Mawar 13

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Misteri, Cerpen Thriller (Aksi)
Lolos moderasi pada: 5 May 2018

Detektif Asep tengah bersantai di sofa kesayangannya. Matanya tertuju ke televisi yang sedang menyiarkan film aksi yang sangat disukainya.
“Sudah lama aku tidak menonton film ini, kapan lagi ya film ini diputar kembali?” Detektif Asep menyeruput secangkir kopi miliknya.

Baru saja ia menyeruput kopi, pintu rumahnya diketuk cukup keras oleh seseorang. Seseorang yang sangat ia ketahui dari cara mengetuknya.
“Sial, kenapa sih disaat seperti ini ada pekerjaan yang mengganggu?” Detektif Asep berjalan dengan malas ke arah pintu lalu membukanya.

“Ada kasus apa lagi To?”
“Bagaimana kamu bisa tahu bahwa aku datang membawa kasus?” lelaki di hadapannya bertanya keheranan dengan napas yang masih terburu.
“Yanto kawanku, dari ketukanmu itu saja aku sudah tahu bahwa ada kasus pembunuhan yang telah terjadi.”
“He… kamu benar, telah terjadi pembunuhan di Jalan Mawar no 13. Korban adalah seorang perempuan berusia 30 tahun.”
Di saat film yang sangat disukainya diputar, Detektif Asep terpaksa menuju alamat yang disebutkan bersama dengan kawannya itu.

Sesampainya di sana Detektif Asep segera menghampiri seorang polisi yang berdiri tak jauh dari korban.
“Bagaimana kronologi kejadiannya?” Detektif Asep menepuk pundak polisi tersebut.
“Kamu bisa melihatnya di rekaman cctv itu.”

Detektif Asep menghampiri seorang polisi yang sedang memutar rekaman cctv. Rekaman tersebut hanya menunjukkan gambar hitam dengan suara seperti dua orang sedang bertengkar.
“Itu bukan milikku!” terdengar bentakan seorang lelaki dari cctv itu.
“Ini milikmu!” suara perempuan menangis terdengar.
“Itu bukan milikku dan tidak akan pernah menjadi milikku!” setelah suara bentakan tersebut, terdengar suara letusan pistol dan suara perempuan kesakitan

Detektif Asep menghampiri mayat korban yang sudah terbujur kaku di lantai.
“Mengapa pelaku marah atas benda yang bukan miliknya?” Detektif Asep membatin.

“Opsir, apakah perempuan ini sudah menikah?” Detektif Asep bertanya.
“Ya, suami korban masih terguncang dan sekarang berada di bawah sana.” Opsir menunjuk mobil ambulan yang terparkir di halaman rumah.
“Sial, hanya dia tersangkanya.” Detektif Asep membatin. Ia menatap kembali mayat yang sudah terbujur kaku tersebut.
“Ah! benar juga. Opsir! tangkap suami korban, dialah pelakunya!” Detektif Asep memberi perintah.

“Opsir, mobil ambulan dicuri oleh suami korban!” salah seorang polisi datang dengan tergesa.
“Sialan! cepat tangkap dia!” opsir tersebut membentak.
Detektif Asep mengambil salah satu motor polisi dan mengejar pelaku. Jaketnya yang berwarna hitam bergoyang tertiup angin malam.

“Berhenti kamu!” Detektif Asep berteriak di samping pelaku yang sedang memacu mobil ambulan.
Mobil ambulan melaju lebih kencang, sang pelaku cukup handal mengendalikan mobil di tengah keramaian.
Detektif Asep mengeluarkan pistol dan menembaki ban mobil ambulan.
Karena mobil meliuk-liuk, Detektif Asep cukup kesulitan untuk menembak tepat sasaran.
“Berhenti!!” Detektif Asep menembak sambil berseru, kali ini peluru miliknya melesat dan mengenai ban mobil.
Mobil ambulan oleng dan akhirnya menabrak sebuah pohon di pinggir jalan.

Detektif Asep dan beberapa polisi lainnya segera menghampiri mobil tersebut dan menyeret pelaku keluar.
Usai pelaku dibawa ke kantor polisi, Detektif Asep ditanyai oleh opsir tadi.
“Dari mana kamu tahu bahwa pelaku adalah suami korban?”
“Dari rekaman cctv dan tembakan pelaku.”
“Maksudmu?”
“Korban hamil dan sang pelaku merasa itu bukanlah anaknya, ia marah dan menembak korban tepat di perut korban. Makanya tadi di cctv sang pelaku membantah bahwa sesuatu itu bukan miliknya, kemungkinan korban berselingkuh dengan orang lain.” Detektif Asep menjelaskan. “Kalau begitu aku pulang dahulu.”

Detektif Asep memacu mobilnya cukup kencang, ia segera membuka pintu dan menyetel televisi. Dilihat olehnya film kesayangannya tersebut sudah selesai.

“TIDAK!!!”

Cerpen Karangan: R.G Solehudin
Facebook: D-Flying Dutchman

Cerpen Mawar 13 merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


I Found My Love In A Robbery

Oleh:
Delapan jam. Ya, sudah delapan jam aku menatap layar monitor selebar empat belas inchi. Game online selalu berhasil membuatku lupa waktu. Hooaahh… Aku menguap, cepat-cepat aku menutup mulut dengan

Siapa Dia?

Oleh:
“tok tok tok tok tok!” Lagi lagi bunyi seperti orang mengetok di jendela kamarku. Awalnya aku cuma pura pura tidak peduli, tapi lama kelamaan bunyi itu semakin menggangguku, kuberanikan

Untuk Mangsaku

Oleh:
Saya diperintahkan oleh atasan saya untuk membunuh seseorang, dan saya akan mendapatkan uang yang sangat banyak. Dengan pekerjaan yang saya embani ini, dapat dikatakan saya adalah seorang pembunuh bayaran.

Mission Complete 10%

Oleh:
Di suatu kota di negara Excell terdapat banyak sekali pembangkit listrik tenaga nuklir, kota itu bernama Energy town. Suatu hari ada insiden meledaknya salah satu pembangkit listrik, ledakan itu

Dia: The Head Cat Collector

Oleh:
Rasa kesal, Dia memakiku, mencemoohku Merebut hakku, perebut yang keji. Dengan tertawaannya, dia senang Berlari tunggang-langgang dengan tangan yang menggenggam benda berhargaku Mengadukan hal yang tak logis pada orangtuanya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *