Misteri Goresan Di Jendela

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 1 January 2016

Rintik hujan yang kian menderas terus membasahi bumi, hingga membuat lantai teras rumahku basah karenanya. Aku yang terduduk di sofa seorang diri, menunggu kedatangan Bunda tercinta.
“aduh, kok Bunda belum pulang juga ya?” gumamku dalam hati. Dengan perasaan gelisah menunggu kepulangan Bunda, aku tertidur. Sampai akhirnya Bunda membangunkanku.
“Cathy, bangun sayang, Bunda pulang.” ujar Bunda.
“eh Bunda, Bunda kok lama?” tanyaku.
“eeuuh.. Bunda, Bunda ke toko kue dulu. Sudah ya, Bunda mau mandi.” jawab bunda terbata.
Hampir seminggu ini, sikap bunda aneh seperti itu, aku tidak tahu dan tidak bisa menebak penyebabnya.

Malam ini aku berniat untuk tidak tidur cepat, akhirnya aku memutuskan untuk mendengarkan musik menggunakan headset. Di tengah serunya mendengar lagu, aku mendengar suara yang aneh, seperti suara benda tajam yang digoreskan ke kaca. Ah, awalnya aku berpikir kalau itu adalah efek dari kualitas lagu yang kurang bagus. Tetapi, setelah lagu itu selesai dan lanjut ke lagu yang lain, suara itu tetap ada. Akhirnya aku menghentikan lagu itu dan mencari sumber suara aneh tadi, tapi, suara itu menghilang.

“itu tadi, suara apa ya? Kayak suara kaca kegores.” batinku.

Suara itu datang lagi. Dan kali ini suara itu makin mengilukan. Ku beranikan diri untuk menghampiri kaca lemariku. Ku lihat apakah ada goresan atau tidak, ternyata tidak. Awalnya aku tidak berpikir untuk mengecek kaca jendela, tapi pada malam berikutnya, aku memberanikan diri menghampiri kaca jendela, karena suara aneh itu semakin dan semakin menyayat. Ternyata benar, terdapat banyak goresan di kaca jendelaku.

“wah, banyak goresan. Goresan apa ini?” kataku pelan.
Aku meraba raba goresan kaca tadi, dingin. Aku melihat lihat goresan kaca tadi, dan… di ujung bawah kaca, terdapat bercak merah.
“ya Allah! Apa ini? Bunda! Bunda!” teriakku.
“iya Cathy, ada apa?” tanya bunda cemas.
“Bunda, itu noda apa?”
Ku dapati wajah bunda yang terkejut. “sudah, sudah. Nanti Bunda bersihkan.”
Belum sempat aku menjawab, bunda sudah pergi. Akhirnya aku memutuskan untuk tidur.

Malam berikutnya, aku tidur cepat karena takut mendengar suara aneh lagi. Telat, belum juga aku menutup mata, suara aneh itu muncul, ya Tuhan, apa ini? kenapa setiap malam aku mendengar suara aneh itu? Aku menghampiri jendelaku secara diam-diam, dan ku dapati bunda sedang membersihkan noda merah itu dengan… pisau? Awalnya aku berpikir kalau itu adalah noda cat yang tidak bisa dihilangkan dengan lap basah. Tapi pikiranku salah, saat aku mendengar bunda berkata.

“Hahaha. Akhirnya aku bisa membersihkan noda darah ini tanpa sepengetahuan siapa pun! termasuk Cathy! jadi tak akan ketahuan kalau aku telah membunuh banyak orang di sini, hahaha!!” Ucap Bunda seraya tertawa penuh kelicikan. Jadi, suara aneh itu berasal dari pisau yang digunakan bunda untuk membersihkan noda, dan noda merah itu adalah noda darah yang berasal dari orang-orang yang telah dibunuh bunda.

Bundaku pembunuh!

The End

Cerpen Karangan: Rizky Novi
Facebook: Rizky Novi (Riva)

Cerpen Misteri Goresan Di Jendela merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mimpi? Bukan, ini Nyata

Oleh:
Riel, seorang remaja berumur sekitar 17 tahun yang tinggal di sebuah kota cukup besar, menjalani kehidupan SMA nya dengan normal seperti kebanyakan orang di sebuah sekolah yang cukup terkenal

Rumah Deja Vu

Oleh:
Siang itu aku dan keluarga sedang dalam perjalanan menuju rumah baru di kota Bandung. Sepanjang perjalanan, kami sibuk dengan kegiatan masing-masing. Kakak laki-lakiku fokus menyetir, Ibu tertidur di jok

Numbers

Oleh:
Duduk di bangku SMA membuatku ingin segera menyelesaikan sekolah ini. Sangat tidak nyaman apalagi dengan matematikanya, membuatku ingin selalu tertidur dengan piyama dan bantal yang empuk. Meski begitu aku

Siapa Dia?

Oleh:
“tok tok tok tok tok!” Lagi lagi bunyi seperti orang mengetok di jendela kamarku. Awalnya aku cuma pura pura tidak peduli, tapi lama kelamaan bunyi itu semakin menggangguku, kuberanikan

Pengagum Rahasiaku

Oleh:
Huahh.. Aku menggeliat terbangun. Aku mengerjapkan mata, menyesuaikan dengan kondisiku kamarku yang temaram. “Heii.. Si Neva belum bangun?” aku beranjak turun dari ranjang dan berniat untuk membangunkan Neva. Dia

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *