Ketukan Tengah Malam

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 22 July 2017

TOK TOK TOK
Astaga, di jam setengah 12 ini siapa sih yang mengetok pintu kamarku? Aku mengacuhkannya karena kantuk melanda. Aku pun tertidur lelap.

Ketika makan pagi, aku hendak menanyakan hal siapa yang mengetuk pintu kamarku, tapi aku melihat suasana meja makan yang tak seharusnya, Kak Vina terlihat buru buru, Ibu terlihat tergesa gesa, ayah apalagi makan saja sampai tidak bisa membedakan mana sendok, mana pisau. Aku tidak jadi menanyakannya.

Malamnya, Ayah dan Kak Vina belum pulang. Ayah masih kerja, kak Vina sibuk kuliah. Hanya aku dan ibu.
“bu, aku tidur dulu ya.” ujarku. Ibu mengangguk. Aku sengaja tidur lebih cepat, karena aku penasaran siapa yang mengetok pintu kamarku.

Aku menunggu, 1 menit, 5 menit, 10 menit, 1 jam … Aaaaahhh mana orang itu? Kenapa tak muncul? Dasar pengecut! Aku baru ingat, kemarin orang itu mengetuk pintu kamarku menjelang tengah malam.
Ok, aku tunggu tengah malam.

Teman teman, aku ini bisa dibilang anak tukang tidur. Tidur paling awal, bangun paling akhir. Jadi, ya nggak biasalah tidur tengah malam. Kalau malam yang kemarin, pas pertama kali pintu kamarku diketuk oleh orang pengecut itu (bahkan mungkin itu bukan orang), aku sedang mengerjakan tugas. Itu pun dengan sangat, sangat, terpaksa. (payah banget ya aku ini)
Aku pun tak tahan menahan kantuk. Padahal, satu jam lagi sudah hampir tengah malam. Aku akhirnya menyerah. Zzzzzz …
Sayup sayup, kudengar ketukan pintu itu lagi.

Esoknya, aku tidur siang, agar malam nanti bisa mengetahui siapa yang mengetok pintu kamarku. Dan, taktikku berhasil.
Aku tidak ngantuk ketika pukul setengah 12. Dan, aku menunggu ketukan itu.

TOK TOK TOK
Dengan semangat, ku bangkit dari kasur. Tapi aku baru ingat, malam ini malam jumat. Siapa tahu itu hantu? Hiiyy … Aku jadi gemetar. Tapi aku penasaran. Siapa yang mengetuk pintu kamarku 3 hari berturut turut? Tiba tiba, ada suara
“Varrell… Tolong, Rel…”. Aku gemetar. Jangan jangan yang mengetok pintu kamarku itu kuntilanak? Hiiiiiyyy…
Tapi, masa laki laki pengecut sih!!! Ya sudahlah, aku pun memberanikan diri. Aku gemetar membuka pintu kamarku.

Kreeekkk…
Hey, tidak ada siapa siapa. Aku pun menutup pintu kamarku lagi.

TOK TOK TOK
Hah? Kenapa orang itu mengetuk pintu kamarku lagi? Aku membuka pintu kamarku.
Kreekkk
Ada wanita memakai baju piyama, rambut terurai berdiri di depan pintu kamarku.
“AAAAAAA… Ka kamu siapa?” Aku berteriak kaget. Wanita itu tiba tiba memegang lenganku.
Aku menjerit.
“Sssttt…! Diam, Rell…” ujar wanita itu. Hey hey hey… Dasar aku penakut. Wanita itu ternyata kakakku!!! Hahaha…
“Varrel, kau lama sekali membuka pintunya. Aku ini kakakmu, Kak Vina. Bukan hantu. Dasar Varrel.”
Aku nyengir. Kak Vina mendengus.

“ngapain kakak ke sini?”
Kak Vina menjawab,
“Powerbank handphone kakak ada padamu. Mana?”
Aku baru ingat, aku meminjam powerbank kak Vina dan belum dikembalikan.
“kamu ini, dari kemarin kakak ketuk, gak dibuka. Kamu takut yaa?”
Aku nyengir saja. Aahhh … Aku memang penakut!

Cerpen Karangan: Nabila Alifiana Syahidah
Blog: www.banyuselaras.com
Instagram: @nabila.alfn12

Cerpen Ketukan Tengah Malam merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sahabatku Berubah

Oleh:
hay.. Nama aku aisyah zahra.. Aku duduk di kelas satu sekolah menengah pertama, tepatnya di smp 16 jakarta. Aku sangat senang bisa bersekolah di sekolah itu, karena aku mempunyai

Aku Lupa Berdoa

Oleh:
Hallo teman-teman, perkenalkan namaku Ilyasa NurFauzi. Kalian boleh panggil aku Iyas. Aku duduk di kelas 5 SDN Sukaraja 2 dan aku tinggal di Sumedang. Aku mempunyai 1 orang kakak

Tumpukan Sampah di Masa Depan

Oleh:
Terdengar suara riuh mesin dari dalam ruang percobaan Deni. Siang ini Deni, Sarah dan Andi akan mencoba alat rancangan mereka yang terbaru. Menurut mereka, ini adalah alat rancangan mereka

Demi Tas Baru

Oleh:
Pada siang hari Roy dan Ibunya sedang pergi berbelanja. Lalu pada saat melewati toko tas dan dia melihat tas bagus. Roy meminta kepada Ibunya unuk membelikan tas tersebut. Namun

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *