Kill The Next

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 16 May 2016

Kota Gerold [22/04/XXXX]
Musim dingin tiba di Kota Gerold. Suhunya mencapai 15°C. Salju menyelimuti kota itu sangat tebal. Diberitakan telah hilang gadis berumur 10 tahun yang hilang. Polisi terus menyelidiki hal itu sampai inti, namun tak membuahkan hasil. Kedua orangtua tersebut yakin bahwa anaknya hilang karena seorang kakek tua yang membawanya pergi dan mungkin membunuhnya.

Kota Gerold [30/04/XXXX]
“Minumlah dulu teh hangatnya tuan,” Kakek tua itu mempersilahkan meminum teh hangat di meja kepada laki-laki itu.
Laki-laki itu meminum teh hangat itu dan berteriak, “Pak tua! andalah yang membunuh putriku!” Laki-laki yang sudah berumur 30 tahun itu memarahi Sephian, kakek tua pembuat novel yang laris itu di rumahnya.

“Apa maksudmu?” Sephian terlihat bingung.
“Jangan pura-pura tak tahu ya! cerita anda mirip sekali dengan kejadian putriku yang menghilang!” Laki-laki itu semakin emosi.
“Memangnya ada buktinya?” Sephian menjawab dengan santai.
“Ya! kau adalah laki-laki tua yang ada di tempat kejadian dan ketika kau pergi, putriku menghilang!”
“Harus ku laporkan kau ke polisi!” Lanjutnya. Namun tiba-tiba laki-laki itu pingsan.

“Nghh..” Lenguh laki-laki itu membuka matanya perlahan.
“Rupanya kau sadar juga ya?” Suara serak itu mengagetkannya.
“Kenapa aku pingsan? apa gara-gara minum tehmu itu?! dimana putriku!” Laki-laki itu menggoyang-goyangkan kursi yang didudukinya karena ia terikat oleh tali yang melilit tubuhnya. “Ya, kau bodoh sekali. Apa? putrimu?” Sephian tersenyum jahat.
“Beri tahu aku! setidaknya aku tahu mayatnya!” Laki-laki itu menatap lekat Sephian.

“Tak ada”
“Maksudmu?!”
“Tak ada mayatnya.”
“Jadi… k..kauu!”
“Ya, aku memakan dagingnya dengan nikmat sampai ujung jemarinya itu. Lalu tulangnya ku berikan anjing liar. Kisah novel itu memang nyata yang ku alami. Kini aku akan membuat novel terbaruku, mungkin kau korban kedua setelah anakmu.. hahaha,”
“Tidaaaakkkkkk!!!”

Kota Gerold [14/05/XXXX]
“Diminum dulu teh hangatnya,” Sephian tersenyum. Pewawancara itu meminum teh hangat yang diberikan Sephian.
“Pak, novel karya anda sangatlah bagus, kisah mengerikan ini cukup detail dengan kejadiannya, seperti nyata. Bagaimana anda bisa membuat cerita yang sadis ini?” Pewawancara itu menanyakan sesuatu tentang novel karya kakek tua yang bernama Sephian itu.

“Ya itu adalah kisah nyata.” Jawab Sephian dengan santainya.
“Wah, saya begitu ngeri ya,” Lanjut pewawancara itu merinding.
“Novel anda berjudul ‘Kill The Dad’ juga mengerikan, apakah itu season 2 dari novel ‘Kill The Children’?” Pewawancara itu menanyai lagi.
“Ya itu benar. Kali ini aku akan membuat novel terbaruku lagi.. mungkin judulnya ‘Kill The People.” Sephian tersenyum, namun senyumannya memperlihatkan kejahatan. Pewawancara pun semakin merinding.

“Semoga sukses dengan novel ketiganya ya, Pak!” Pewawancara itu tersenyum kikuk dan segera pergi dari tempat itu, namun… BRUKK! pewawancara itu pingsan.
“Hahaha… novelku akan sukses!!” Sephian tertawa jahat.

Cerpen Karangan: Latania Rokhim
Facebook: Tataniaa

Cerpen Kill The Next merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Rumah Tusuk Sate (Part 1)

Oleh:
“Ma? Yakin kita mau pindah ke sini?” ucap hana memegang erat lengan baju Ibunya. “Iya sayang, rumahnya bagus kok? Kamu gak suka ya?” tanya Ibu hana sambil membelai lembut

Siapa yang Melakukannya?

Oleh:
PLUK!! Sebuah amplop hitam terjatuh saat aku membuka loker. Aku memungut amplop itu, lalu mengambil buku Fisika. Aku melangkah di koridor yang masih sangat lengang. Aku masuk kedalam sebuah

Unbelieveable (Part 2)

Oleh:
Ia beruntung dari kecelakaan maut yang hampir saja merenggut nyawanya karena ia jatuh tepat di saat air sedang pasang. Kalau saja surut, aku tak bisa membayangkan apa yang akan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Kill The Next”

  1. andri says:

    mengerikan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *