Kembaranku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 23 September 2017

Hai! Namaku Naraninda Hisyana Putri! Narani sapaan akrabku. Aku mempunyai kembaran bernama Nirina. Aku anak yang tidak normal. Ya sejak kecil aku anak tunawicara. Aku dimasukkan di SDLB. Banyak anak sepertiku. Aku heran sekaligus iri pada Nirina, irinya karena Nirina normal, tidak cacat suatu apapun. Herannya dengan fisik yang normal, ia menemaniku bersekolah. Ya di SDLB! dan yang mengherankan banyak orang yang tak bisa melihat Nirina.

Ini hari minggu, aku berkumpul bersama Nirina. ‘Kamu enak, Nir! fisikmu normal. Ngga kayak aku yang bisu’ tulisku untuk Nirina. Nirina membaca. “Hahaha Narani, hidupmu lebih enak tau!! kamu juga mensyukuri apa dengan nikmat Allah SWT,” tanggapnya. Aku tersenyum. Tunggu! Lebih enak hidupku? dia kan manusia yang normal, mengapa ia bilang hidupku lebih enak? ‘Maksudmu Nirina? aku tidak mengerti?” tanyaku pada selembar kertas. “Suatu hari kamu akan tau, kok. Namun bukan sekarang,” ucap lembut Nirina seraya tersenyum penuh rahasia.

“Hmm.. Narani. Ada yang ingin ayah dan ibu bicarakan,” panggil Ibu. Aku dan ibu menuju ruang keluarga. Di sana terdapat ayah. “Narani, ada yang ingin kami tunjukkan padamu, kamu ganti pakaian, yah…,” ucap ayah menutup-nutupi. Aku mengangguk girang. Aku menuju kamar. Aku kira, ayah mengajakku ke mall, ke pantai, atau ke tempat wisata!! Aku mengenakan baju selutut lengan panjang putih keungu-unguan bermotif bunga-bunga kecil ungu, celana abu-abu semata kaki, kerudung segiempat putih, dan sepatu converse merah-pink.

Aku segera naik mobil. Aku sangat tidak sabar. Mobilku berhenti di depan pemakaman. Di depan ada gapura bertuliskan ‘TPU Mekar Asri’. Tunggu! TPU, mengapa ayah mengajakku ke sini?

Kubuntuti ayah dan ibu dari belakang. Ayah berjongkok di samping salah satu makam. Di makam, ada nisan berukir:
Nirinanda Hasyana Ratu
Lahir: 09-07-2005
Wafat: 09-07-2005

“Inilah makam kembaranmu, Nar. Saat kalian lahir, dia lamgsung dipanggil oleh Allah SWT. Maafkan ayah dan ibu jika tak menceritakan dari dulu padamu. Ayah dan ibu nggak mau kamu bersedih,” jelas Ayah dan Ibu. Aku mengelap berkali-kali air mataku yang berjatuhan. “Ayah, Ibu, kalian tega sama Narani!!” isyaratku. “Maaf nak,” ucap Ibu seraya menangis.

Kami membaca doa dan surah Yasin. Lalu kami pulang. Aku terus melamun di perjalanan. “Nirina sudah meninggal,” itulah kata yang menghiasi pikiranku. Aku terus menangis tanpa suara.

Tunggu ada kejanggalan! spontan aku berhenti mengeluarkan air mata. Jika Nirina meninggal saat kami lahir, siapa yang menemaniku setiap waktu?!

Cerpen Karangan: Alyaniza Nur Adelawina
Facebook: Alya Aniza
sorry jelek.

Cerpen Kembaranku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Gitar Cinta Penuh Darah

Oleh:
Di sebuah sekolah ternama di jakarta. Pagi itu para murid kelihatan mulai dengan aktivitas sehari-harinya, ada yang berangkat secara sendiri-sendiri atau rombongan. Tiba-tiba Frank beserta gengnya, datang dengan mobil

Trauma Yang Menganehkan

Oleh:
Pada waktu umurku 5 tahun aku dan keluargaku menempati rumah baru. Saat pertama kali menempati rumah baru aku belum mempunyai teman sama sekali. Pada suatu hari saat aku sedang

Seekor Anjing Yang Setia

Oleh:
Di sebuah desa yang jauh dari keramaian terdapat seorang anak gadis kecil yang tinggal bersama dengan ibunya. Sedangkan ayahnya sudah lama Pisah dengan ibunya. Anak tersebut bernama nina. Dia

Ini Hanya Fantasi

Oleh:
Pagi itu Bery sedang duduk santai di bangku taman dekat rumahnya, sambil menulis buku karangannya yang berjudul hanya fantasi, tak lama kemudian sesuatu yang aneh terjadi di balik semak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Kembaranku”

  1. Nindya says:

    Serem mbak! Hii..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *