Kak Rangga

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Misteri, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 22 November 2013

Hujan turun begitu deras, diikuti kilatan segara disusul Guntur. Ku buka jendala kamarku. Aku mulai hanyut dalam derasnya hujan. Dingin memang, tapi enggan ku tutup jendela kamar. Percikan air mulai membasahi wajahku, saat aku duduk di jendela.

Anganku melayang. Teringat seorang yang selalu muncul dalam mimpiku. Tak pernah bayangnya menghilang. Tak jelas. Hanya bayang semu.

Malam semakin larut. Hujan juga perlahan mulai reda. Ku tutup jendala kamar, menuju tempat tidur. Mencoba memejamkan mata, berharap kali ini bayangnya hadir lebih jelas.

Pantai. Debur ombak mulai menjilati jari kakiku. Aku berlari. Mengejar seseorang.
“Ayo Rahma. CEPETAAAN!”
“Iya kak! Tunggu Lahma dong”, jawabku sambil terus belari. Lalu aku membuat istana pasir.
“Udah jadi belum?”
“Belom Kak. Wah.. punya kakak bagus banget istana pasilnya.”
“Sini aku bantu.”
“RAHMA… Ayo pulang udah sore.” suara nenek terdengar di antara debur ombak.
“Iya nek.. sebental.”
“Udah pulang aja yuk! Buatnya dilanjutin besok lagi.”
“Yah Kak.. Sebental lagi…”
“Udah ayooo…!” katanya sambil menarik lenganku.
“Nek, aku tadi buat istana pasil lho.. tadi aku juga dibantu sama kak…”
GLUURR…
Aku terbangun. Apa itu tadi. Mimpi itu. Rasanya aku pernah mengalaminya. Siapa dia? Orang yang ku panggil ‘KAK”. Apa dia orang yang sama dengan sebelumnya? Orang yag hadir dalam mimpiku akhir-akhir ini. Ah.. entahlah.. Aku kembali terlelap.

Hujan kembali turun pagi ini. Untunglah, aku sudah tiba di sekolah. Kelas masih sepi. Lalu, aku ke perpus. Pinjem buku matematika yang ketinggalan.
“Aduh..”
“Ups.. Sory! Gak papa kan?” Tanya kakak kelas. Kayaknya sih kelas 9.
“Eh, iya gak papa kok Kak.” Jawabku sambil tersenyum
“Ya udah. Duluan ya..”
Ternyata bener. Kakak tadi masuk kelas 9c. Bentar deh. Kakak tadi. Kayaknya aku pernah liat. Kapan ya? Waktu MOS? Bukan. Terus dimana?

“Ngga, udah ngerjain tugas belum?”
“…”
“Woy! Ngelamun aja!”
“Eh apa? Tadi nanya apaan?”

Aku kembali melewati lorog di depan kelas 9c. Lho itu, bukannya Kakak yang tadi ya? Iya bener, lagi duduk di bangku depan kelas.
“Ranggaa… Rangga…! Pagi pagi udah ngelamun aja. Mikirin apaan sih loe?”
“Nggak. Cuman masih ngatuk aja.” Jawab kakak yang tadi. Obrolan mereka terdengar jelas oleh ku.

Rangga. Jadi namanya Kak Rangga. Saat aku lewat tepat di depan mereka aku senyum sambil mengangguk -tanda hormat-. Dan Wow, Kak Rangga membalas senyum dan mengangguk.

Senyum itu. Sangat familier buat aku. Siapa sih kak Rangga sebenernya?
Hujan perlahan mulai reda. Namun, penasaranku tak jua sirna.

Hari demi hari terus berlalu sejak kejadian itu. Perlahan aku mulai melupakan ribuan pertanyaan dalam benakku tentang siapa Kak Rangga.
Tapi, aku malah jadi sering ketemu dia. Mulai dari seleksi penggurus OSIS, waktu eskul juga ketemu. Gimana enggak ketemu. Secara Kak Rangga adalah senior di eskul Fisika yang ku ikuti. ‘Kenapa juga aku bisa masuk eskul ini. Padahal nilaiku juga kagak bagus-bagus amat sih di pelajaran itu’ Dan yang bikin aku ‘sureprise’. Kak Rangga jadi pendamping buat aku, dalam ragka lomba fisika akhir bulan ini.

Yah, hasilnya enggak jelek-jelek amat sih. Walau juga enggak perfect.
Setelah lomba berlalu, tinggal fokus buat LBB -lomba baris berbaris-. Sebenarnya sudah dari kemarin latihannya. Tapi, aku izin dulu buat persiapan lomba.

Hari ini aku sudah ikut latihan TONTI bareng yang lain. Tapi, bentar deh. Bukannya itu Kak Rangga ya? Itu yang disana. Pakai topi item. Oh, Tuhan. Kenapa dia lagi? Jangan-jangan jadi DPT -dewan Pelatih Tonti- juga. Haduh, memang enggak ada yang lain?

Pantai. Debur ombak mulai menjilati jari kakiku. Aku berlari. Mengejar seseorang.
“Ayo Rahma. CEPETAAAN!”
“Iya kak! Tunggu Lahma dong”, jawabku sambil terus belari. Lalu aku membuat istana pasir.
“Udah jadi belom?”
“Belom Kak. Wah.. punya kakak bagus banget istana pasilnya.”
“Sini aku bantu.”
“RAHMA… Ayo pulang udah sore.” suara nenek terdengar di antara debur ombak.
“Iya nek.. sebental.
“Udah pulang aja yuk! Buatnya dilanjutin besok lagi.”
“Yah Kak.. Sebental lagi…”
“Udah ayooo…!” katanya sambil menarik lenganku.
“Nek, aku tadi buat istana pasil lho.. tadi aku juga dibantu sama kak Langga. Kak Langga hebat lho Nek bisa buat istana pasil yang bagus… banget.”
“Wah asyik dong. Udah bilang makasih belum sama Kak Rangaa?”
“Oh iya lupa. Makasih ya Kak!”
“Iya sama-sama. Udah nyampe depan rumahku nih. Aku pulang dulu ya.”
“Dadah Kak! Besok main lagi ya?” Aku terbangun. Mimpi itu lagi.

Em… sepertinya aku mulai ingat sekarang. Benar. Itu semua bukan mimpi. Melainkan peristiwa yang pernah ku alami. Waktu itu aku main ke rumah nenek. Mungkin umurku sekitar 5 tahunan. Lalu aku main ke pantai bersama seseorang yang ku panggil Kak Langga. Waktu itu dia kayakya mau masuk SD. Bentar deh. Kak Langga. Waktu itu aku masih celat. Jadi namanya bukan Langga melainkan Rangga, jangan-jangan…?

Cerpen Karangan: Latifah Alifiana
Blog: linlintang.blogspot.com

Cerpen Kak Rangga merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Wasiat

Oleh:
Dimana aku, berlalu. Membawa semua.. semua? semua? “Oh my God. Lusiiii?” aku terpaksa berteriak karena tak tahan lagi mendengar ocehan Lusi. Aku yang berusaha menghafal puisi yang ku buat

Apa Sih Cinta? (Part 4)

Oleh:
“Cinta itu butuh pengungkapan, karena kita bukan Tuhan yang tahu semuanya, jadi bagaimana kita tau perasaan seseorang tanpa pernyataan.” Driana segera menyuruh Chika untuk ke rumah sakit, tempat Bayu

Sweet Girl and Cool Senior

Oleh:
Seorang gadis manis bertubuh tinggi semampai dengan kulit kuning langsat dan rambut sebahu bernama Avira Adelia sedang asyik berjalan dengan gembira menuju sekolahnya. Salah satu sekolah favorit di kota

Iris (Part 1)

Oleh:
Apa yang akan kalian lakukan, jika seorang wanita berusaha mendekati kalian? Menjauh? Ya, itu mungkin pilihan sebagian besar laki-laki. Termasuk aku. Aku pun tak mengerti mengapa begitu pada awalnya.

Luwak Patah Hati

Oleh:
Sebuah kisah yang menceritakan tentang seorang remaja yang menjadi Luwak karena patah hati, haha jangan diangggap serius luwaknya itu hanya filosofi saja, katakan nama gue Rey, gue adalah seorang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Kak Rangga”

  1. Adinda Yani says:

    Enak ceritanya,,
    tpgantung critanya,,
    berkarya terus ya.,.,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *