Kopi dan Kematian

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 26 November 2017

Hujan semakin deras mengguyur kota, menutupi temaram senja embun menempel pada kaca-kaca jendela, setiap tetesnya laksana jarum bagi pengendara motor, daun-daun berguguran lalu hanyut menuju selokan.

Bagaikan raja, ia duduk di dalam sebuah kafe, dua kakinya tergeletak di atas meja bersanding dengan secangkir kopi yang masih hangat, tatapannya sombong menembus kaca amati rintik hujan yang jatuh tanpa henti.
Ia hanya termenung dan melamun tiba-tiba jederrrr… Prang… Gemuruh petir menyambar kaca jendela hingga pecah, satu dua tiga menit terlewat ia amati sekelilingnya, ramai dan bising rumpian orang-orang.

“Di mana aku? Dan mengapa tempat ini ramai sekali?”
“Ingatan terakhirku, aku berada di sebuah kafe, tapi ini? Tempat apa?”
“Warung kopi?”. Lama ia merasa bingung, “Mas farhan ini kopinya” tawar seorang pelayan warung,
“Aku tidak memesan kopi ini mbak”
“Iya mas memang tidak memesan kopi, tapi orang itu yang memesankan kopi ini untuk mas” pelayan itu menunjuk seorang lelaki parubaya yang duduk dua kursi dari farhan, sembari berlalu pelayan itu meninggalkan tanda tanya pada benak farhan.
“Siapa lagi orang tua ini, kenal saja tidak tiba-tiba mentraktir aku kopi”.

Lelaki paru baya itu lalu bangkit dan menghampiri farhan dengan suara berat ia berucap, “Kamu tahu nak farhan?”
“Secangkir kopi ini suatu saat akan mengadu pada tuhan, bagaimana kita menikmatinya dan dalam tingkah bagaimana kita menghirup aromanya”, tanpa permisi ia berlalu meninggalkan tanda tanya di benak dan hati farhan.

Ia hanya diam kebingungan sembari menatap kopi yang belum diseruputnya, lalu kopi itu bersuara “Hey… Mengapa kau tatap aku seperti musuh? Bukankah kita berteman? Apa kau lupa bagaimana kita menghabiskan malam dengan nafsu dan yang menggebu-gebu, serta menghabiskan hari-hari dengan penuh ambisi?” ia tercekang tak percaya apa yang barusan didengarnya.
“Secangkir kopi? Membongkar aibku, mustahil”.
“Orang tua itu.. Aku harus mengejarnya”.

Tanpa pikir panjang ia berlari keluar warung mencari orang tua yang menasehatinya, namun langkahnya terhenti oleh kerumunan orang di depan kafe.
“Kafe? Bukankah aku tadi berada di kafe ini?” lagi-lagi ia dibuat bingung oleh keadaan, ia tatap jalan yang baru dilaluinya hanya jalan raya yang sepi, hujan lebat serta beberapa mobil polisi yang terparkir di depan kafe.
Hanya bunyi bisik-bisik orang yang samar beradu deru hujan.

“Siapa yang meninggal?”
“Nggak tau, katanya farhan namanya”.
Ia tercekang mendengar nama farhan “Farhan siapa?” jeritnya..
“Hey.. Farhan siapa yang meninggal”
Namun jeritnya hilang tertelang deru hujan, ia menerobos kerumunan dan masuk ke dalam kafe. “Hah.. Mengapa aku terbaring kaku di situ?”
“Aku… Sudah meninggal?”
“Tidaaakkk…” namun hanya deru hujan yang menutup langit jingga serta teriakan yang tak pernah terdengar

Cerpen Karangan: Aris Asya’ari
Facebook: arisasy’ari

Cerpen Kopi dan Kematian merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Joana (Part 2)

Oleh:
Aku terus berpikir apa yang sedang terjadi. Setelah bel istirahat berbunyi lola mengajakku untuk ke kantin bersama namun aku menyuruhnya pergi duluan nanti aku menyusul, sebenarnya aku ingin berbicara

Novel Misterius

Oleh:
Namaku Doni, aku berumur 29 tahun. Aku tinggal bersama ayah, ibu, kakak dan adikku pergi meninggal. Di kamarku ada novel dengan kategori misteri. Aku sangat senang membacanya, novel itu

Bayang Cahaya Warna Kematian

Oleh:
“Bu, kasihan! Pak!” Ucap seorang gadis kecil berbaju lusuh sambil menampan ke arah orang-orang yang ada di sekitar tempat itu. Beberapa orang memberi sekoin uang. Beberapa lagi mengusirnya dengan

Petunjuk Kematian

Oleh:
Seonggok mayat perempuan tergeletak di belakang halaman kampus, hanya terbungkus selembar koran. Sungguh mengerikan. Jasadnya mulai mengeluarkan aroma busuk, tangan tertusuk paku sampai menembus tanah dan darah segar masih

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *