu seperti rumah di bawah tanah walau suasana di tempat itu sangat bagus aku tetap merasa aneh, sesekali aku mendengar suara lirih anak minta tolong dari satu ruangan bawah tanah tanah tersebut.

Karena aku takut aku minta izin untuk pulang akan tetapi tetangga tersebut melarangku dengan alasan tunggu sebentar, dengan perasaan takut aku pun izin untuk ke toilet, beruntung toilet itu berada di atas ruangan bawah tanah tersebut.

Ketika aku keluar si tetangga tetap mengawasi, di dalam toilet kesempatanku untuk menghubungi ibuku, karena tidak ada jawaban aku mengiriminya sms memberitahukan kondisiku, merasa curiga tetangga tersebut mengedor pintu toilet, lalu aku pun keluar rasa takut terus menghantuiku dan membuatku ingin segera pulang, aku pun izin pulang lagi kepada tetangga tersebut tetapi dia terus menahanku, rasa takutku pun bertambah parah.

Merasa dicurigai tiba-tiba si tetangga menyeretku masuk ke dalam lemari kosong, tapi sebelum aku masuk, wajah si tetangga aku semprot dengan semprotan serangga yang kuambil di kamar mandi. Aku pun lari sekencangnya dan bersembunyi di lemari pakaian, si tetangga itu terus memanggilku tetapi beberapa saat kemudian ibuku datang dengan membawa polisi dan ternyata tetangga tersebut adalah buronan yang sedang dicari dengan tuduhan membunuh 19 anak kecil dan sudah pernah dipenjara juga.

Aku beruntung sekali karena dapat selamat dari musibah tersebut, dan berharap tidak akan ada lagi anak-anak yang menjadi korbannya.

Tamat

Cerpen Karangan: Nayla Syahrani Sanjaya
Blog / Facebook: Nayla syahrani new

Cerpen Jubah Hitam merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Beling

Oleh:
Jono masih setia berbasah-basah di sungai kecil itu. Sambil sesekali mengaduh karena anak duri di pinggir kali yang menusuk lengannya. Kedua lengannya yang kekar berisi nampak bergerak-gerak dalam air.

Wajah di Balik Jendela

Oleh:
Angin pagi berhembus begitu segar. Aku menghirup udara pagi dengan perasaan bahagia. Aku pun memutuskan untuk bersepeda di jalanan kompleks ini. Kompleks yang baru aku dan keluargaku tinggali. Kami

Penguntit

Oleh:
HAH! HAH! HAH! Dengan napas yang terengah-engah, Della masuk ke rumahnya dan segera mengunci pintu. Della masuk ke rumahnya dengan perasaan lega. Dia lalu merebahkan dirinya di atas kasurnya,

Who Is The Culprit?

Oleh:
“Ya, saya tahu pak, tenangkan diri anda, tarik napas dalam-dalam” suruhnya. Aku pun melakukan seperti apa yang disuruhnya. “Nah sekarang pak, bisa jelaskan lagi kronologis kejadiannya? “Jadi begini…” Semua

Meli

Oleh:
Detak musik reage yang begitu kencang mengiringi alunan syahdu tangan Meli yang sembari tadi mengemas pakaiannya untuk pergi ke kota. Meli merasakan semangat yang begitu bergejolak di malam itu,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *